cahaya mentari masuk kedalam celah celah hordeng jendela yang masih tertutup . namun tubuh yang masih tertutup selimut itu seperti enggan untuk bangun.
walau matanya terpejam, pikirannya seperti kaset kusut yang rusak.
memori memori indah, sedih, bahagia terus berputar di ingatan Taeri. entah ini murni karna ia tak tidur dari semalam atau memang hatinya belum siap menerima semua ini.
rasa sakit, kecewa dan marah semua menyerang dirinya secara bersamaan.
sudah banyak hal hal yang ia lalui untuk sampai ke posisi ini, dan sekarang semuanya hancur saat pencuri kecil masuk kedalam hidupnya.
saat sudah pengap oleh siklus udara yang buruk, Taeri membuka selimutnya sampai sebatas dada. dapat dilihat kantong matanya sedikit meghitam dengan wajah sayu.
''cih, penjahat kecil. akan aku buktikan kemampuan Lee~~~ bukan maksudku Jung Taeri yang sesungguhnya.''
kakinya yang ramping itu perlahan turun dari kasur. dengan langkah yang sedikit gontai, Taeri berjalan kearah cermin miliknya. walau umurnya sudah tak muda lagi, namun tidak ada perubahan pada wajah maupun tubuhnya.
umur boleh menginjak kepala empat dan memiliki 4 orang anak namun wajah Taeri tidak ada keriput, maupun kulit yang bergelambir.
dirinya tetap cantik dan awet muda.
''Nakamoto Ryuha sudah cukup aku diam selama ini, baik kalau kau ingin masuk ke istana ku. namun akan aku pastikan kau akan hangus terbakar didalamnya.'' Taeri menyeringai kecil menatap pantulan dirinya pada cermin. matanya seperti kobaran api yang siap membakar siapa saja yang menatapnya.
.
.
.
sudah lebih dari dua jam Taeri berias diri. ia tersenyum puas melihat hasil riasan dirinya. mata yang tajam serta rahang yang terlihat tegas membuat dirinya semakin cantik dan beraura.
deg!
senyumnya mendadak hilang saat samar samar mendengar Jaehyun mengikrarkan janji suci. setetes cairan bening jatuh membasahi pipinya. dulu, kata kata itu yang mampu meluluhkan hatinya dan membuat dirinya menangis bahagia, dan sekarang kata kata itu di ucapkan di hadapan wanita lain.
''kamu harus kuat.'' ucapnya kepada diri sendiri menghapus pelan pipinya yang sedikit basah.
tak
tak
tak
perlahan namun pasti Taeri berjalan keluar menggunakan gaun merah serta heel tinggi, menunjang penampilannya yang sangat kontras malam ini.
saat sudah berada di belakang mansion, Taeri berjalan dengan sangat anggunnya. menyapa beberapa kerabat maupun kolega yang di kenalnya.
dirinya berjalan kearah Jaehyun yang sedang berdansa dengan Ryuha. dapat Taeri lihat Jaehyun menghentikan gerakan dansanya.
Taeri tersenyum puas. karna Jaehyun masih terpikat oleh kecantikannya.
''maaf aku telat.'' ucapnya.
Jaehyun maupun Ryuha seperti enggan untuk membalas. membuat Taeri kembali tersenyum kali ini jauh lebih hangat.
mata adalah jendela dunia, tidak ada kebohongan dalam sebuah mata. walau senyumnya sehangat mentari, namun mata nya berkata lain. ada kesedihan yang teramat dalam terpatri di dalam matanya.
''berdansalah dengan ku, Jae.'' ucap Taeri lembut.
seperti terhipnotis dengan kecantikan Taeri, Jaehyun mengangguk setuju. tanganya yang semula menggenggam tangan Ryuha kini berganti dengan menggenggam tangan nya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Consort ( Jung's royal)
Fanfictioncinta dan kejujuran saja tidak cukup untuk membuat suatu hubungan berjalan dengan lancar. #jaeyong #jaeren #jungfams #nafams
