Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 40 menit kini shani, chika dan juga friska sidah sampai di bandara untuk menjemput sang omah yang baru saja mendarat di indonesia. Chika yang baru saja turun dari mobil ia melihat di luar parkiran terdapat penjual gorengan merasa perutnya ingin sekali di isi, akhirnya chika memikirkan cara agar bisa membeli gorengan itu.
Memang otak chika ini sangatlah cemerlang untuk hal hal seperti ini sekilas ide yang baru saja muncul di otaknya, dan chika pun meminta izin.untk pergi ke. Toilet untuk membuang hajatnya, itu hanya akal akalan chika saja agar bisa memakan gorengan kaki lima.
"Cici sama tante duluan aja adek. Udah kebelet pengen pipis"ucap chika.
"Lohloh baru juga nyampe, toilet didalem aja biar bareng"ujar friska.
"Iya dek tahan sebentar ya"
"Iss ndak bisa ini udah kebelet banget ntar adek ngompol gimana"timbal chika yang masih pura pura menahan pipis.
"Dimana toiletnya coba"ujar friska sambil melirik kanan kiri untuk mencari toilet umum.
"Toilet dalem aja deh dek"
"Ndak bisa cici ini udah diujung banget, nah itu toilet umumnya"timbal chika lalu menunjuk toilet tepat di pos security, shani dan friska pun mengikuti arah telunjuk chika yang mengarahkan ke toilet.
"Cici temenin deh ya dek"
"Iya shan temenin aja takutnya jambul satu ini malah bikin gebrakkan lagi"
"Apalah ndak akan adek cuman pengen pipis, cici sama tante duluan aja nanti adek nyusul kedalem atau nggak adek tunggu di mobil aja"
"Ehh nggak nggak cici temenin"
"Iss lama adek udah gak tahan papay adek pipis dulu"ucap chika sambil berlari meninggalkan shani dan friska membuat keduanya hanya pasrah saja.
"Udah deh shan biarin aja ntar juga nyusul"
"Yaudah deh tan, ayok kedalem takutnya oma udah nungguin. Mudah mudahan adek gak bikin onar dh"ucap shani dengan penuh kepasrahan diri friska yang mendengar itu hanya bisa tersenyum, lalu ia gandeng tangan shani dengan tulus.
Kini shani dan juga friska meninggalkan area parkiran dan langsung masuk ke dalam bandara untuk menjemput oma yang baru saja turun landas, sedangkan chika ia tersenyum kemenangan ia tak benar benar ke toilet tapi balik ke rencana awal dimana ia akan membeli gorengan kaki lima.
Sebenarnya shani takut bahwa sang adik hilang atau membuat keributan di area bandara, mengingat ai mempunyai adik yang sangat amat todllernya bukan main itu akan menjadi bumerang di kehidupannya.
shani dan friska kini sudah duduk di sofa yang sudah di sediakan oleh pihak bandara ,mengingat sang oma memakai jasa kelas internasional jadi dibandara ia dapat ruang vvip dari pihak bank. shani yang masih memikirkan sang adik yang pergi ke toilet sebagai alasan tapi filing shani mengatakan bahwa sang adik tidak benar benar ke toilet, tapi shani membuang jauh jauh fikiran yang negatif.
friska yang melihat shani seperti tidak tenang ia tau pasti keponakan sulungnya itu sedang memikirkan sang adik jambulnya, friska pun menggenggam tangan shani lalu mengelus punggung tengan shani dengan lembut agar shani sedikit tenang. shani yang merasakan sentuhan lembut dari friska pun menoleh ke arah friska lalu tersenyum sebagai tanda ia tidak apa apa padahal friska tau apa yang di pikirkan oleh shani.
"Udah jangan dipikirin nanti juga dateng bocahnya" ujar friska agar shani sedikit tenang.
"Iya tan shani juga tau, tapi ya gitu deh shani takut adek bikin masalah aja"
"Klo tuh jamet bikin masalah ada omahnya ini yang marahin, jamet satu itu kan takut sama omahnya yang galaknya melebihi singa"
"Nanti omah marah loh tan kalo denger"ujar shani.
