Bab 13

1K 110 19
                                        

Kini jam sudah menunjukkan pukul 15.00 Wib dimana bel sekolah sudah berbunyi yang menandakkan seluruh siswa maupun siswi sudah bebas dari penjara dunia persekolahan, chika cs hanya bolos 2 pelajaran saja dan masuk ke kelas kembali di pelajaran terakhir karena pelajaran seni. Pelajaran itu tidak terlalu bikin otak pusing tapi sedikit suntuk bagi yang tidak suka pelajaran itu.

Tapi chika cs sangat suka dengan pelajaran yang tidak membuat otak mereka terbebani seperti olahraga dan juga seni sisanya tidak, jika mereka masuk pun bukan karena dari hati tapi dari keterpaksaan ingat ya KETERPAKSAAN karena ketauan atau gurunya sudah masuk terlebih dahulu dan satu lagi temannya shani sekaligus mata mata shani.

Setelah bel berbunyi seluruh siswa siswi sudah berhemburan keluar kelas untuk pulang tapi ada beberapa siswa maupun siswi yang masih di lingkungan sekolah untuk mengikuti eskul Di sekolah yang chika cs sekolahi ada beberapa eskul seperti paskibra, pramuka, renang, basket, badminton, pmr, taekwondo, baseball, futsal, osis, dance, nari tradisional, nyanyi, music. Tapi chika cs hanya mengikuti apa yang sesuai dengan hobi mereka apalagi basket.

Chika cs kini sudah berada di parkiran dan sudah menaiki Motor mereka masing masing untuk pulang ke rumah mereka masing masing.

"Met lu balik dari bandara jamber? " tanya adel kepada chika.

"Ntah gua berangkat ke bandara aja jam 4 kemungkinan jam 8 malem soalnya omah mendaratnya jam 6 sore, terus sekalian makan malem diluar sih"timbal chika dan yang lain mengangguk paham.

"Ehh malem ya, tadinya kalo masih jam 6 atau 7 gua mau main ke rumah lu"Ucap adel.

"Ahh gua yakin lu bukan maen del tapi minta oleh olehkan"Curiga lulu kepada adel.

"Yehh gua gak se miskin itu anjir, ya siapa sih yang gak nolak dikasih oleh oleh mahal dari jepang"

"Gua gak nerima tamu malem malem kalo lu pada mau maen besok pulang sekolah aja, kasian omah gua capek biar istirahat dulu"

"Bener tuh kata si jambul, kita maennya besok aja jangan nanti malem gua mau rebahan"ucap flora.

"Yaudah deal ya besok maen"

"Iya, yaudah gua duluan ya takutnya cici gua dirumah nungguin"ucap chika sekalian pamit pada sahabatnya.

"Yaudah bareng aja yok gaes"

"Gass"

Chika cs pun menancapkan gas motornya untuk. Segara keluar dari perkarangan sekolah dengan gas rata rata di bawah 60km per jam, mereka selalu seperti ini menikmati jalanan sore atau pagi kalo pagi sih ada alasan tertentu tapi jika sore sepulang sekolah mereka akan menikmati udara sore hari.

Bukan karena apa apa setiap keluarga ntah itu broken home atau cemara jika tidak bisa membagi waktu untuk anaknya itu membuat anak tidak merasakan kasih sayang melainkan sunyi, tidak merasa berharga. Walau beberapa dari mereka ada yang tinggal dengan kakaknya, tantenya, sendiri dirumah percayalah itu membuat mental sang anak menurun secara halus.

20 menit berlalu mereka sudah berpencar karena gang komplek mereka berbeda dengan chika walau satu perumahan, chika yang baru saja memasuki perkarangan rumahnya terlihat gerbang rumahnya yang masih tertutup rapih memang seperti ini rumahnya pagarnya selalu ditutup karena shani tidak ingin wartawan atau hal hal. Yang tidak diinginkan terjadi.

Chika pun menekan klakson motornya untuk memberi kode kepada penjaga gerbangnya yauit mang ujang bahwa dirinya sudah tiba didepan rumahnya.

TINNN

TINNNN

TIN...TINNN

"MANG UJANGGGGG BUKAAA CHIKA MAU MASUKKK, KALO NGGAK DIBUKAIN CHIKA MANJAT NIHHH"teriak chika membuat mang ujang buru buru membuka gembok gerbangnya lalu membukakan gerbang tersebut untuk anak majikannya.

dedek chikaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang