Cerita ini dibuat berdasarkan realitas, alias mengikuti perkembangan zaman. Cerita ini juga mengandung kata-kata kasar, yang mungkin bisa membuat pembaca tidak nyaman.
Be a mature reader.
❦
Dua minggu telah berlalu.
Dan dalam dua minggu ini, hubungan antara Aldrian dan Reina semakin tak jelas.
Mereka jarang bicara. Reina mulai menjaga jarak, memilih untuk menghindari Aldrian dengan berbagai alasan. Bahkan saat di rumah, interaksi mereka terasa dingin dan kaku, tidak seperti sebelumnya.
Aldrian menyadari perubahan ini. Tapi dia tidak tahu harus berbuat apa.
Sementara itu, di kampus, Belva semakin menjadi-jadi.
Dia mengikuti Aldrian ke mana pun, selalu mencari kesempatan untuk berada di dekatnya. Alasannya? Karena mereka berdua sedang bertugas mencari band untuk event bulan depan.
Sialnya, ini bukan sesuatu yang bisa Aldrian hindari.
Setiap kali dia datang ke kampus, Belva selalu muncul.
Mengajaknya berdiskusi, pura-pura tidak mengerti, atau sekadar mencoba menggoda dengan suara manjanya yang menjengkelkan.
Dan Reina melihat itu.
Dia melihat bagaimana Belva selalu menempel di sisi Aldrian. Dan dia memilih untuk pergi lebih dulu, menghindari semua itu.
Aldrian menyadarinya-tapi entah kenapa, dia tidak bisa menghentikan Reina.
Seolah ada dinding tak terlihat yang semakin tebal di antara mereka.
Dan dia takut... Jika terus begini, mereka akan semakin jauh.
Aldrian duduk di kantin, mendengarkan gosip yang beredar di antara teman-teman perempuannya.
"Kebangetan sih cowoknya," kata Ilona sambil menyeruput es tehnya. "Masa pacaran cuma lima hari terus bilang perasaannya cuma sesaat? Kayak main-main aja."
Thalia menggeleng cepat. "Makanya, gue tuh udah curiga dari awal. Nih ya, kalau orang beneran suka, pasti nggak bakal tiba-tiba ilang gitu aja. Apalagi sampai ngejauhin, aneh banget."
"Jadi sekarang gimana?" tanya Shakila.
"Ya udah putus dong. Udah nggak jelas gitu. Sekarang di kelas aja pada canggung, padahal dulu deket banget."
Aldrian diam, tapi pikirannya kacau.
Perasaan sesaat.
Lima hari. Lalu semuanya jadi tidak jelas.
Apa mungkin... ini yang terjadi antara dia dan Reina?
Mereka menikah karena perjodohan. Mereka tidak pernah benar-benar memilih satu sama lain.
Tapi di saat yang sama, dia tahu ada perasaan aneh yang mulai tumbuh.
Namun, apakah perasaan itu nyata? Atau hanya karena keadaan yang memaksa?
Aldrian merasa galau.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Blue
Fiksi RemajaReina Arabella tak pernah menyangka hidupnya akan berubah drastis di usia 20 tahun. Ayahnya, sosok yang begitu protektif, tiba-tiba mengumumkan perjodohannya dengan Aldrian Devandra, pria yang terkenal dingin, tertutup, dan sulit didekati. Mereka be...
