AWAS BANYAK YANG TYPO⚠️
:::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::;;:::::
Pagi pun datang kembali. Cahaya pagi menyelinap masuk malu malu melalui celah-celah jendela kamar, seolah sedang berusaha membangunkan dua manusia adam yang masih tidur terlelap sambil berpelukan hangat.
Chenle melenguh dalam tidurnya, terganggu akan cahaya matahari yang masuk dan terpaksa bangun. ia melihat ke sampingnya. Jisung, suaminya yang masih terlelap. perlahan Chenle mencondongkan wajah nya, menatap wajah suaminya yang terlihat tampan.
" sampai kapan kamu memandangi wajah ku, sayang? " ucap Jisung tiba tiba dan membuka matanya
sontak Chenle menjauhkan wajahnya, jujur saja dia malu karena tertangkap basah karena tengah memandang pahatan apik wajah suaminya
" e..engga, k..kamu udah bangun dari tadi?" tanya Chenle dengan nada yang gugup.
Jisung bangun lalu bersandar di kepala ranjang tempat tidur mereka.
" Morning babe. aku sudah lebih dulu bangun sebelum kamu, sayang " jawab Jisung lalu dengan cepat mencium bibir Chenle
yang di cium tentu saja kaget. Jisung selalu saja mencari kesempatan apapun hingga bisa mencium bibir nya. " sanaa ih mandii, katanya nanti jam 9 mau ada meeting " usir Chenle
Jisung terkekeh dengan tingkah Chenle. Jisung mengacak rambut si kecil lalu pergi ke kamar mandi untuk mandi untuk pergi bekerja.
selagi Jisung mandi, Chenle merapihkan tempat tidur mereka, membuka tirai dan jendela lalu bergegas turun ke dapur untuk memasak sarapan untuk suaminya.
ditengah-tengah Chenle sedang memasak, tiba tiba ada tangan yang melingkar di pinggang rampingnya, tanpa menoleh pun ia sudah tau siapa pemilik tangan besar itu.
" lepas duluu kak, ini lele mau masak. gelii ih " keluh Chenle. karena jujur saja ia tak bisa bergerak dengan leluasa karena Jisung yang terus terusan menempel pada dirinya tanpa mau melepaskan pelukan di pinggangnya dan Jisung yang menciup leher nya.
" masak aja sayang " jawab Jisung santai tanpa mau berhenti melakukan kegiatannya pada Chenle.
"kalau kakak gamau berhenti, bisa bisa nanti sarapannya selesai jam 10 siang " ucap Chenle yang sudah lelah dengan perlakuan Jisung yang biasanya tidak seperti ini.
" oke oke, kakak ngalah " final Jisung yang sudah melihat raut kemarahan yang terpampang jelas di wajah suami kecil nya itu.
Jisung menunggu Chenle di meja makan sembari menyiapkan beberapa alat makan dan membuat teh untuk Chenle serta kopi untuk dirinya sendiri.
tak lama kemudian, Chenle datang sambil membawa beberapa makanan yang telah dimasak nya. Ia menyiapkan makanan itu di piring suaminya dan piringnya sendiri.
setelah acara makan selesai. Chenle membantu Jisung memakaikan dasinya, setelah selesai Jisung langsung berpamitan pada Chenle dan tak lupa juga mencium kening suami kecil nya.
" Hati hati di jalan kak " ucap Chenle sambil tersenyum manis ke arah Jisung
sedangkan Jisung menatap Chenle sendu tanpa Chenle dan membalas perkataan Chenle dengan anggukan dan membalas senyuman itu meskipun senyuman itu terlihat kecut. beruntung Chenle tidak menyadarinya.
----------------------------------------------
JS CROPS merupakan perusahaan Jisung. setelah sampai di depan pintu masuk, Langkah tegas dan penuh wibawa mampu mengalihkan semua perhatian para karyawannya yang entah ingin masuk atau sedang bekerja. sontak semua karyawan membungkuk untuk memberi hormat pada atasan sekaligus CEO mereka, Jisung membalas mereka semua dengan anggukan serta senyuman.
KAMU SEDANG MEMBACA
BABY BOY [ JICHEN ]
Teen Fictionbagaimana nasib Chenle selanjutnya yang telah dijual oleh ayahnya kepada seorang Mafia? Kalau ga suka bisa skip
![BABY BOY [ JICHEN ]](https://img.wattpad.com/cover/312704583-64-k476661.jpg)