Perusak kebahagian

10 0 0
                                        


Keheningan malam menyelimuti kamar mereka, hanya terdengar suara napas teratur Alana yang sudah terlelap. Namun, baru saja Rayhan hendak memejamkan mata, ia merasakan pergerakan kecil dari balik selimut

Alana melenguh pelan, matanya mengerjap berusaha menyesuaikan dengan temaram lampu tidur. Ia meraba perutnya yang mulai membuncit, lalu menoleh ke arah Rayhan.

"Mas... belum tidur?" bisik Alana dengan suara serak khas orang bangun tidur

Rayhan tersenyum lembut, tangannya masih setia mengelus rambut istrinya. "Baru mau merem, Sayang. Kenapa? Ada yang kerasa sakit?

Alana menggeleng, ia justru menggeser tubuhnya semakin merapat ke pelukan Rayhan, mencari posisi ternyaman di dada suaminya. "Enggak, cuma tiba-tiba kaget pas bayinya nendang. Kayaknya dia seneng banget habis diajak makan kerak telor tadi

Rayhan terkekeh pelan, ia membawa telapak tangannya ke atas perut Alana, menunggu gerakan kecil itu muncul kembali. "Anak Papa pinter ya, tahu aja kalau Mamanya lagi bahagia. Tidur lagi yuk, besok pagi Mas janji bakal masakin sarapan spesial buat kalian berdua

Janji ya?" Alana mendongak, menatap Rayhan dengan mata berbinar

Janji, Sayang. Apapun buat bumil kesayanganku ini," jawab Rayhan sembari mendaratkan kecupan di puncak kepala Alana

Alana tersenyum puas, beban di pundaknya seolah menguap setiap kali berada di dekapan Rayhan. Dalam hitungan menit, ia kembali terbuai ke alam mimpi, kali ini dengan perasaan jauh lebih tenang. Rayhan pun menyusul, menyandarkan mimpinya pada kebahagiaan kecil keluarga mereka yang akan segera lengkap

Malam itu, kamar tersebut menjadi saksi bisu bahwa kebahagiaan tidak selalu tentang kemewahan, melainkan tentang kerak telor di pinggir jalan dan pelukan hangat sebelum terlelap.

paginya rayhan menepati janji akan membuat sesuatu yang spesial,rayhan bangun terlebih dahulu menyiapkan sarapan untuk istrinya, Alana berjalan menuruni tangga dengan perlahan menuju kearah meja makan

pagi mas ! sapa alana

pagi sayang jawab rayhan yang langsung mendekat membatu menarik kursi untuk alana 

Rayhan baru saja meletakkan piring nasi goreng spesial di depan Alana ketika ponselnya yang tergeletak di meja bergetar hebat. Nama "Mama" muncul di layar. Rayhan sempat ragu, namun akhirnya mengangkatnya.

Wajah Rayhan yang semula ceria perlahan berubah menjadi pucat, lalu mengeras. Alana yang sedang menyuap nasi gorengnya berhenti seketika, firasatnya mulai tidak enak.

"Ada apa, Mas?" tanya Alana pelan setelah Rayhan menutup telepon.

Rayhan menghela napas panjang, tatapannya kosong. "Mama... Mama baru saja menelepon. Katanya, mantan tunangan aku, Siska, baru saja pulang dari luar negeri. Dan Mama ingin kita menjamu dia makan malam di rumah Mama nanti malam."

Sendok di tangan Alana berdenting jatuh ke piring. Ia tahu betul siapa Siska—wanita yang dulu hampir menikah dengan Rayhan sebelum perjodohan mereka terjadi. Siska adalah sosok yang selalu dibanggakan mertuanya karena latar belakang keluarganya yang terpandang.

"Kenapa harus kita, Mas? Aku... aku lagi nggak enak badan," suara Alana mulai bergetar, tangannya otomatis mengelus perutnya yang membuncit, seolah ingin mencari kekuatan dari si kecil.

Rayhan berpindah duduk ke samping Alana, menggenggam tangan istrinya yang dingin. "Mas tahu ini berat, Sayang. Tapi Mama mengancam akan datang ke sini kalau kita menolak. Kamu tahu sendiri gimana kalau Mama sudah marah."

Belum sempat Alana menjawab, sebuah notifikasi pesan masuk ke ponsel Alana dari nomor yang tidak dikenal.

kira kira apa ya isi pesan tersebut?????? 

ALANACerita yang bikin terobses. Temukan sekarang