14

1.2K 77 2
                                        



Halo, semoga suka ya!!💙
.
.
.

"ABBAS DADDY PULANG" teriak daddy arkan sambil. mencari-cari anak bungsunya itu.

dengan langkah perlahan, daddy arkan menyusuri ruang keluarga di mansion megahnya, lalu tatapan tajamnya menyapu setiap sudut ruangan mencari sesuatu—seseorang. hingga akhirnya, matanya menangkap sepasang kaki kecil yang mengintip dari balik tirai.

daddy arkan menghela nafas pendek. lalu, melangkah dengan perlahan mendekat ke arah tirai "abbas dimana ya? daddy udah pulang ini.... abbas sembunyi dimana ya?" suaranya terdengar sangat pelan seolah-olah tak tau

dibalik tirai, bocah kecil yang tengah bersembunyi itu menutup mulutnya rapat-rapat, menahan tawa. rencananya sudah matang begitu daddy mendekat, ia akan melompat keluar dan mengagetkannya, pipinya sampai memerah menahan cekikikan.

sebelum ia sempat berteriak—

SREETT

tirai tersibak cepat.

"Gotcha!" suara daddy arkan terdengar penuh kemenangan

abbas, bocah itu terpaku dengan mata bulatnya yang membesar, mulutnya menganga, lalu menggembungkan pipinya dan—

"DADDY CURANG ABBAS TADI BELUM SIAP!!" jeritnya heboh, ia merajuk, menghentakkan kakinya kesal.

daddy arkan tertawa renyah, lalu menarik abbas mendekat ke arahnya "mau ngejutin daddy ya?... sayang sekali, daddy lebih cepat!" godanya sambil menepuk kepala abbas.

tiba-tiba, abbas teringat akan sesuatu "Eh iya mana pesanan abbas tadi?" tanyanya, menjulurkan tangan seolah meminta sesuatu.

daddy arkan mengerutkan kening "Hah? apa?" ucapnya dengan mengangkat satu alisnya.

abbas mendecak kesal. "Ck! ice cream sama sepatu, kan tadi abbas udah bilang" katanya dengan nada sebal, ia melipat tangan di dada, lalu berbalik badan, siap meninggalkan daddy arkan sebagai bentuk protes.

namun sebelum ia benar-benar pergi—

"Taddaa! ice cream dan sepatu, sesuai pesanan!"

suara daddy arkan terdengar, abbas spontan berbalik matanya berbinar-binar saat melihat daddy arkan mengeluarkan dua cup ice cream dan sebuah kotak sepatu dari balik punggungnya.

"hoorrreeee, terimakasih daddy!" ucapnya dengan antusias lalu memeluk daddy arkan sebentar.

daddy arkan terkekeh. " hmm masa daddy bohong? nih, ambil"

dengan cepat abbas langsung merebut dua kantong itu dari tangan daddy arkan.

sementara itu, dibalik tangga, evan yang sejak tadi mengintip perlahan menghela nafas, lalu melangkah keluar mendekat ke arah abbas juga daddy nya.

"abbas" panggilnya pelan

abbas menoleh dengan mulut yang msih penuh dengan ice cream, " hmmm?" gumamnya, sambil mengunyah cepat

evan berjalan mendekat, memasukan tangannya kedalam saku celananya, "kamu tuh nggak bisa diem, cekikikan terus mangkanya ketauan" ujarnya datar, tapi nada menggoda terselip disuaranya.

abbas langsung menoleh dengan mengerucutkan bibirnya "dih biarin napa, serah gue lah, sono-sono ganggu aja" ujarnya sinis

daddy arkan terkekeh mendengar percakapan keduanya "kalau kamu sembunyinya di balik tirai ya jelas ketauhan, lihat kakimu aja masih keliatan gitu" katanya sambil mengelap sisa-sisa ice cream yang ada di mulutnya

abbas yang mendengai itu hanya mendengus sambil melirik sinis keduanya.

evan mengangkat bahu santai "ck sudah ku duga pasti bakal cepat ketauan, dasar bocah" ucapnya lalu pergi begitu saja

"YEE SIRIK" teriak abbas

"AKU PULANG BESOK" balas teriak evan

dan diberi acungan jempol dari sang daddy.

——-

terimakasih, hehehehe maaf ya cuma ini doang soalnya author juga lupa sama alurnya😭🔥🙏🏻🤠

minal aidzin wal faidzin yaa, mohon maaf lahir dan batin.
selamat hari raya idul fitri💙🙏🏻

terimakasih 🫠

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Mar 30, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

ABBASTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang