Keheningan yang mencekam tiba-tiba mencengkeram lorong lantai satu Gedung A, lebih pekat dari kabut pagi di puncak gunung. Udara menipis, seolah semua napas tertahan di tenggorokan, dan detak jantung yang tadinya riuh mendadak berhenti. Pernyataan Sean, sang Alpha Superior dari klan Diamond King yang legendaris—seorang pria yang aura kekuatannya begitu nyata hingga mampu membuat siapa pun menunduk—menjadi penyebabnya. Kata-katanya menggantung di udara, sebilah pisau tajam yang menusuk ke jantung akal sehat.
Alpha Superior sendiri adalah kasta tertinggi dalam hierarki. Mereka bukan hanya dominan; mereka adalah puncak piramida, dengan kekuatan fisik dan feromon yang jauh melampaui Alpha biasa. Pengaruh mereka mutlak, insting mereka tajam, dan keberadaan mereka selalu menjadi pusat gravitasi.
Semua mata terbelalak. Wajah-wajah siswa yang tadinya ceria berubah pias, dipenuhi kebingungan dan syok yang nyaris tak bisa dipercaya. Bisikan-bisikan tertahan, menyisakan desahan samar yang nyaris tak terdengar. Bagaimana mungkin? Bagaimana mungkin takdir sekejam ini mempermainkan mereka?
Namun, tak bisa dipungkiri. Kenyataan itu terpampang nyata, membakar retina setiap mata yang menyaksikannya. Tanda mate Sean Anderson, sang Alpha Superior dengan kekuatan yang mengalir dalam setiap nadinya, terukir dengan indah di kulitnya. Sebuah kuncup bunga lotus yang anggun, dijaga oleh seekor naga perkasa yang melingkar protektif. Tanda yang begitu rumit, begitu memukau, begitu... unik.
Hingga kemudian, ingatan mereka mengkhianati mereka. Mengkhianati Sean. Mengkhianati seluruh hirarki yang selama ini mereka pahami. Karena tanda yang sama persis, persis seperti cetakan takdir yang sama, juga dimiliki oleh rival abadinya.
Dean Kalani Lych.
Alpha dominan dari klan River Blue, kekuatan yang tak kalah menakutkan. Dean adalah anomali berjalan; sangat dingin, cuek—hampir tidak peduli dengan sekitarnya—dan minim ekspresi. Wajahnya nyaris tak pernah menunjukkan emosi, seolah ekspresi adalah beban yang enggan ia tunjukkan. Dean, yang selama ini adalah bayangan yang menantang cahaya Sean, kini terhubung oleh benang takdir yang sama. Kuncup lotus dan naga yang sama, terlukis sempurna di tubuh kedua Alpha yang seharusnya menjadi lawan, bukan belahan jiwa yang berbagi satu takdir.
Lorong itu kini bukan lagi hanya saksi bisu, melainkan kuburan bagi harapan dan asumsi. Seluruh siswa terdiam, menimbang bobot pernyataan yang baru saja mengguncang dunia mereka. Sebuah tanda mate adalah sakral, penentu takdir sejati. Tapi dua Alpha Superior dengan tanda yang sama? Ini bukan hanya anomali, ini adalah kutukan, atau mungkin, sebuah keajaiban yang akan mengubah segalanya. Pertarungan takdir baru saja dimulai, dan kali ini, taruhannya adalah hati.
KAMU SEDANG MEMBACA
SOMETHING (UN)NORMAL
Hombres LoboKetika Moon Goddes tengah memainkan takdir seorang hambanya, kuharap ini akan berakhir indah. ⚠️Warning⚠️ Alpha x Alpha ABO Universe Alur lambat
