abu-: haloo, aku banyak terinspirasi dari lirik-lirik yang telah di tulis dengan indah oleh para penyanyi seperti nadin amizah, dan sal priadi dan masih banyak lagi! jadii boleh banget tuh support mereka karena lagunya luar biasa keren! maaf jika ada typo sekian dari yoruu, enjoy your reading 🤍.
Hari telah berganti hari, Sevan masih berada di indonesia untuk berlibur sementara sebelum akhirnya kembali ke Singapore untuk melanjutkan perjalanannya dalam dunia pendidikan.
Hari ini ia dan Therent akan pergi ke tempat peristirahatan Jenanndra, hanya untuk membersihkan tempat dimana raga sang saudara akan selalu berada di sana.
Mereka berjalan santai tanpa beban, seolah yang mereka kunjungi hanyalah sebuah kamar tidur sang saudara, dengan perasaan bahagia untuk menemui sang anak ketiga dari keluarga mereka.
Digenggaman Sevan terdapat bunga matahari, bunga favorit Jena.
Namun langkah keduanya terhenti saat berada di dekat pohon besar yang sedikit jauh dari makan Jenandra.
Terdapat seorang perempuan dengan baju kaos bewarna putih yang tampak pas dengan badannya dan sebuah syal berwarna biru serta rok putih yang cukup panjang.
Perempuan itu berjongkok di dekat makam Jenandra hanya diam dan menatap dengan wajah sendu, seolah berharap Jenandra ada di sana sembari menatapnya dengan sebuah senyum hangat.
Sevan menyenggol bahu Therent, dengan ekspresi wajah seperti bertanya "siapakah perempuan itu?".
Therent tersenyum tipis, tatapan matanya melembut saat akhirnya menyadari siapa yang berada di sana.
"perempuan yang berharap akan menjadi milik kak Jenan" gumamnya membuat Sevan terdiam.
"maksudmu?" tanya Sevan merasa belum mendapatkan jawaban yang jelas.
"dia Senjathara, biasa di panggil senja sama kakak" Therent terkekeh pelan mengingat Senjathara, sang kakak kelas yang berada pada kelas yang sama seperti Jenandra.
"kak senja suka sama kak jena dari waktu mpls, katanya setiap kali ketemu kak Jena ada aja rasa hangat yang muncul dan baginya kak Jena tuh seperti matahari yang selalu muncul buat nerangin dan kasih kehangatan di hidupnya" ungkapnya, Sevan tetap diam namun matanya mulai melirik ke arah perempuan yang bernama Senjathara itu.
"kak senja suka cerita ke gua soal betapa besar cintanya ke kak Jena, dia selalu pengen berada di dekat kakak tapi ya mungkin memang takdir Tuhan, akhirnya kak Jena istirahat dan gak ngerasain sakit lagi" jelasnya, Therent mengambil bunga matahari yang di bawa oleh Sevan lalu melangkah maju membuat Sevan sedikit terkejut awalnya ingin menahan namun akhirnya Sevan membiarkan Therent melangkah mendekati sang perempuan.
"kak senja, masih suka kesini buat cari mataharinya kakak ya?" tanyanya sembari menepuk bahu Senjathara pelan.
Senjathara tampak terkejut dilihat dari ekspresi nya namun ia tampak tak heran dengan kehadiran Therent dan bagaimana Therent tak terkejut saat menangkap dirinya berada di makam Jenandra, lagi dan lagi.
"iya, lagi kangen sama mataharinya gua" jawab Senjathara santai sembari tersenyum tipis seperti tak ada satu pun rasa sedih yang ia pendam namun Therent jelas tau ada rasa kerinduan yang berat.
Therent tersenyum lalu menganggukkan kepalanya pelan, kemudian ia menyodorkan bunga matahari yang ia ambil dari genggaman Sevan. "nih kasih ke kak jena, dia pasti seneng karena dapat bunga dari kak senja" ucapnya membuat Senjathara terdiam sejenak lalu mengambil bunga itu.
Senjathara meletakkan bunga itu di atas makan Jenanndra, lalu tersenyum lebar.
"coba aja kamu gak pergi, aku bakalan wujudin semua yang kamu pengen" gumamnya namun tetap dapat di dengar oleh therent.
KAMU SEDANG MEMBACA
Alkaezar daily life
Genel Kurgumenceritakan tentang keseharian Zayan Alkaezar dan anak manusia bin biadab yang mulut kalo ngomong suka asbun dan gak tau malu. "eh kalo di pikir pikir, emak lo pada nikah sama bapak lo Kenapa yak?" ucap Julian "gue juga heran bang, Bokap pendek, s...
