Bab 10

237 15 7
                                        

pernikahan Jaena dan Jeno akan di selenggarakan  satu bulan lagi, begitu pula dengan pernikahan Ryuha dan Jaehyun. kedua keluarga sudah sepakat mengikuti keinginan Jaena untuk mengadakan pernikahan bersama dengan saudara kembarnya.

dan untuk sebulan ini Ryuha terpaksa harus menetap dulu di keluarga Nakamoto, mengikuti tradisi yang sudah turun menurun di adakan saat ada yang melangsungkan pernikahan.

Ryuha masih menempati kamarnya yang tidak ada beda dari terakhir ia tinggali, yang berbeda hanyalah kenyamanan. di mansion Nakamoto, Ryuha seperti orang asing.

hari hari Ryuha hanya sebatas tidur, makan, mandi, dan melukis, itupun dilakukan dikamarnya. Ryuha memberi jarak antara dirinya dan keluarga yang lain. 

Ryuha menyibukan dirinya dengan mengekspresikan perasaannya lewat lukisan. Jaehyun yang menyarankan itu, dan itu memang sangat membatu untuk kesehatan mental Ryuha.

suara ketukan terdengar, membuat Ryuha menoleh dan melihat sosok yang ia rindukan berada di ambang pintu

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

suara ketukan terdengar, membuat Ryuha menoleh dan melihat sosok yang ia rindukan berada di ambang pintu.

''kak.'' segera Ryuha berlari dan memeluk kakaknya itu.

''kenapa masih di sini hhm?.'' Daejun membalas pelukan Ryuha dengan hangat. 

dalam pelukan Daejun, Ryuha menggeleng pelan. 

Daejun tau ketakutan dan kekhwatiran Ryuha. selama ini perlindungannya masih bisa menembus hati Ryuha sehingga adiknya itu memiliki kesakitan yang begitu mendalam. 

''kakak tidak akan memaksa kau ikut turun atau tetap disini. yang jelas kakak akan selalu ada untuk kamu, Ryu.'' 

''aku tau itu kak.'' 

keduanya melepas pelukannya, dan duduk bersebelahan di sisi kasur.

''bagaimana keadaan mu, Ryu?. apakah om Jae dan keluarganya baik terhadapmu?.'' tanya Daejun. 

Ryuha tersenyum. ''baik kak, mereka sangat baik terhadapku. aku sangat nyaman tinggal di sana.'' ujarnya.

senyuman itu sudah menjelaskan semuanya, mungkin Jaehyun baik terhadapnya tapi tidak untuk keluarga yang lain terutama Jeno. Daejun lebih mengenal Ryuha dari pada siapa pun, kapan ia sedih dan kapan ia berbohong. dan kini keduanya sudah Ryuha jelaskan pada senyumnya itu. 

''kakak, kenapa kalian tidak mengajakku?.'' suara cempreng itu membuat keduanya menoleh. 

dilihatnya Jaena yang tengah cemberut sambil membawa loyang kue di tangannya.

''aku juga adik kalian.'' hardiknya sedih.

Daejun dan Ryuha tersenyum. Jaena memang sangat manja dibandingkan Soojin. Ryuha bangkit dari duduknya dan membawa Jaena untuk masuk, membiarkannya duduk di antara keduanya.

''kalian tau waipo dari tadi marah marah terus, nanyain una dan kak Daejun.'' ucap Jaena.

''kau bawa apa, na?.'' tanya Ryuha, mengalihkan pembicaraan.

Consort ( Jung's royal)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang