Waktu terasa melambat, setiap detik adalah siksaan bagi mereka yang menunggu. Lima hari telah berlalu sejak Sean Anderson, Alpha Superior dari pack Diamond King, terbaring tak berdaya di Blue Hospital. Di hari keenam, harapan mulai memudar sepenuhnya. Ruangan serba putih yang sebelumnya memancarkan kesan steril, kini terasa seperti kuburan yang dingin, menunggu waktu untuk menelan korban berikutnya. Monitor-monitor medis masih menampilkan garis-garis bergelombang tak beraturan, detak jantung Sean yang melemah, dan napasnya yang semakin memberat, seolah setiap tarikan udara adalah perpisahan yang menyakitkan. Keputusasaan telah merayap di setiap sudut rumah sakit, merenggut semangat para anggota pack Diamond King yang setia menjaga. Mereka tahu, batas waktu bagi seorang werewolf yang terluka parah untuk bertahan tanpa mate-nya adalah tujuh hari. Dan mereka hanya punya beberapa jam lagi.
Pukul 23.50 WIB. Jarum jam terus berputar, mendekati tengah malam. Tujuh hari akan segera berlalu. Para dokter dan perawat telah memperingatkan bahwa kondisi Sean semakin kritis. Organ-organnya mulai menunjukkan tanda-tanda kegagalan multi-sistem. Napasnya semakin dangkal dan tidak teratur, seringkali terhenti dalam jeda-jeda yang menakutkan, membuat jantung setiap orang yang melihatnya berdenyut nyeri. Di luar kamar, di ruang tunggu yang sunyi, Tuan Anderson duduk dalam diam, bahunya merosot, matanya kosong menatap lantai marmer. Di sampingnya, Andy mencengkeram erat tangan yang berkerut itu, mencoba menularkan sedikit kekuatan yang tersisa dalam dirinya. Mereka telah mencoba segalanya. Pencarian mate telah disebar ke seluruh penjuru negeri, setiap Omega dan Beta yang terdaftar telah diperiksa, namun tato yang sama persis dengan milik anaknya itu tak kunjung ditemukan. Setiap laporan nihil yang masuk adalah pukulan telak yang meremukkan sisa-sisa harapan mereka. Sekarang, mereka hanya bisa pasrah, menunggu detik-detik terakhir. Ini adalah batasnya.
Di tengah keputusasaan yang mendalam dan sunyinya lorong rumah sakit, sebuah keanehan yang nyaris tak terlihat terjadi di dalam kamar Sean. Lampu indikator monitor medis yang memantau detak jantung dan pernapasan Sean tiba-tiba berkedip-kedip aneh. Garis-garis gelombang yang tadinya hampir datar, menunjukkan kehidupan yang nyaris padam, kini melonjak naik secara dramatis. Detak jantung Sean yang sebelumnya lemah dan tak beraturan, kini menjadi lebih kuat dan stabil. Napasnya, yang tadinya berat dan tersengal-sengal, kini menjadi lebih dalam dan teratur, meskipun masih samar dan rapuh. Perubahan ini begitu tiba-tiba dan drastis sehingga para perawat yang berjaga di dalam kamar terlonjak kaget. Mereka saling pandang dengan bingung, mata mereka memancarkan campuran ketidakpercayaan dan secercah harapan yang baru menyala. Mereka segera mendekat, memeriksa monitor dengan seksama, tidak yakin apakah yang mereka lihat itu nyata.
Sebelumnya.......
Di lorong rumah sakit yang sepi, sebuah bayangan hitam melesat tanpa suara. Sosok itu mengenakan masker dan pakaian berwarna gelap yang menutupi seluruh tubuhnya, mulai dari kepala hingga kaki, bahkan wajahnya pun tersembunyi di balik tudung gelap. Gerakannya begitu senyap dan cepat, seolah ia adalah bayangan itu sendiri, menyatu sempurna dengan kegelapan malam. Ia tidak mengeluarkan suara sedikit pun, tidak ada derap langkah kaki, tidak ada gesekan kain. Seperti hantu yang tak kasat mata, ia bergerak menuju sebuah ruang perawatan VIP, seolah ia telah mengetahui setiap inci peta rumah sakit ini, setiap lekukan lorong, setiap posisi kamera pengawas.
Dengan kecekatan yang luar biasa, sosok misterius itu berhasil masuk ke dalam kamar Sean tanpa terdeteksi. Ia tidak membuka pintu, tidak memecahkan kunci, ia hanya... muncul. Mungkin melalui cara yang tidak bisa dipahami oleh mata manusia biasa. Di dalam kamar yang temaram, di mana hanya cahaya redup dari monitor medis yang menerangi, sosok itu mendekati ranjang Sean. Dari balik jaketnya, ia mengeluarkan sebuah alat suntik. Benda berisi cairan berwarna merah pekat, hampir hitam, memancarkan kilauan aneh di bawah cahaya redup, seolah cairan itu hidup. Aroma samar, sesuatu yang tidak bisa diidentifikasi, memenuhi udara sejenak saat alat suntik itu ditarik keluar.
KAMU SEDANG MEMBACA
SOMETHING (UN)NORMAL
WerewolfKetika Moon Goddes tengah memainkan takdir seorang hambanya, kuharap ini akan berakhir indah. ⚠️Warning⚠️ Alpha x Alpha ABO Universe Alur lambat
