Jeno dan Mark mengerang kesekitan, keduanya segera saling menolong satu sama lain untuk bangkit berdiri. Setelah mengepak baju untuk membersihkan debu yang menempel. Jeno dan Mark mengedarkan pandangan keduanya untuk mengetahui dimana keberadaan mereka.
"Sepertinya kita sudah masuk ke dalam dimensi yang berbeda"
"Kau benar, sekarang kita berada di sarang mereka" ucap Mark sembari menunjuk ke arah sebuah tempat yang sepertinya digunakan untuk ritual.
"Tempat ritual?"
"Apa kau ingat ritual vēnor?"
"Ritual vēnor, ritual yang digunakan untuk memanggil iblis ke 6. Ritual ini digunakan untuk mendapatkan pembalasan dendam, keuntungan, keabadian, serta kekuatan yang tidak bisa di kalahkan. Tapi dengan balasannya harus mencarikan tumbal untuk dijadikan pengantin" jelas Jeno sembari mengelilingi tempat ritual tersebut.
"Kau benar, tempat itu adalah menjadi tempat pertama ritual vēnor dibuat pertama kali. Di abad ke-16, dimana salah satu kerajaan menemukan ritual ini untuk membalaskan dendam mereka. Tempat ini lah dimana mereka melakukan ritual tersebut, tepat di bawah kerajaan mereka. Namun, karena adanya kesalahaan yang dilakukan oleh sang Ratu, membuat kerajaan tersebut runtuh. Dan sejak saat itu hingga sekarang terebentuknya sebuah desa, dan di bawah desa tersebut neraka yang belum di tutup mulai terbuka lebar" ucapan Mark membuat Jeno menganggukkan kepalanya pelan.
"Aku mengerti maksud mu"
"Kalau begitu, ayo mencari 2 pengantin" ucap Mark sembari berjalan mendahului Jeno.
♤♤♤
"AYO LARI!" ucap Haechan sembari menarik tangan Jaemin untuk berlari bersama dirinya.
"Heii.. kemana kau akan pergi? Kau tidak akan bisa kemana-mana HAHAHAHAHA"
"Sial, tubuh ku terasa panas seperti terbakar" ucap Haechan dengan nafas yang mulai tersenggal-senggal.
"Haechan!"
"Sial.. kepala ku mulai pusing dan pengliatan ku mulai buram" Haechan terus berlari tanpa memperdulikan teriakan Jaemin.
Tepat setelah Haechan bantuk cukup keras, tubuh Haechan terjatuh di tanah dengan keadaan tidak sadarkan diri. Jaemin yang melihat hal tersebu segera panik dan berteriak memanggil Haechan.
"Haechan! Haechan!" Jaemin mengangkat tubuh Haechan agar berada di pangkuannya.
Kedua mata Jaemin terbelak terkejut melihat mulut Haechan mengeluarkan cairan kental berwarna merah gelap. Jaemin dengan panik menepuk pelan pipi Haechan.
"Sadarlah Haechan! Haechan bangun!" Tidak ada pergerakan dari Haechan yang semakin membuat Jaemin panik.
"Ketemu"
"HAECHAN!"
Suara teriakan Jaemin menggelegar, membuat Jeno dan Mark segera belari dengan kencang menuju sumber suara. Jaemin terkejut melihat tubuhnya mulai menghilang diselimuti dengan cahaya putih. Tangannya meraih tubuh Haechan yang masih tidak ada pergerakan apapun.
"Haechan! Bangun!"
"Mari kembali, pengantin ku"
Tubuh Haechan segera diselimuti oleh asap hitam. Setelah hilangnya Haechan dan Jaemin. Kesunyian segera melanda, Jeno dan Mark menatap ke sekeliling mereka dengan intens.
KAMU SEDANG MEMBACA
THE MORRIGAN
Fiksi Penggemarsebuah takdir yang membawa dua pemuda dari kalangan bangsawan rendahan, menghadapi sesuatu yang tidak pernah keduanya lihat dan hadapi. keduanya bertemu di kegelapan yang sangat gelap dan di sana lah mereka saling membantu untuk keluar dari kedalama...
