Part 16 : Secret Laboratory?

41 5 1
                                        

tatapan mata galaksi dan venus masih tak percaya mereka berhasil kabur dari bahaya.  tapi ada yang berbeda dari ruang tata surya biasanya, mereka mencoba melihat sekitar banyak alat alat aneh yang sebelumnya belum pernah mereka temui. 

persenjataan yang cukup canggih menghiasi area tersebut, persenjataan yang bahkan belum pernah dilihat oleh venus maupun galaksi di bumi.  terpampang juga layar layar besar otomatis tempat mengatur dan menjaga kestabilan persenjataan tersebut. 

ruangan tersebut dibagi menjadi 4 bilik luas dengan sistem layar masing masing . bilik pertama tempat persenjataan layaknya senapan otomatis, bilik kedua persenjataan layaknya rakitan bom, bilik ketiga persenjataan eksperimen racun dan sejenisnya dan bilik keempat atau terakhir adalah persenjataan untuk penawar racun, dan obat- obatan apabila terluka. 


galaksi dan venus saling bertatapan sejenak 

do you know what i think galaksi?  tanya venus.

Secret labortory?  ucap galaksi dengan wajah selidik 

maybe, apa ini juga termasuk sistem pertahanan bawah tanah tata surya? 

"entahlah ven , kalung ini membuat kita berkeliling ke beberapa lokasi, dan gue bisa mastiin ini beda sama yang kemarin." 

disini semua serba otomatis apa gaada penjaga khusus dalam wujud manusia ? venus masih terus berkeliling sambil menyelidiki baginya terlalu aneh sistem se canggih ini tanpa ada pengawasan dari siapapun. 

tanpa sadar venus memasuki bilik ke satu dan terpisah dengan galaksi yang masuk bilik ketiga ,  senapan otomatis lengkap dengan data spesifiknya hampir ada 100 buah. venus segera melihat dengan teliti satu persatu data spesifiknya, setelah melihat keseluruhan venus memilih berbalik ke senapan otomatis serial nomer 42. 

" dengan data spesifik yang diperlihatkan, sepertinya alat ini adalah alat yang paling pas untuk menjadi pegangan, mengingat kemarin gue sama galaksi hampir diserang makhluk ganas warna item yang entah mukanya kemana. lu setuju kan gal kita bawa alat ini buat jaga jaga?" 

semenit.. dua menit.. hening. 

"gal? lu dimana?" kini venus mengulang panggilannya tetap tidak ada sahutan balas dari galaksi.venus baru menyadari kalau galaksi terpisah darinya ia mencoba menelfon galaksi tapi nihil tak ada jawaban. 

 sementara itu dibilik ketiga galaksi tidak menyadari bahwa venus pun tidak berada di belakangnya. ia melihat dan membaca satupersatu ramuan racun yang berjumlah 100 buah, dan galaksi tertarik dengan ramuan racun nomer 50 dimana racun tersebut dpat mengecoh lawan dengan 1000 bayangan refleksi diri. 

"menarik , ini akan sangat berguna buat gue dan venus kalo ada keadaan urgent lagi." galaksi segera memasukkan ramuan tadi ke dalam tas kecilnya. ia mencoba menengok ke belakang dan dia menyadari bahwa venus tidak bersamanya. 

"lah si venus kemana? venn?" ucap galaksi sambil berjalan dengan memegang tembok lab. pada saat hampir sampai ke pintu utama bilik ketiga naas galaksi tertarik oleh tembok lab yang membuatnya berada di tembok lab bagian dalam (berlawanan arah) 


" arrrgghhh" teriak galaksi spontan karena kaget, dan terdengar oleh venus. venus segera berlari menuju sumber suara galaksi berteriak dia tau betul kalo galaksi berteriak dari bilik ketiga. 

"gal.. galaksiiiii lo dimanaaaa??? gallll jawab gue gaal!!! teriak venus sambil menyusuri seluruh ruangan tapi nihil galaksi tidak menjawab. 

sementara itu di sisi lain tembok lab... 

" hmm kalo diliat dari strukturnya ruangan ini di desain kedap suara dan dari kursi yang terlihat sepertinya ini ruangan pertemuan rapat khusus para pasukan" pikir galaksi. 

tiba tiba layar utama terbesar di lab yang sekarang ada di depan galaksi menyala sendiri, hal tersebut sontak membuat galaksi sempat kaget. 

" tuan putri galaksi perkenalkan nama saya profesor edward , apabila putri sudah menemukan video cuplikan saya ini ada kemungkinan saya telah ditangkap oleh pasukan musuh. jadi ntolong dengarkan baik baik ucapan saya tuan putri." ucap lelaki paruh baya berjas lab putih dan berkacamata di layar itu. 

" Saya adalah profesor persenjataan khusus dibawah pemerintahan pertahanan bawah tanah sistem tata surya, semua alat- alat yang bisa anda liat dengan data spesifik ini sudah saya rancang untuk transparan di hadapan musuh. saya menggunakan  data lock face sehingga hanya pangeran dan tuan putri yang dapat melihat persenjataan khusus itu. oleh karenanya saya mohon untuk menggunakan alat alat itu dengan bijak dan sesuai dengan kegunaannya dan saya mohon agar tidak ada satupun alat persenjataan khusus yangjatuh ke tangan musuh. " ucap profesor edward panjang lebar. 

" semoga berhasil tuan putri, saya percaya anda dan pangeran bisa menggunakan alat alat buatan saya ini dengan baik" ucap profesor terakhir dengan tersenyum kemudian "clap" layar kembali mati total. 

galaksi hanya bisa tertegun, yah kali ini ada tanggung jawab baru yang ia terima. namun lamunan galaksi segera berhenti mengingat venus pasti sekarang kebingungan mencarinya. 

"oke sekarang gue musti ngapain untuk bisa keluar dari ruangan ini? gue teriak juga gabakalan denger si venus ini kedap suara coba gua pegang lagi aja apa ya dinding yang bikin gue masuk" batin galaksi sambil mempraktekkan gerakan tangannya yang terakhir pada tembok lab itu. 

seketika tembok lab itu bergerak lagi, galaksi segera memanfaatkan kesempatan itu untuk keluar, namun karena sepatunya sempat tersangkut tembok galaksi terhuyung. 

"ughh bakalan jatuh kebanting nih" pikir galaksi dengan mata terpejam. namun bukan perasaan terbanting ke lantai yang ia rasakan melainkan ada tangan tegap yang memegang lengannya dan sukses membuat galaksi "lolos" dari jatuh terbanting. 

"gal lu gapapa?" ucap venus serius terlihat raut wajahnya cukup khawatir. 

" gapapa cuman sepatu gue yang nyangk.." belum selesai galaksi bicara, venus sudah memeluk galaksi erat , galaksi kaget bukan kepalang wajahnya mungkin sekartang sudah hampir seperti kepiting rebus. 

" gue khawatir tau gal gue nyari ke semua bilik dan gue ga nemuin elu, eh malah tiba tiba nongol dari tembok" 

" ven bisa lu lepas dulu gak pelukan lu, gue gabisa nafas" 

" oke maaf gal, gue reflek hehe" ucap venus dengan ekspresi nyengir dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal. 

"tadi di ruangan sebelah gue ketemu seseorang, tapi virtual gitu cuman di layar besar aja kata dia, dia itu profesor yang ngerancang seluruh alat disini. kalo video cuplikan dia keputer kata dia itu tandanya dia udah ketangkep dan dia nyuruh kita bijak milih alat untuk pertahanan" 

" gue udah ambil semua sih gal, except yang dibilik ketiga karena khawatir elo ketahan kalo gue ambil alat yang ada disini" 

" hehe sebelum keperangkap di lawan tembok ini gue udah ambil salat satu ramuan racunnya sih " ucap galaksi sambil menunjuk tas kecilnya.  

" okee berarti sekarang kita mikir lagi gimana caranya teleportasi lagi dari ruangan ini" ucap venus yang dijawab angukan oleh galaksi 

sementara di seberang sana , tanpa sadar ternyata sudah ada yang mengawasi segala gerak gerik venus dan galaksi dari kejauhan.


 

GALAKSITempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang