part 17 : Forget anything

3 0 0
                                        

"Perasaan apa ini? Rasanya aneh, pengap, gelap , bingung. Tunggu bagaimana caranya keluar? Kenapa rasanya seperti terpenjara" Galaksi terus berusaha untuk keluar dari kegelapan membuka matanya perlahan . Dan Kegelapan pun memudar tergantikan dengan cahaya yang masuk lewat jendela kamar. Mata galaksi mengamati sekitar sambil memegangi kepalanya yang agak berat dia berjalan menuju cermin yg ada disudut kamarnya . Terpantau seorang gadis dengan piyama berwarna merah muda dengan rambut tergerai dia sadar kalau itu dirinya tapi yang akhir yang membuat dia reflek memekik keras adalah dia lupa siapa namanya!!!!

"Arggghhh apa iniii, siapa aku, kenapa semuanya rasanya asing? Bahkan pantulan dicermin itu? Itu jelas diriku tapi kenapa aku kehilangan memoriku?" Galaksi terduduk didepan cermin sambil berteriak tipis frustasi dia menarik narik rambutnya karena kesulitan untuk mengingat.

Aneh! Bahkan dirumah tempat galaksi bangun ini , ia ingat ini rumahnya tapi terlalu hening dan sangat senyap . Sedaritadi galaksi berteriak tidak ada satupun yang berusaha memasuki kamarnya sekedar untuk menenangkan galaksi.

Dan galaksi terlempar di memori yang ia rasa beberapa jam yg lalu dia terjebak di ruangan penuh alat bersama seorang lelaki wajahnya masih cukup jelas diingatan galaksi tapi naas nama lelaki itu juga hilang di memori galaksi! Apa apaan ini batin galaksi dia benar benar dibuat kebingungan karena memori nama saja yg benar benar lenyap dari kepalanya .

Dia pun mulai bertanya lalu kemana perginya anak lelaki itu? Kalau pun ini semua bentuk perangkap sihir kenapa hanya dia yang terjebak ? Galaksi pun mengatur nafas dan emosinya dia mencoba untuk berfikir tenang dan mencoba mencari solusi dengan bijak.

"Sia sia saja kalau aku berusaha mengingat namaku sendiri itu hanya akan buang buang waktu , sementara akan ku labeli diriku sendiri tanpa nama untuk memudahkan ku tapi sebelum itu ada baiknya aku mulai dengan mengecek rumah ini"

Semua tatanan bahkan sekedar buku,bolpoin,tas sekolah galaksi tidak ada satupun yg luput benar benar detail kalau ini pengaruh sihir harusnya pasti ada yang berubah rumahnya juga pasti terasa tidak familiar yangembedakan hanya tidak adanya seluruh keluarganya dirumah itu . Galaksi mulai bertanya tanya kenapa semua orang dirumah ini menghilang kemana perginya?

Galaksi yang kebingungan mulai menyisir semua ruangan dia melihati semua foto yang terpampang rapi didepan sebuah foto keluarga yang cukup besar disana ada gambaran dirinya dan ia yakini gambaran keluarganya walaupun kalau boleh jujur galaksi sama sekali tidak ingat siapa nama keluarganya itu .

Ada yang tidak benar disini, lebih baik aku berganti baju dan coba keluar dari rumah ini - batin galaksi.

Sebelum galaksi masuk kembali ke kamarnya ada sebuah buku album yang tiba tiba terjatuh tepat dibawah televisi , posisi buku itu terbuka tepat dihalaman tengah . Galaksi memberanikan diri untuk melihat lebih dekat gambar apa yang sebenarnya terbuka.

Di lihatnya Lamat Lamat foto yang terbuka . Di foto itu tergambar latar yang cukup asing seperti latar taman yang lengkap dengan teknologi super canggih, ada dua orang difoto itu perwujudannya kakek nenek yang saling menatap dan tersenyum .

Aneh! Galaksi ingat jelas wajah kakek neneknya dari orang tua baik ibu maupun ayah tidak ada yang berwajah sama dengan foto itu .

Lalu siapa dua orang ini? "Huh ayolaa galaksi kenapa sesulit ini hanya untuk mengingat nama - batin galaksi . Tapi sepersekian detik mata galaksi fokus pada dua kalung yang dikenakan olah kakek nenek itu.

"Hmm 2 kalung itu tidak terlihat asing dimataku , sepertinya aku juga pernah memilikinya tapi kalung apa ya itu?" Belum selesai mengidentifikasi foto galaksi dibuat sedikit terusik dengan bayangan yg terlihat mondar mandir di jendela depan rumahnya.

Jendela itu cukup tinggi , dan tertutup tirai putih yang lebar . Sehingga sulit identifikasi seseorang hanya melalui bayangan

Galaksi pun kembali memberanikan diri ,gadis itu mulai menyingkap tirai  dengan perlahan , cahaya matahari yang cukup menyilaukan

"Hah???" Galaksi masih dengan posisi menganga Se syok itu dia kini melihat sosok yang sedari tadi mondar mandir di jendelanya.

"Ka.. kamuu" suara galaksi sedikit gemetar . Kini galaksi benar benar merasakan pusing yang hebat

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Apr 02 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

GALAKSICerita yang bikin terobses. Temukan sekarang