Chapter 20

22 3 0
                                        

Happy reading guys

.......

Seminggu telah berlalu setelah Chio sudah diperbolehkan untuk pulang dari rumah sakit. Tidak ada tegur sapa diantara mereka berdua, mereka melakukan itu agar terhindar dari kejadian yang sebelumnya menimpa mereka.

"Al, lo gapapa kan?" Wajah Alicia pucat, seperti menahan sakit yang ada di dalam dirinya.

"Gue gapapa, lo balik ke kelas aja duluan," Ia sambil memberikan senyuman tipis kepada Mahesa yang sepertinya khawatir dengan kondisi Alicia.

"Ke UKS aja gimana? Lo kayaknya sakit deh," Tawar Mahesa.

Alicia hanya menjawab dengan gelengan kepala.

Tiba-tiba penglihatannya rabun, benda di sekitarnya seakan-akan bergerak dan dengan bersamaan ia tidak sadarkan diri. Tubuhnya terjatuh di tengah-tengah area kantin.

"ALICIA," Mahesa sepertinya sudah menyiapkan tenaga untuk membawa Alicia menuju UKS.

Satu jam berlalu, sepertinya tidak ada tanda- tanda Alicia akan sadar. Mahesa pun juga sepertinya tidak ada niatan untuk keluar dari UKS, ia akan menunngu sampai Alicia sadar.

"Sa?" Perempuan itu terkejut karena semenjak tadi Mahesa menemaninya di ruangan itu.

"Eh, lo ada yang sakit gak? Atau lo perlu sesuatu?" Laki-laki itu tersadar dari lamunannya.

"Engga, lo ke kelas aja gue bisa sendiri kok," Alicia khawatir Mehesa akan tertinggal kelas karena dirinya.

"Gue disini... " Belum sempat Mahesa melanjutkan ucapannya, pintu UKS terbuka dan menampilkan seorang laki-laki yang sepertinya usai berlari menuju UKS.

"Al, lo gapapa kan? " Laki-laki itu mulai mendekat ke arah Alicia dan disambut dengan tatapan sinis dari Mahesa.

"Gue gapapa," Sepertinya Alicia sedikit terkejut akan kedatangan dua lelaki di hadapannya.

Kedatangan chio disambut dengan tatapan sinis oleh Mahesa, seakan akan ia tidak menyukai keberadaan chio disini.

Mahesa merapikan buku yang sempat ia taruh di atas nakas tepat disamping ranjang UKS. "Al, gue ke kelas dulu ya, " Pamitnya tanpa mengarahkan bola matanya ke arah Chio yang sepertinya memberikan tatapan sinis balik terhadapnya.

Alicia hanya menjawab dengan senyuman sambil menganggukkan kepalanya. Tatapannya kembali fokus terhadap Chio yang bajunya sudah tidak teratur dengan kancing sedikit terbuka dan dasi menghadap kebelakang bagian kerah bajunya. Itu sangatlah berbeda dengan Chio yang terakhir ia liat, sangat berbeda.

"Tumben bajunya digituin?" Tanya Alicia.

"Style baru, keren ga? " Chio melakukan pose ala 𝘨𝘰𝘫𝘰 secara tiba-tiba.

"Keren darimana? Jelek."

"Ganteng begini dibilang jelek, " Sahut Chio dengan sangat pede.

"Dih, jaehyun gue lebih cakep daripada lo," Sahut Alicia dengan nada ketus yang dibuat-buat.

Chio membalikkan bola matanya, ia sangat malas saat Alicia membahas 𝘑𝘢𝘦𝘩𝘺𝘶𝘯 idola Kpop nya. "Iya, jaehyun lo ganteng banget," Ia menjawab pasrah.

Mendengar itu, Alicia tersenyum sumringah atas kemenangannya saat berdebat dengan Chio kali ini.

"Mau ikut gue makan seblak ga besok?" Tawar Chio dengan pede karena yakin tawarannya tidak akan pernah Alicia tolak sekalipun.

"Emang lo udah bisa makan seblak?" Alicia sedikit terkejut dengan ajakan Chio kali ini, sebab Chio sangat tidak suka dengan makanan pedas sangat bertolak belakang sekali dengan dirinya.

"Bisa lah, jangan raguin gue kali ini," Chio yakin, kali ini ia tidak akan menyerah.

"Okeh, gue ikut, " Alicia meraih tangan Chio untuk bejabat tangan dengannya, sebagai tanda bahwa ia akan ikut dengan Chio untuk makan seblak bersama pada esok hari.

......

Lima belas menit berlalu sejak bel pulang berbunyi, tapi Alicia masih menunggu jemputnya. Alicia yakin Ayahnya akan menjemputnya hari ini, namun ia tidak dapat menghubungi siapapun karena batrai ponselnya habis.

"Duh gerimis lagi," Ucapnya pelan saat melihat cuaca yang tak mendukungnya hari ini.

Ia duduk tepat di halte bis yang ada di depan sekolahnya dengan disuguhi pemandangan mobil hitam yang ia tak kenal.

Mobil itu membuka kacanya, memperlihatkan seorang laki-laki yang memakai seragam yang sama sepertinya.

"Alciaa, cepetan masuk," Ya, itu adalah Chio. Ia berteriak dari dalam mobil memanggil Alicia yang sedang melamun.

Mendengar namannya dipanggil, ia kembali sadar dari lamunannya. Ia berlari masuk ke dalam mobil.

"Gue nyariin lo gaada, ternyata nunggu di sini," Chio yang memulai pembicaraan.

"Hehe, gue lupa kalau hari ini ada janji sama lo," Sahutnya dengan tertawa kecil sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.

"Eh, ini kok beda lagi mobilnya sama yang terakhir kali gue naikin?" Alicia sadar bahwa mobil yang Chio kendarai berbeda dengan sebelumnya.

"Yang kemarin itu namanya jono, kalo yang ini namanya riko. Bosen gue ama si jono, jadi gue beli lagi," Ya, setiap mobil yang dimiliki Chio selalu ia beri nama, menurutnya itu sangatlah lucu.

"Gue baru pertama kali liat orang ngasih nama mobilnya sendiri, " Alicia geleng-geleng kepala melihat kelakuan chio yang selalu aneh.

"Lah, emang lu engga? " Tanya Chio dengan kebingungan.

"Engga lah, lu aja yang aneh di dunia ini, "

......

Chio sudah menghabiskan dua gelas es teh akibat menantang Alicia untuk makan seblak. "Gue nyerah," Wajahnya merah, ia benar-benar menyerah tentang segala hal yang berbau pedas.

"Ih, baru makan lima sendok loh. Mana cuman level satu lagi, " Alicia heran, Chio sangatlah lemah dalam hal ini.

Padahal, Chio yakin bahwa ia akan kuat dengan pedasnya seblak. Lagipula itu hanya level satu, tidak terlalu pedas. Nyatanya ia tetap tidak sanggup untuk memakannya. Saat ini saja ia bahkan tidak bisa mengatur nafasnya sendiri, baginya itu sangatlah pedas.

"Temenin gue jalan di taman plis, " Perempuan itu menarik tangan Chio menuju taman yang jaraknya tidak terlalu jauh dari tempat mereka berdiri sekarang.

Berjalan di taman saat sore sangatlah menyenangkan, bagi Alicia itu adalah caranya untuk menikmati hidup di dunia.

"Lo mau minum ga? Gue ada bawa satu nih, " Chio mengeluarkan sebuah botol berisi air mineral yang ia pegang saat berjalan bersama Alicia.

Pandangan Alicia mengarah ke arah seorang bayi bersama dengan ibunya di taman itu. Bahkan Alicia saja tidak mendengar apa yang Chio katakan, fokusnya saat ini adalah seorang bayi yang tampak lucu di matanya.

"Lucu banget adeknya, boleh aku pinjam bentar ga tante? " Tanpa Chio sadari Alicia sudah berlari mendekati ibu dan anak itu.

"Boleh kok, " Ibu dari bayi tersebut tersenyum melihat Alicia sangatlah senang melihat matanya berbinar saat bermain dengan anaknya.

"Lucu banget dia,"  Alicia berjalan mendekati Chio sambil memperlihatkan bayi yang ia gendong.

Chio tersenyum, sambil mengacak rambut Alicia "iya lucu, mirip banget sama kamu,"


Janlup vote guyss🌷
Sorry typo and thank you💗

LOVE STORY [Dewjane]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang