Diusahakan follow sebelum membaca!!
WARNING!!,cerita ini berisikan gay (homophobia) disarankan untuk tidak membaca!
devano airlangga seorang pemuda yang menjabat sebagai ketua osis di sekolah milik keluarganya,devano di juluki the king of mathematic...
Gibran dan reygan saat ini sedang menikmati makanan yang di sajikan oleh alvaro."ada untungnya juga ya kita suprise in sih devan,kita dapet makanan enak begini."ucap gibran seraya mengambil cemilan yang ada di meja lalu memakannnya.
"kalian berdua kalo udah selesai makan langsung balik,gue mau berduaan sama pacar gue."
gibran dan reygan yang mendengar ucapan devan pun menoleh ke arah devan."oh gitu sekarang, mentang-mentang punya pacar kita di usir gib."ucap reygan dengan wajah yang di buat melas.
"udah kita balik aja rey jangan ganggu yang lagi kasmaran,maklum si devan baru ngerasain jatuh cinta."
reygan pun ketawa mendengar ucapan teman absurd nya itu."Hahaha bener kata lu...bocil kita udah gede sekarang."ucap reygan.
devan yang dari tadi mendengarkan pembicaraan kedua temannya itu menatap dengan tatapan tajam kearah dua temannya itu."gue denger."ucap devan
reygan dan gibran pun saling tatap-tatapan lalu melihat kearah devan."nggak dep,kita bercanda..iya kan gib."ucap reyghan, gibran hanya menganggukkan kepalanya saja.
reygan pun merangkul pundak gibran lalu berbisik kepada gibran,"tenyata kita ngomongin devan di depan orang nya langsung."ucap reygan dengan nada sangat pelan agar devan tidak mendengar.
mereka berdua pun tertawa terbahak-bahak,"kenapa lu berdua? sehat?"ucap devan yang heran melihat kelakuan dua temannya itu.
"kaga papa."
"si al mana? gue sama rey mau pamit pulang."
"udah kalian berdua langsung pulang aja,al lagi dikamar istirahat."
"yaudah kita pulang dulu dev."
"iya,btw thanks udah inget ulang tahun gue."ucap devan,reygan dan gibran hanya mengangguk,mereka berdua pun keluar dari apartemen devan dan pulang kerumah masing masing.
•••••
kini al sedang terbaring dikasur king size milik devan,ia pun membuka handphone nya."anjg pasti kak ryan nyariin gue ini."ucap nya.
ia pun mulai membuka hp nya,benar saja banyak pesan masuk dan panggilan tak terjawab dari ryan.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"sayang?"panggil devan,ia berjalan menghampiri alvaro yang sedang terbaring di kasur.
"epan...al mau pulang,kak ryan ternyata semalem nge chat sama telpon al berkali kali."
alvaro yang melihat itu pun memegang tangan devan dan mulai berdiri dari kasur.
beberapa menit kemudia,alvaro dan devan sampai di depan rumah alvaro."epan mau masuk dulu?"tanya alvaro.
"nggak dulu sayang lain kali aja,epan mau ketemu sama mama nya epan."ucap devan,ia pun mengusap-usap rambut alvaro."epan pulang dulu ya,gih masuk."lanjutnya
alvaro tersenyum,"iya epan,dadah..."ucap alvaro lalu ia masuk ke dalam rumah.
"kirain nggak bakal pulang."ucap ryan yang melihat alvaro,alvaro pun berjalan menghampiri sang kakak yang sedang duduk di sofa.
lalu alvaro duduk disamping ryan,"aelah kak,bilang aja lu kesepian kan nggak ada ade lu yang imut nan ganteng ini."ucap alvaro.
"najis pede amat lu,gue tuh cuma khawatir lu di culik gendorowo."
"gue udah gede kali kak,nggak bakal diculik."
"HAHAHA...iya juga ya lagian mana mau gendorowo nyulik modelan kaya lu."ucap ryan,alvaro yang mendengar ucapan sang kakak pun memukul kepala ryan menggunakan bantal yang ada di sampingnya.
"lu nyebelin banget anjg."
•••••
gimana nih sama chapter ini? seru? atau apa? siapa yang mau lanjut chapter selanjutnya? jangan lupa vote,commen and follow mimin ya biar makin semangat nulis nya.