48

2.1K 279 102
                                        

Haloooo, Kalo kalian suka sama cerita aku tolong Vote dan Komen yaa, supaya aku semangat buat nulis dan update- Diii🐰🐰🐰

.

.

.

.

Sorry for typo

.

.

.

.

Hope you like it😊😊😊

.

.

.

.

.

.

.





















"Kamu gak bisa kayak gini, By" Ucap Gale mencekal pergelangan tangan Ruby yang hendak masuk ke dalam kediamannya.

Selama perjalanan pulang dari tempat kerja milik Ruby mereka terus berdebat. Entah siapa yang memulai perdebatan tersebut karena mereka sama-sama tidak mau mengalah dan menurunkan egonya kali ini.

Sejujurnya Gale benar-benar tidak mengerti kenapa Ruby menjadi tidak dewasa seperti ini, akhir-akhir ini Ruby berubah seolah-olah tidak peduli dengan dirinya dan pernikahan mereka.

Bahkan persiapan pernikahan mereka pun benar-benar Ruby abaikan. Gale mengerti bahwa Ruby sedang fokus pada masalah-masalah di dalam keluarganya dan Gale pun sudah mengalah mengambil alih semua urusan pernikahan mereka tapi saat Gale bertanya dan ingin berdiskusi soal pernikahan mereka kepada Ruby, gadis itu selalu menghindar atau bahkan diam saja pura-pura tidak peduli.

Jika Gale sudah merasa jengah saat menghadapi Ruby, gadis itu akan kembali dengan kalimat ancamannya yang tidak ingin melanjutkan pernikahan mereka.

Ruby berdecak kesal dan berusaha melepaskan cekalan tangan Gale tapi dirinya kalah kuat dengan laki-laki jangkung itu.

"Apalagi sih Gal, udahlah. Kita omongin nanti aja" Ucap Ruby kesal pada Gale.

"Gak bisa, By. Aku mau semuanya selesai sekarang. Aku gak mau pulang dalam keadaan masalah kita belum selesai" Ucap Gale.

"Yaudah, batalin aja" Jawab Ruby menatap Gale tajam.

Selalu kalimat itu yang keluar dari bibir Ruby jika gadis itu sudah kehabisan kata-kata saat berdebat dengan Gale.

"Ruby" Sentak Gale tidak terima dengan ucapan gadis mungil itu. Siapa yang tidak jengah jika Ruby terus-terusan mengancam dirinya seperti itu.

Gale sungguh tidak paham dengan jalan pikir Ruby saat ini.

Gale melepas cekalan tangannya pada Ruby, laki-laki jangkung itu mengusap wajahnya kasar saat menyadari dirinya berbicara dengan nada tinggi pada Ruby.

Seketika Gale merasa bersalah pada Ruby tapi ia juga sudah muak, jika Ruby terus-terusan seperti ini.

Ruby hanya diam, dalam hati sejujurnya ia menggumamkan kata maaf berkali-kali pada Gale, bukan keinginan hati Ruby untuk menyakiti Gale dengan seperti ini.

COMPLICATED [NCT GS]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang