Kemah (3)

2K 210 23
                                        

.
.
.
.

Malam yang sepi.

Nathan membuka matanya sedikit.

Dia ngerasa Joe yang berada sebelahnya itu bangun. Joe tiba-tiba duduk dan menatap datar ke depan.

Nathan sempat bertanya tetapi Joe tidak menjawab. Lantas Nathan mengikuti Joe. Ini sudah malam, jika Joe ingin ke kamar mandi pasti bangunin Nathan tapi ini gak sama sekali.

" Joe kenapa sih? Dingin" tanya Nathan sekali lagi.

Ia berhenti di belakang Joe yang sedang berdiri di depan api unggun.

" Joe?."

Nathan mengulurkan tangannya untuk menyentuh pundak Joe. Namun, kemudian tubuh Joe jatuh dengan sigap Nathan menahannya agar tidak langsung menyentuh tanah.

" Loh temennya kenapa itu, dek?" ucap seorang laki-laki yang Nathan yakin itu pemandu kemah.

" Nggak tau kak. Tiba-tiba berdiri disini terus pingsan. Tadi juga aku panggil-panggil diem aja" ucap Nathan panik.

" Kita bawa ke tenda kesehatan dulu, yuk!."

Nathan bersama pemandu laki-laki tersebut membawa Joe ke tenda kesehatan.

Joe dibaringkan. Ia diselimuti dan heater portable dinyalakan. Siapa tau tadi Joe kedinginan jadi dia berdiri di depan api unggun.

" Dia kenapa, kak?" tanya Nathan.

" Biar di cek dulu" ucap pemandu laki-laki.

Nathan mengangguk.

Tiba-tiba seorang guru agama masuk ke dalam tenda. Acara perkemahan selalu melibatkan guru agama sebagai backing spiritual.

" Maaf, mas mbak, boleh saya periksa dulu?" ucap guru agama a.k.a pak Sodiq.

" Boleh boleh pak, silakan."

Pak Sodiq segera duduk di samping Joe yang berbaring. Kemudian ia mengucapkan lantunan doa dan mengusapkan telapak tangannya ke dahi Joe.

Setelah mengusap dahi Joe, tiba-tiba kedua mata Joe terbuka dengan senyum sumringah. Nathan mundur karena dia takut.

" Hahahahahaha, kamu tau?" ucap Joe sembari melotot kepada pak Sodiq.

" Jangan ganggu anak-anak disini! Tolong bantu pegang tubuhnya" pinta pak Sodiq.

Nathan bersama kakak pemandu kemah laki-laki dan perempuan segera mengambil posisi. Pemandu perempuan sebut saja Aurel berada di kaki, pemandu laki-laki sebut saja Malik memantu membuka tangan Joe yang terkepal, dan Nathan berada di kepala Joe membantu membaca doa yang ia bisa.

" Aku tidak mengganggu" Joe menggelengkan kepalanya. " Hanya ingin kenal hihihi."

" Diam bangsat!" Joe mendongak memandang Nathan yang berhenti membaca doa.

Memanfaatkan kesempatan tersebut, pak Sodiq mengarahkan tangannya ke leher Joe. Pak Sodiq membacakan doa kemudian sedikit menarik sosok tersebut keluar dari tubuh Joe.

Daddy Jay's FamilyCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang