18. Uneasy

29 5 0
                                        

Saat gue membantu teman-teman yang lain membawa barang-barang ke tenda kelompok. Seorang kakak kelas menghampiri gue. "Seira" sapanya.

"K-kak Leehan?" balas gue terkejut.

Gue baru tau ternyata kak Leehan ikut perkemahan kami juga. Kayaknya dia sebagai pembina, kalau gue lihat dari seragam nya. Memang benar sih.

"berat ngga? mau gue bantuin?" tawarnya.

"ngga usahhh kak, aku masih bisa bawanya kok"

"yakin? keliatan nya berat" ucapnya lagi melihat banyak nya barang bawaan ditangan gue.

Karena gue ngga mau terlalu berlama-lama, gue pun izin pergi duluan. "kak, aku antar barang ini dulu ya kak" ucap gue.

"O-oh iya..kalau perlu bantuan, nanti bilang aja ke gue"

"siappp kak.." balas gue dengan tangan hormat.

Leehan yang mendengar hanya tertawa kecil, lalu membiarkan gue pergi.

Cukup mengejutkan dengan kehadiran kak Leehan ini. Tapi lebih mengejutkan lagi kalau 'Taesan' tiba-tiba datang kesini. Bagaikan petir disiang bolong.

"cukup ya Seira, lo mikirin orang itu" ucap gue ke diri sendiri.

Disaat gue berkelahi dengan pikiran gue, seseorang menghampiri gue lagi. Seakan pengen sadarin gue dari pikiran-pikiran ngga guna.

"Woiiii Seira" teriaknya dari jauh.

"ngapain sih orang ini teriak-teriak ngga jelas"

Woonhak belari kecil, hingga sekarang berada dihadapan gue. "apa?!" tanya gue sewot.

"biasa aja sih" balasnya.

Woonhak melihat sekeliling seakan tidak ingin ada yang tahu tentang pembicaraan ini. "gue dengar anak kelas 12 mau kesini besok"

Kalau Taesan benar-benar datang...

Apa gue masih sanggup pura-pura biasa aja setelah dengar rumor itu?

Padahal gue sangat berharap untuk tidak ketemu dulu sama Taesan. Sekarang malah dia mau datang.

"kata siapa? lo tau darimana?" tanya gue.

"gue dengar dari kakak pembina disana" ucapnya sambil menunjuk posko pembina.

"salah dengar kali lo, ngapain juga anak kelas 12 kesini. mereka tuh lagi sibuk sama ujian masuk kuliah"

"tumben benar lo ngga excited, apalagi ini tentang Taesan"

Benar, gue lagi ngga mau ketemu sama dia. Asal lo tau Woonhak, hati gue ini masih belum siap nerima kalau apa yang dibicarain oleh Olivia itu ternyata memang iya.

Kalau dipikir lagi, gue seperti lari dari masalah ya?

Untuk sesaat gue melamu lagi. Woonhak pun menyadarkan gue dengan tepukan kecil ke bahu gue. "jangan ngelamun, apalagi disini" ucapnya.

"kenapa?" tanya gue bingung.

"katanya disini banyak penghuni, nanti lo bisa kemasukkan" ucap Woonhak pelan.

"jangan dong"

"makanya jangan melamun terus"

Karena kita masih punya urusan masing-masing. Gue sama Woonhak berpisah, melanjutkan pekerjaan yang diperintahkan oleh kakak pembina.

Kegiatan gue sekarang membantu teman-teman yang lain untuk mendirikan tenda, sesuai arahan kakak kelas. Gue berharap hari ini ngga hujan, karena awan terlihat mulai gelap. Nanti bisa-bisa gue sama yang lain kena hujan, terlebih nanti susah ngendiriin tendanya lagi 😭

Padahal setau gue, ini belum memasuki musim hujan. Tapi apa memang daerah ini doang yang selalu hujan?

Sehabis mendirikan tenda dengan penuh effort, gue berbaring didalam. Rasanya gue lelah banget hari ini. Acara perkemahan juga masih belum mulai 🤧

"Seira lo ngga mandi?"

"nanti lah" jawab gue masih memejamkan mata.

"buruan sana, nanti antrian nya keburu panjang"

"secepat itu?"

"iyaaaa, kamar mandi cuman ada 5 sedangkan kita sebanyak ini"

"kamar mandi cuman 5?!" ucap gue membelalakan mata.

Gue baru ingat, ini kan di hutan. Bisa-bisanya gue lupa dimana gue sekarang. Setelah mendengar itu, dengan cepat gue pergi ke kamar mandi. Ternyata gue kebagian antrian ke 6 dongggg.

Terlebih orang-orang ini cukup lama juga mereka mandinya. Kalau begini, bisa-bisa udah malam gue mandinya. Lampu ke arah tenda juga ngga terlalu terang. Plis lah gimana ini?????

Setelah drama itu, gue akhirnya jalan ditengah lampu yang seadanya. Gue seharusnya bawa senter. Tapi karena buru-buru, gue jadi lupa bawanya.

"hati-hati jalannya" ucap seseorang dari belakang.

Gue menoleh. "kak Leehan?"

"ngapain sendirian?"

"Aku tadi habis ke kamar mandi..."

"senter lo mana?"

"ketinggalan di tenda, lupa bawanya" ucap gue.

"Hah..." Leehan menghela napas pelan. Lalu menyinari jalan pakai senter sambil berjalan di samping gue.

Ntah ini perasaan gue saja, hari ini kok gue sering ketemu mulu sama kak Leehan 🙃

ChAsE x TaEsAnCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang