15. Overthinking Level Maksimal

38 6 0
                                        

Selama perjalanan pulang, hati gue udah berdebar ngga karuan. Baru kali ini gue duduk sedeket ini loh, apalagi di boncengin Taesan. "selamat atas menangnya" ucap dia.

"M-makasih kak" jawab gue malu-malu.

"Seira mau makan apa? hari ini biar gue traktir"

"ngga usah kak"

"kenapa? lo ngga mau makan sama gue?"

"bukann kak, ngga enak nyusahin kakak mulu"

Dianterin sama lo aja, gue udah seneng banget Taesan. Apalagi lo mau ngajak makan bareng, Tapi Rasanya malam ini gue bakal susah tidur karena kebanyakan mikir 😭

"berarti gue anggap lo mau" ucap Taesan mulai mempercepat laju motornya.

Ini lama-lama gue bisa kegeeran tingkat tinggi. Bisa ngga sih ngga usah ngasih harapan?

Tapi kalaupun perhatian ini cuma karena lo baik ke semua orang, gue juga udah cukup seneng. Kalau bisa sih jangan, gue berharap bangettt.

"Seira? lo ngga turun?"

Gue langsung tersentak dan menoleh sekeliling. "U-udah sampai kak?"

"iya, tuh warung nya"

"oh iyaa, udah sampai ternyata" ucap gue dengan tawa kikuk.

Taesan cuma menggeleng ngeliat kelakuan gue sambil tersenyum. "sini.." Taesan melepas helm yang gue pakai, lo tau kejadian selanjutnya apa?

Gue sama Taesan saling tatapan selama 10 detik, gilaaaaaaaaaaaa.
Jantung gue benar-benar berdetak cepat banget iniiiii. Semoga sih Taesan tidak mendengar😣

"pfffttt...muka lo lucu banget" Taesan terkekeh kecil.

"K-kenapa kak? ada apa di muka ku?"

Taesan nya bukannya ngejawab pertanyaan gue, dia malah mengacak-ngacak rambut gue.

"ngga ada apa-apa kok" kemudian meletakkan helm ke motornya.

Karena gue kepikiran kejadian tadi, jadi gue langsung pergi ke toilet dekat warung yang kami kunjungi. "sebenarnya ada apa sih dimuka gue?" ucap gue sambil bercermin.

Kebetulan lagi di kamar mandi, gue sedikit berdandan dulu. Supaya Taesan terpikat dengan gue😌

Sementara gue sibuk, sih Taesan memesan makanan untuk kami berdua. Tiba-tiba notifikasi muncul di hp gue. 'masih lama dandan nya?'

Kaki gue pun lemas seketika. "E-eh mba gapapa??" ucap perempuan sebelah gue yang lagi berkaca.

"gapapaa kak" sambil pura-pura poker face.

Sebenarnya gue malu banget, mana diliatin gitu sama mba nya. Mau tarok dimana lagi muka gue, hei!?

Gue berjalan menuju meja yang terlihat Taesan sedang bermain hp. Terlintaslah dipikiran gue, Sungho kan seangkatan sama Taesan. Harusnya kan dia ke tempat les, belajar UTBK kan?

"kak, ini serius gapapa kakak disini?"

"hmm...emang kenapa?"

"soalnya aku ngga mau ganggu waktu kakak"

"gue ngga ngerasa ke ganggu kok"

Disaat kami berbicara, tukang bakso datang menghampiri. Meletakkan salah satu mangkok berisi bakso dan satunya mie ayam kesukaan gue. "makasih bang" balas gue.

"lo biasanya suka mie ayam ya?" sahut Taesan.

"iyaaa kak, mau cobain juga?" ucap gue menawarkan.

"ngga usah.. lo aja yang makan"

"ngga apa-apa kak, ini Cobain aja"

"lo suka bakso?"

"sukaaaa"

"selain itu lo suka apa lagi?"

Disaat gue mau sruput mie nya, gue tersedak dengan pertanyaan Taesan barusan. "U-uhuk.."

Taesan yang melihat, langsung mengambilkan es teh yang berada didepan nya. "lo gapapa?" tanya nya cemas.

Gimana gue ngga tersedak, tiba-tiba Taesan nanya begitu. Ini sekarang gue harus balas apa??

"maksudnya apa tadi kak? aku kurang paham" Gue coba nenangin diri. Tapi entah kenapa, Taesan malah keliatan lebih serius dari biasanya.

"gue denger bentar lagi lo mau ultah, jadi gue rencana mau ngasih lo hadiah"

Tunggu sebentar, dia tau darimana kalau gue mau ulang tahun. Sungho yang ngasih tau atau dia cari tau sendiri?

"O-oh gitu yaa, aku suka..."

Gue hampir aja ngomong 'suka sama kak Taesan'. Tapi kalau gue beneran ngomong... gue masih siap nggak ya?

"macaroon, sama yang manis-manis sih aku suka"

Taesan menganggguk saja ketika gue ngomong itu,

"Manis-manis..." ulang Taesan singkat.

Gue langsung menoleh mendengar itu. "Kenapa kak?"

"Ngga apa-apa" jawabnya sambil ngaduk minuman di depannya.

Tapi entah kenapa, hari ini Taesan beda. Biasanya dia nggak terlalu banyak nanya, tapi sekarang dia kayak... lebih memperhatiin gue.
Gue jadi mikir sendiri lagi deh.

Jangan-jangan dia cuma basa-basi ya?!
atau emang dia lagi baik aja hari ini?

"lo suka yang manis berarti" ucap Taesan tiba-tiba.

"I-iya..."

"Berarti nanti gue inget"

Deg

"K-kenapa emangnya kak?"

"kalau nanti kita jalan lagi, gue beliin"

Tuhkan, lagi-lagi buat hati mungil gue terkejut. Udah rapuh banget ini hati gue, tolonggggg.

Senang sih... tapi jujur gue jadi bingung sendiri kalau Taesan tiba-tiba se perhatian ini 😳

ChAsE x TaEsAnCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang