9

141 14 0
                                        

oOo
.
.
.
.
.

Suara lonceng dari pintu yang terbuka membuat pandangan Rasya yang asalnya fokus dengan tabletnya menuju pintu, alisnya terangkat sebelah saat melihat siapa yang masuk kedalam cafe.

Arjuna berjalan lebih dahulu dan berhenti tepat di depan meja pesanan.

"Bang lo mau makan apa mau ngopi doang?" Tanya Arjuna. Matanya terfokus pada menu.

Langga mendekat sedikit dan ikut melihat ke arah menu "rice bowl deh, chicken teriyaki"

"Rice bowlnya dua, chicken teriyaki sama bulgogi, air mineral dingin 2, es jeruk 2" Pesan Juna. Rasya yang terfokus pada seseorang yang dibelakang Arjuna tidak menjawab pesanan pria itu.

Arjuna mengangkat kepalanya

"Mas! " Barulah Rasya kembali sadar

"Oh iya sorry, apa tadi?"

"Rice bowlnya dua, chicken teriyaki sama bulgogi, air mineral dingin 2, es jeruk 2" Ulang Juna

Rasya dengan cepat memasukkan pesanan mereka. Setelah selesai dia memberikan struk pada pria itu.

"Sorry mau nanya lo Langga bukan? Anak Smasa?" Langga yang sedari tadi sibuk main handphone setelah memilih menu akhirnya menengadah, matanya membulat saat dia sadar siapa barista yang tengah melayaninya.

"Loh Rasya, lo kerja disini?"

"Beneran bang Langga, kirain salah orang tadi. Iya bang gue kerja disini"

Arjuna menatap keduanya bergantian, tangannya yang sudah mengeluarkan uang dari dompet terhenti di udara.

"Gila, udah berapa lama coba gak ketemu" Ucap Langga. Bertemu dengan seseorang yang ia kenal dari masa lalu cukup membuatnya senang.

"Dari lo lulus kali bang" Balas Rasya sambil terkekeh

"Bener juga"

"Sorry nih. Gue bayar dulu ya terus kalian lanjut lagi ngobrolnya" Selak Juna diantara percakapan kedua orang itu.

"Astaga, sorry sorry bro" Rasya dengan cepat mengambil uang dari tangan Arjuna dan memproses pembayaran pemuda itu.

"Tunggu aja ya, nanti pesanannya di antar"

"Ya thanks" Arjuna berbalik dan menuju salah satu kursi yang kosong. Sedang Langga tetap berdiri disana.

"Duduk dulu aja bang, kasian temen lo sendiri itu" Ucap Rasya

"Bukan temen gue"

"Lah??"

"Panjang lah ceritanya"

"Jirr, oh iya btw kabar bang Lingga gimana? Masih kayak dulu? Atau udah better?" Tawa sarkas keluar dari mulutnya.

Lingga dan Langga memang satu SMA dan kelakuan Lingga sudah diketahui seluruh sekolah, kakak beradik itu selalu menjadi pusat perhatian orang-orang. Yang satu murid terbaik berprestasi dan satu lagi murid badung dengan banyak catatan hitam.

"Gue baru balik dari ketemu dia" Jawab Langga

"Emang bang Lingga sekarang dimana? Ngekost?"

"Lapas" Rasya tak bisa menutupi keterkejutannya, tidak mengira bahwa jawaban yang keluar dari mulut Langga adalah seperti itu.

"Lapas? Sejak kapan? Sorry gue gak maksud"

"Its okay Sya, lo juga tau kelakuannya kan. Angan-angan doang berharap tuh orang jadi baik, selesai sekolah malah makin menjadi"

Messed Up Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang