''aku tidak ingin menikah!.''
di mansion Nakamoto, semua yang ada di ruang makan tersentak kaget mendengar penuturan Jaena barusan. ini masih pagi dan Jaena sudah membuat kegaduhan sebesar ini.
''Nakamoto Jaena, kau sadar apa yang barusan kau ucapkan.'' tegur sang kepala keluarga menatap anak ketiganya itu nyalang.
''aku sadar dengan apa yang aku ucapkan ayah.'' tanpa rasa takut Jaena berucap.
walau kembar, Ryuha dan Jaena memiliki karakter yang berbeda. Jaena lebih berani berpedapat dan mencurahkan hatinya dari pada Ryuha.
''lalu bagaimana dengan bayi yang sedang kau kandung, na.'' Wanda menatap sendu sang anak.
''ini aib Jaena, jangan main main. kau harus menikah dengan Jeno untuk menutupi semuanya. mau taruh dimana wajah ayah jika semua orang tau anak Nakamoto hamil di luar nikah.'' jelas Yuta.
''lalu bagaimana dengan Ryuha?.'' lagi lagi Jaena berucap tanpa rasa takut, matanya yang tegas menatap seluruh anggota keluarga.
''Ryuha pengecualian, Na. Jaehyun akan menikahinya.''
''tapi yah, nana tidak ingin melepaskan cita cita nana hanya karna bayi ini.''
''nana mohon yah... bun.. bantu nana.'' ucapnya lagi.
''BODOH, jika kau masih menggapai cita citamu kenapa berhubungan sex dengan Jeno.'' Soojin yang dari tadi menyimak, ikut berpendapat.
''DIAM, aku tidak minta pendapatmu.'' ucap Jaena sarkas. sedangkan Soojin menatapnya acuh.
''yang dikatakan Soojin benar, na. untuk apa kamu lakukan itu kalau kamu tau dampaknya untuk cita citamu.'' Wanda menuturkan kata katanya dengan halus, supaya sang anak dapat mengerti dan memahami maksud yang di sampaikan.
''itu sebuah kesalahan bun. bantu nana, please.'' mata tajam nya kini teduh, terlihat dari matanya yang penuh harap.
''apa kau tidak mencintai, Jeno?.'' pertanyaan Yuta mampu membuat semua orang terdiam.
''aku ingin menikah tapi tidak untuk waktu yang dekat.''
''Nakamoto Jaena, apa yang kau bicarakan!.''
Jaena menegang, mengetahui suara siapa yang tengah meneriakinya. Daejun, Hendery, dan juga Mark berjalan mendekat dengan wajah yang sulit di artikan.
kini Jaena menunduk, tak berani menatap kakak tertuanya itu. menurut Jaena, Daejun lebih menyeramkan dari pada Yuta ayahnya.
''jadi kau tidak ingin menikahi Jeno, iya?.'' tanya Daejun yang terus menatap adiknya.
'' bu bukan seperti itu kak, hanya saja
''hanya apa.'' potong Daejun,
''tenang Daejun.'' ucap Yuta menenangkan Daejun yang sudah sampai di puncak kemarahannya. sedangkan Hendery hanya berdiri tenang sambil tangannya menggenggam tangan Daejun.
''nak naiklah dulu keatas.'' ucap Wanda kepada Jaena.
Wanda tidak suka keributan, maka dari itu sikap yang paling tepat adalah memisahkan keduanya.
''liat anak yang selalu kalian bangga kan, ternyata mencoreng aib di keluarga ini.''
saat hendak naik, Jaena tertegun seperdetik atas ucapan Daejun yang menusuk hatinya. dengan setetes air mata yang jatuh, Jaena kembali menaiki tangga untuk sampai kekamarnya.
.
.
.
Jaena yang sedang melamun hampir loncat dari kasurnya karna tiba tiba ada tangan yang mengelus rambutnya. jantung Jaena hampir putus rasanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Consort ( Jung's royal)
Fanfictioncinta dan kejujuran saja tidak cukup untuk membuat suatu hubungan berjalan dengan lancar. #jaeyong #jaeren #jungfams #nafams
