''kau sangat gila.''
''tidak, ini akan sangat baik untuk kita, untuk masa depan kita.''
perempuan yang duduk di depannya itu nampak sangat santai dan tenang. mengaduk aduk pelan kopi panasnya sambil menatap lamat lamat pria yang ada di depannya.
''tidak, aku mencintaimu. akan aku buktikan nanti setelah lulus.''
''aku juga mencintaimu Nakamoto Yuta. namun cinta saja tidak cukup.''
''AKAN AKU BUKTIKAN, KASIH AKU WAKTU.'' teriak pria itu, membuat seluruh pengunjung cafe menatap keduanya.
Taeri tersenyum pada siapa saja, berharap senyumnya itu dapat memberi tau mereka bahwa tidak ada yang perlu di khawatirkan.
''waktu sangat cepat, aku sudah memberi waktu itu selama kita pacaran.
''LEE TAERI.'' bentaknya, Yuta tersulut emosi.
Taeri - perempuan yang di bentak itu tak bergeming, dirinya masih tenang dan diam menatap pacarnya lamat lamat.
''cinta saja tidak cukup Nakamoto. lagipula aku tidak cocok dengan sikap otoriter ibumu.'' ucapnya terbilang santai.
''sudah dibilang aku lebih cocok dengan Jaehyun dan kau dengan Wanda. itu akan menguntungkan untuk kita semua.''
''kita.'' Yuta berdecih
''aku mohon.''
Yuta mengusap wajahnya kasar. sudah berapa kali ia bicara bahwa hanya dirinya lah yang ia cinta, apakah tiga tahun kurang cukup untuk membuktikan seberapa besar cintanya.
''untuk diriku, Yut.'' ucapnya lagi.
Nakamoto Yuta pria urak urakan yang di segani oleh seluruh sekolah, namanya menjujung tinggi di dunia malam yang kelam, namun satu kekurangannya yaitu ia tidak memiliki status di masyarakat, keluarganya hanya di pandang sebelah mata, karna dari kalangan ekonomi menengah kebawah.
rahangnya mengeras, menatap perempuan cantik yang mau menemani hari harinya yang kelam.
''kamu yakin.'' ucapnya kemudian di balas anggukan mantap oleh Taeri.
''jangan menyesal Lee Taeri.''
dengan membawa kekecewaan yang sangat mendalam, Yuta pergi begitu saja meninggalkan gadisnya itu sendiri.
hari yang dimana harusnya menjadi kenangan indah kini berganti menjadi kenangan buruk. cafe menjadi tempat favorite nya, kini tak lagi sama. ia benci Lee Taeri, ia benci dirinya yang terlahir miskin. ia benci segala hal memori indah bersama Taeri.
.
.
.
tring....
pintu kafe kembali terbuka, menampakan sosok yang ia tunggu berjalan santai kearahnya. Taeri tersenyum menyambut kedatangannya.
''langsung saja, apa yang kamu mau Tae?.''
senyum Taeri tak perna berhenti, apalagi saat memandang sosok rupawan yang sudah memikat hatinya. dari wajah hingga hartanya Taeri suka.
''masalah hutang ayahku, aku tidak bisa membayarnya, Jae.'' ucapnya parau.
''tidak usah di pikirkan kalau seperti itu, kita sahabat terlebih lagi kau teman baik Wanda.''
Taeri menggeleng hebat, ada setetes bulir air matanya jatuh.
''mama ku sudah pergi, tak kuat dengan sikap tempramen ayah, juga judinya yang semakin menjadi.''
''dan Yuta sudah menyerah. katanya aku harus memikirkan jalan keluarnya sendiri.''
KAMU SEDANG MEMBACA
Consort ( Jung's royal)
Fan-Fictioncinta dan kejujuran saja tidak cukup untuk membuat suatu hubungan berjalan dengan lancar. #jaeyong #jaeren #jungfams #nafams
