part 15 one day galven ( part 5)

79 4 0
                                        

Semakin mendekat , mendekat , mendekat dan akhirnya...

Menempel!!!



"Hwaaa ini syaiton, devil ato apasih!! woi ven musti gimana kitaa?!" galaksi bertanya lagi setelah pertanyaan awalnya yang tak kunjung mendapat jawaban dari venus.

" hmm tunggu dong gal, gua lagi mikir ini, emm bentar bentar tinggal sesuap lagi nih nasi teriyaki gua, gua makan dulu ya biar nggak mubazir" ucap venus sambil memasukkan sesuap nasi terakhir yang ada di box ricenya.

"Keadaan seserem ini masih bisa mikir makaan, lu sadar ga sih venn!!!" ucap galaksi frustasi , tanpa sadar kedua tangan galaksi refleks memegang wajah venus dan menepuk nepuknya dengan harapan agar venus segera sadar. 

"Hmm kalo kek gini mah, tuh cecunguk diluar gamau pergi juga gapapa. Abis lu jadi super perhatian sama gua gal " timpal venus sambil melepaskan tangan galaksi dari pipinya, venus pun tersenyum dan mencubit hidung galaksi karena gemas.

"Emang minta ditelen idup idup nih orang hhh" batin galaksi kesal.

Namun saat ini raut ekspresi venus sudah berubah 360 derajat, raut wajahnya tampak berfikir  serius.

"Gal, sekarang tautin kalung kita dulu" ucap venus ke arah galaksi.

Tiba tiba ada suara berat dan menggelegar dari arah luar ...

"Hahaha sekarang percuma saja kalian mengaitkan barang itu, itu tidak akan berpengaruh ke tubuh kami hahaha. Bukankah kamu yang sudah memanggil kami tuan putri galaksi" ucap salah satu makhluk berjubah hitam dari luar .

"Mm..ma..mak..suud..nyaa? Gua gapernah manggil kalian" ucap galaksi dengan ekspresi tak percaya. 

"Hmm tuan putri galaksi lupa rupanya" senyum licik dibalik jubah hitam itu terkekeh pelan yang semakin membuat galaksi panik. 

"eheem, gua menyela bentar itu kalo ngeliatin galaksi gausah segitunya napa" Celetuk venus tiba-tiba dengan wajah setengah manyun.

"Astagfirullah, sempet sempetnya ngomong begitu, di situasi ribet gini" batin galaksi sambil memutar kedua bolanya karena tak habis pikir dengan ucapan venus barusan.

Salah satu makhluk berjubah hitam lainnya pun maju mendekat ke arah kaca tempat venus duduk. tangannya mengeluarkan cahaya, dan muncul senjata semacam tombak. dari ujung tombak muncul cahaya hitam berbentuk seperti gumpalan awan mendung pekat.

" venus awassss!!!!!" teriak galaksi spontan saat sadar bahwa venus justru dalam keadaan melamun, saat cahaya hitam itu dalam posisi yang sangat dekat dengan wajah venus.

terjadi hal aneh, seolah terhipnotis venus hanya melihati cahaya hitam itu, perlahan tatapannya terlihat makin kosong. Galaksi yang menyadari bahwa teriakannya tidak di respon oleh venus langsung memunggungi cahaya gelap itu, wajahnya bahkan hanya berjarak 2 cm dengan wajah venus. walaupun begitu, venus tetap dalam keadaan diam matanya terbuka namun tubuhnya kaku tak bergerak sama sekali.

" kalung bintang, ku mohon bantu kamii" ucap galaksi sambil memejamkan mata dan memegang kalung bintangnya. wajah galaksi tampak frustasi karena tidak tahu harus berbuat apalagi.

tiba- tiba cahaya kemerahan keluar dari kalung bintang milik galaksi, cahaya merah tersebut membentuk tameng di punggung galaksi. tameng itu sukses membuat kekuatan dari makhluk berjubah hitam menghilang.

sementara di luar kereta gantung ... "

"komandan apa yang harus saya lakukan sekarang? kekuatan saya untuk menghipnotis dihalangi oleh tuan putri galaksi, padahal sedikit lagi saya akan berhasil mempengaruhi alam bawah sadar pangeran venus" ucap makhluk berjubah hitam pemegang tombak.

GALAKSITempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang