Sebelum aku pergi ke dapur untuk menyiapkan sarapan, aku ke kamar mandi lebih dulu untuk membersihkan diri, sekaligus bersiap untuk mengunjungi tokoku hari ini. Aku cukup terkejut saat melihat sekujur tubuhku penuh dengan bekas ciuman oleh Eiden! Hal itu, membuatku kembali mengingat bagaimana tadi malam kami menghabiskan waktu bersama.
Ku pegang tengkuk ku yang masih terasa hangat akibat di gigit Eiden tadi malam. Meskipun kami sudah terikat, baik secara hukum maupun batin, namun Eiden berkata ia akan selalu mengigit ku di kemudian hari, agar dia terus mengingat hari dimana dia memilihku sebagai pasangannya.
Bukan itu romantis?
"Masih sakit?"
Aku terkejut ketika merasakan tangan Eiden yang meraba di perutku. Sekujur tubuhku menjadi hangat saat Eiden mendekap dari belakang.
"E-eiden..." Aku menutup kedua mataku ketika Eiden mengecup bekas gigitan sakral itu di tengkukku, terlebih disaat Eiden memberikan jilatannya di sana.
"Sudah tidak sakit" jawabku.
"Hei, aku sudah memikirkan ini sebelumnya..." Tiba-tiba aku merasakan sesuatu melingkar di leherku.
Kemudian, Eiden mengajakku untuk berdiri depan kulkas, di sana aku bisa melihat pantulanku melalui cermin kecil. Sebuah kalung berwarna silver dengan hiasan berlian mengkilap di leherku.
"Kalung..."
"Aku tidak suka kalung yang kebanyakan para Omega pakai, itu terlihat seperti anjing. Aku sama sekali tidak mau merendahkan mu, itu sebabnya aku memilih kalung ini."
Mendengar ucapan Eiden, rasanya aku ingin menangis. Entah bagaimana aku harus bersyukur karena mendapatkan Alpha seperti Eiden. Dia memilih kalung seindah ini, hanya agar tidak merendahkan ku sebagai seorang Omega. Dan itu adalah perlakuan paling romantis.
"Daripada kalung anjing, bukankah berlian lebih cocok dengan kulitmu?"
"Terimakasih..." Aku berbalik badan, dan memeluknya dengan erat sebagaimana ku tunjukkan bahwa aku sungguh berterima kasih padanya.
"Aku... Sangat bersyukur... Karena kaulah yang menjadi pasanganku, Eiden..."
Eiden ikut memelukku. Wajahnya dibenam di tengkukku, aku bisa merasakan dia tengah menghirup dalam-dalam aromaku di sana, "Terimakasih, karena telah menerimaku sebagai pasanganmu, Esha..."
Dan, ya! Seperti itulah kejadian tadi pagi. Setelah sarapan dan lain-lain, Eiden pula mengantarku ke toko, dan dia pergi ke kantornya.
Di toko, aku masih seorang diri. Pintu masuk dan tirai jendela belum ku buka, karena menunggu kedatangan Oliver, Fawn dan Jerrick terlebih dulu agar bisa memulai hari ini bersama-sama. Karena tidak banyak hal yang bisa ku kerjakan—sepertinya Oliver, Fawn dan Jerrick telah lebih dulu melakukan semua pekerjaan, aku hanya membawa beberapa bunga sisa penjualan kemarin yang ada di taman belakang dan menyusunnya di etalase.
Tidak lama setelahnya, ku dengar suara mobil pickup milik toko dari belakang. Segera ku hampiri taman belakang dan membuka pintu. Ternyata benar dugaanku, Oliver, Fawn dan Jerrick tiba bersamaan dengan banyak bunga segar yang mereka bawa dari kebunku di rumah.
"Esha! Kabar bagus!" Pekik Jerrick yang langsung melompat dari belakang mobil, "Semua bunga itu bermekaran, dan semuanya harum!"
Aku menghirup dalam-dalam aroma segar dari tanah basah dan bunga-bunga di depanku, "Benar! Harun sekali!"
"Itu karna kau sudah sehat, makanya bunga-bunga itu bermekaran!" Sambung Fawn.
"Teori gila itu lagi, hahahaha!"
KAMU SEDANG MEMBACA
The Cold Hearted Husband! (BXB)
RomanceKarena perjodohan, membuat Esha harus menyetujui pernikahannya dengan Eiden, pria berhati beku yang selalu mencoba lebih dekat dan mengenal Esha. Akankah Esha berhasil membuat Eiden luluh? Bagaimana kisah rumah tangga tanpa didasari cinta mereka? WA...
