.
.
.
.
Mereka akhirnya sampai di area perkemahan. Agenda hari ini adalah mendirikan tenda, membuat api unggun, dan penampilan sederhana dari masing-masing kelompok.
Sebelum itu, mereka harus mengikuti pemaparan materi dari seseorang pemandu kemah kali ini.
" Perhatian semuanya" teriak salah satu guru.
Sontak mereka yang tadinya ramai langsung diam.
" Setelah ini akan ada pemaparan materi. Kalian bisa membentangkan tikar untuk duduk. Jangan lupa mencatat poin-poin penting oleh kakak pemandu."
" Baik Bu!!!."
Nathan bersama Yoga langsung membentangkan tikar. Omong-omong mereka berlima satu kelompok.
" Eh agak sinian biar gak panas" ucap Haikal.
Yoga menggeser tikar biar lebih deket sama pohon. Setelah itu mereka duduk di tikar tersebut dan mulai mengeluarkan buku tulis masing-masing.
" Tolong bukain dong, tangan gue licin keringetan" Joe memberikan suncreen miliknya ke Nathan.
Dengan senang hati Nathan bukain suncreen punya Joe. Joe menyemprotkan sunscreen setelah itu gantian Nathan nyemprot juga.
Lumayan sunscreen mahal gratis pula.
" Mau dong" ucap Haikal.
" Percuma lo pake, kan udah gosong duluan" sahut Rendi.
Yoga tertawa terbahak-bahak. Haikal mendesis. Walaupun kulitnya gelap tetep perawatan dong.
" Pake aja" ucap Joe.
Materi mulai disampaikan. Joe nyontek catatan punya Rendi. Dia gak tau mau nulis apa.
Materi berlanjut tentang cara mendirikan tenda, cara mendirikan tenda, cara membuat api unggun, cara menjaga kebersihan di tempat terbuka dan lain sebagainya.
" Baik anak-anak, sekarang waktunya istirahat. Waktu istirahat hanya 1 jam kemudian kita akan praktik mendirikan tenda."
" YEAYYYY."
" Eh, dapet makan gak sih?" tanya Yoga. Kemaren Yoga denger dapet konsumsi selama kemah.
" Nanti makan malam dapet. Kan udah dikasih tau bawa bekal buat makan siang" sahut Rendi.
Yoga mengangguk. Ia membuka bekal yang disiapin sama bapaknya. Nasi kuning komplit.
" Beli di pasar ga?" tanya Nathan.
" Iyalah, mendingan beli gini rasanya lebih mantep" ucap Yoga.
" Bener, gue juga beli tadi" ucap Haikal.
Joe fokus memakan makan siangnya. Jay tadi bawain ayam katsu, anggur, sama telur dadar.
Nathan makan dengan nikmat masakan papanya. Tyo kalo masak emang top banget bikin nagih.
" Hmmm enak ya ternyata, mau cobain gak?" Rendi menawarkan dimsum miliknya.
" MAUUUU."
KAMU SEDANG MEMBACA
Daddy Jay's Family
Fiksi PenggemarHanya cerita random daddy Jay, kakak Mark, dan adek Joe beserta kawan kawan:)
