Bab 10

2.2K 199 19
                                        

Setelah kejadian dimana chika masih dalam masa pemulihan tapi ia malah membuat ulah yang dimana chuka diam diam memetik mangga muda dan yang mulai mateng untuk ia makan sambil dirujak, tapi takdir tidak berpihak keoada jambul satu itu tuhan malah mengirimkan malaikat maut dikehidupan chika, yapp siapa lagi kalo bukan cicinya.

Dari adanya matahari sampai pergantian bulan sampai pagi chika benar benar dikurung oleh shani didalam kamar karena kelakuannya yang bikin orang geleng geleng kepala. Gimana shani tidak marah baru beberapa menit shani memberikan wejangan kepada adiknya bukannya jera malah semakin menjadi jadi, padahal si chika chika ini sedang batuk dan bisa bisanya malah ingin memakan rujak mangga muda. Dan seharusnya sore tadi ia bermain bersama zee dirumah feni tapi setelah melihat kelakuan chika shani pun mengurungkan niatnya.

Setelah tiga hari chika menjadi tahanan shani didalam kamarnya kini chika sudah kembali bersekolah, tadinya shani tidak mengizinkan chika untuk sekolah terlebih dahulu agar sang adik istirahat dengan cukup tapi dengan seribu cara dan bujukkan yang dilontarkan oleh chika akhirnya shani luluh fan berakhir mengizinkan chika dengan satu syarat setiap jajanan yang akan dibeli oleh chika harus izin terlebih dahulu dan chika pun menyetujuinnya.

Kali ini shani yang mengantarkan chika untuk ke sekolah karena hari ini shani tidak pergi ke prusahaan ia akan menghendel dengan jarak jauh untuk saat ini. Shani dan chika sudah berada didalam mobil, perjalanan menuju ke sekolah sebenarnya tadi sebelum berangkat chika meminta untuk membawa motor kesayangannya tapi shani tidak memberikan izin untuk beberapa hari bukan karena apa apa shani yakin jika chika membawa motor ia tidak akan langsung pulang pastinya akan mampir ke tempat lain, jadi shani tidak mengizinkan chika membawa motor sampai beberapa hari shani hanya ingin chika beristirahat yang cukup.

Sebenarnya shani yakin setiap pulang sekolah chika tidak langsung pulang ke rumah pastinya sang adik pergi ke tempat lainnya atau bermain sebentar dengan para sahabatnya itu bisa membuat tubuh chika cepat sekali down. Bukan lebay atau apalah itu tapi siapa sih yang tega melihat sang adik sakit? Jadi shani terus memantau kegiatan sang adik hingga saat ini.

"Cici nanti habis pulang sekolah main ke rumah zee ya"ujar chika sambil menoleh ke arah shani sedangkan shani yang sedang menyetir pun mengalihkan pandangannya ke chika.

"Emang adek mau ngapain ke rumah zee?"tanya shani.

"Adek sama yang lain janjian buat main dirumahnya zee, boleh ya cii sebentar aja sebelum makan malem pulang deh"bujuk chika.

"Kan adek baru sembuh loh dek besok aja ya"tolak shani dengan lembut tapi chika malah cemberut kesal.

"Kemaren bilangnya sore sekarang malah disuruh besok, cici emang udah ndak sayang adek lagi"Kesal chika yang langsung mengalihkan pandangannya ke arah luar jendela.

"Kan itu salah adek sendiri disuruh istirahat malah keluar terus naik ke atas kap mobil buat ambil mangga. Bukannya cici gak sayang adek malah cici sayang banget sama adek gak mau liat adek sakit lagi"bujuk shani yang membahas sedikit atas kelakuaan sang jamet satu ini.

"Nyenyenye"

"Heh gak sopan mulutnya hmmm!!"omel shani dengan tangan kirinya yang memukul pelan bibir chika membuat sang empu meringis.

"Sowwy, habisnya cici bilangnya nanti nanti terus"rengek chika.

"Cici nggak ke kantor jadi pulang sekolah langsung pulang gak ada main main keluar"ujar shani chika yang mendengar itupun semakin tantrum.

"Tuhkannnnn ahh cici mah ndak sayang adek lagii, bundaaa cici ndak sayang adek lagi huhuhu"

Shani yang mendengar dan melihat betapa dramanya sang Yessica tamara itu hanya bisa menggelengkan kepalanya, terkadang chika akan seperti ini jika keinginannya selalu ditunda tunda oleh shani membuat shani hanya bisa menghelakan nafasnya untuk kali ini shani tidak boleh luluh dengan air mata buayanya seorang Yessica Tamara.

dedek chikaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang