Bab 12

1.2K 132 17
                                        

kini hari sudah berganti yang tadinya bulan kini berubah menjadi matahari yang setia menyinari dunia dengan cahaya yang dipantulkan, begitu pun shani yang setia untuk berjaga dan tetap berada disisi sang adik tercinta.

Pagi ini shani tidak akan berangkat ke prusahaan dia akan bersantai dirumah sambil menunggu sang adik pulang sekolah, jika kalian bertanya dimana chika? Jambul satu itu sudah berangkat kesekolah dengan penuh drama yang si jambul pirang itu buat. Dari yang tidak ingin kesekolah, tidak ingin mandi sendiri, sarapan mau dengan nasgor lalu disuapi, dan terakhir ini membuat shani ingin sekali melempar sang adik ke sungai amazon tapi rasa sayang dan kesabaran yang shani punya lebih besar sehingga ia tidak jadi untuk membuang sang adik.

Pagi tadi shani benar benar di uji sekali kesabarannya oleh sang adik,  untung punya cici baik, sabar,  penyayang, cantik spek bidadari jdi segimana chika berdrama dan memiliki gebrakkan hidupnya tapi shani tetaplah sabar kalo gak sabar bukan shani namanya tapi hani.

Shani hari ini benar benar santai sekali karena kerjaannya hari ini sangatlah tidak ada walaupun ada ia akan berikan kepada asistennya yaitu feni, biasalah bos mah bebas setiap hidup pasti ada motivasi seperti hari ini motivasi shani adalah 'Lu punya duit lu punya kuasa, jadi bebas gua bosnya, gua yg gaji biar gak makan gaji buta'.  Bercyandaaaa.

"Bosen deh sepi banget lagi nih rumah gak ada temen, aku ngerasain apa yang adek rasain dirumah sepi gak ada temen curhat, gak ada temen bercanda. Tapi gimana ya kalo gak kerja gimana masa depan adek ya walaupun dirumah ada bibi tapi kan rasanya beda" gumam shani yang kini meresakan kesepian dirumahnya seperti chika yang sering ditinggal kerja olehnya.

"Aku gak mau kalo adek ngerasain apa yang aku dulu dimana ayah sama bunda mati matian buat bikin prusahaan sendiri tanpa bantuan omah, dan saat itu ekonomi sangat turun bahkan aku hampir saja berhenti sekolah. Masa depan adek lebih penting"lanjut shani.

Shani pun menatap foto keluarga yang dipajang diruang keluarga dimana terpampang senyum yang sangat amat manis dan jelas. Disitu sang bunda memeluk dirinya dan sang ayah menggendong chika yang masih bayi, itu adalah foto terkahir mereka foto keluarga.

Sakit? Jelas sakit shani didewasakan oleh keadaan dimana yang seharusnya diumurnya harus menghabiskan masa remaja tapi tidak dengan shani yang harus mengurus sang adik tanpa bantuan baby sister.

'ayah bunda bantu cici ya jagain adek, dan doain cici agar bisa menemani adek sampe adek sukses dan raih mimpi yang ia cita citakan, cici rela lakuin apapun itu demi adek' batin shani.

Shani yang tidak pernah rapuh kini ia meneteskan air matanya yang jatuh tanpa izin sang pemilik, wajar shani menangis karena ia juga manusia yang memiliki perasaan yang dimana ia akan merasa capek dengan semuanya. Tapi mau gimana lagi shani harus tetap tegar untuk menjalani semuanya.

Orang yang menangis bukan berarti dia lemah tapi itulah cara satu satunya melampiaskan emosi jiwa yang sangat susah dikontrok oleh diri sendiri, tanpa merugikan orang lain atau tidak melukain fisik atau mental orang lain.

Kata siapa orang yang terlihat tenang, selalu bercanda, tertawa, tersenyum tidak memiliki masalah atau luka yang mereka simpan? Itu semua salah justru mereka seperti itu agar tidak mau orang lain tau apa yang dia rasakan atau apa yang kini ia jalankan. Karena tidak semua masalah bisa diceritakan walau bisa diceritakan,  orang lain akan menganggap itu masalah sepele atau ia pikir semua orang pasti ada bebannya tersendiri sehingga orang itu memilih memendam semuanya.

Merasa sudah selesai dengan emosinya shani pun dengan cepat menghapus air matanya ya walaupun sedikit yang trun tapi tetap saja shani sudah tenang jika sudah meluapkan semuanya.

"Oke shani kamu bisa kamu kuat karena ada adek yang bikin kamu bisa berdiri diatas kaki mu sendiri, mending aku bikin puding sama bolu aja deh dari pada cuman diem aja"ucap shani yang menguatkan dirinya sendiri.

dedek chikaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang