4. 2 Years Ago?

429 52 4
                                        

"Kim ... kau adalah seorang gadis bermarga Kim yang sangat cantik. Kau ... indah."

"Ti-tidak! Aku tidak mau! Aku bukan Kim! Hentikan!"

Sakit.

Menjerit.

"Tidak, Sayang. Namamu adalah Kim Hyerin. Dari saat ini. Sampai nanti kau ... mati."

"Ini identitas barumu. Katakan 'hai' pada dunia, Sayang."

***

"Haah ... haah ...," napasnya tersengal-sengal. Matanya terbelalak menatap plafon kamar yang berwarna putih polos. Dahi dan lehernya berkeringat, telapak tangannya meremas sprei hingga sprei itu berantakan.

Brak!

Tiba-tiba tubuhnya terperanjat, matanya sepersekian detik menoleh ke arah pintu yang dibuka paksa. Di sana, ada Ren menatapnya dengan wajah khawatirーentah betul-betul khawatir atau sekadar akting, gadis itu tak tahu.

"Hyerin! Apa kau baik-baik saja?" Ren berjalan mendekat ke arah kasur, bersamaan dengan Hyerin yang bangkit dari posisi tidurnya. Ia duduk di tepi kasur, menundukkan kepala. Pening menyengat menghampiri kepalanya, sekilas membuatnya meringis pelan.

"Ti ... aku tidak apa-apa," gumamnya masih menunduk, namun telapak kanannya meremas sprei.

Mungkin Hyerin tak sadar bahwa Ren memperhatikannya. Maka pemuda itu ikut duduk di sampingnya, lalu meraih tangan kanannya pelan.

Hyerin tampak kaget, itu dibuktikan dengan wajahnya yang penuh antisipasi ketika Ren duduk di sampingnya dan menggenggam tangannya.

"Kau bisa cerita apa pun padaku," ucap Ren memandang mata biru tua yang dimiliki Hyerin. Salah satu mata yang masih dimilikinya hingga sekarang.

Hyerin terpaku, atau lebih tepatnya enggan menjawab. Dengan tangan masih dalam genggaman Ren, Hyerin kembali menunduk. Semua begitu aneh, perasaan aneh dalam benaknya, juga mimpi buruk yang baru saja dirasakannya.

"Kau pikir kau tahu segalanya tentangku, namun kau salah, Park Ryeon. Kau benar-benar salah," Hyerin bergumam pelan, lalu menarik tangannya dan pergi dari kamar.

Hyerin betul-betul tahu apa yang Ren cari dalam dirinya; informasi. Namun Ren sama sekali tak tahu apa yang telah orang itu torehkan pada tubuh kecilnya, apa yang orang itu lakukan padanya.

Ren tak pernah tahu.

***

Ren mengusap wajahnya kasar. Ini benar-benar di luar ekspektasinya. Ia tak pernah berpikir bahwa mencari informasi soal Lee Dongjin akan sesulit ini. Hanya Hyerin yang dia percaya saat ini. Meski ia sendiri tak yakin gadis itu akan mengatakannya, namun Ren tetap saja akan memaksanya.

Namun ia berpikir bahwa, sekarang bukan saat yang tepat.

Hyerin sendiri masih dalam masa pemulihan dari 'depresinya', dan Ren tak ingin ambil risiko soal itu. Takkan ada yang tahu sejauh mana Hyerin bisa seperti ini. Bisa saja suatu saat Hyerin kembali seperti dulu, ya 'kan?

Sebua ide muncul di kepalanya. Pemuda berambut cokelat tua itu mengetikkan sesuatu di keyboard-nya, mencari informasi dengan kata 'Kim Hyerin'.

Kim Hyerin 2,098,087 results.

"Bukan, bukan yang ini ...," gumam Ren men-scroll halaman demi halaman. Tak ada satu pun informasi yang dia dapatkan, sebelum akhirnya sebuah judul web itu menarik perhatiannya. Ia memutuskan untuk melihat artikel itu, mungkin saja ia akan bisa menarik sebuah kesimpulan dari sana.

Kim Hyerin, Seorang Sanak Saudara Mafia Korea?

Seoul, KoreaBaru-baru ini Korea dikejutkan dengan berita kedatangan seorang mafia dunia yang menetap di sana. Banyak yang mencari informasinya, namun hingga saat ini pun para informan dan tenaga agen rahasia tak berhasil menciduknya di tempat.

Sejak kabar ini berhembus, banyak netizen menyangkutpautkan berita ini dengan seorang gadis bermarga 'Kim'. Diduga gadis ini memiliki hubungan erat dengan mafia tersebut. Namun sayang sekali, tak banyak hal yang dapat membuktikan siapa gadis itu sebenarnya.

Meskipun begitu, tak sedikit dari mereka yang berpendapat bahwa gadis itu ialah Kim Hye Rin, seorang pasien di rumah sakit jiwa yang sudah menetap sejak dua tahun lalu.

Tak banyak yang tahu tentang sebab dia di sana, namun bisa saja hubungannya dengan mafia tersebut menjadi pokok utama. Namun, Kim Hye Rin sama sekali tak angkat bicara mengenai spekulasi ini.

Mengenai ini, pihak kepolisian Korea Selatan berani mengatakan bahwa pihaknya sedang mencari keberadaan mafia tersebut. Lee Dong Jin, nama itulah yang disebut-sebut sebagai terdakwa yang sedang mereka cari.

Ren mengernyitkan kening, mengusap dagunya dengan telunjuk tanda berpikir. Hingga sebuah pemikiran muncul dalam otaknya.

Ya, itu. Kata kuncinya ialah 'dua tahun lalu'.

Sebetulnya, apa yang terjadi pada dua tahun lalu?

***

Ten Chapters in MysteryCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang