Hari nya telah tiba, rasa senang, gugup, sedih bercampuk aduk. gue senang karena ini pertama kali nya gue ngerasa camping, sebelum nya gue ngga dibolehin sama ortu. Gugup karena nanti disana ada perlombaan antar regu. Sedih nya karena 3 hari mendatang, gue ngga bisa ngeliat muka Taesan 😭
"hati-hati disana, jangan pisah dari kelompok, dan dengerin apa kata guru"
"iya mah, aku kan anak nya penurut"
"jangan lupa selalu berdoa"
"iyaaa pah..."
Setelah gue berpamitan dengan kedua orang tua, kemudian gue berjalan menuju lapangan yang telah diumumkan kemarin. Disana sudah mulai ramai dengan siswa kelas 10-11.
Disaat gue berdiri dibarisan kelompok, gue mendengar pembicaraan Olivia yang adik kelas 'kesayangan' Taesan. Sebenarnya gue penasaran tentang rumor itu, tapi gue belum bisa pastiin rumor yang selalu dibilang anak-anak lain itu benar atau tidak.
Gue pun menguping pembicaraan mereka. Disitu gue cukup shock, lebih tepat nya sangat shock. Dia bilang kalau dia udah jadian sama Taesan.
"beneran lo udah pacaran sama Taesan?" sahut teman sebelahnya.
"serius?" sahut teman-teman yang lain.
Gue awalnya cuma nguping iseng.
Sampai akhirnya gue dengar satu nama yang bikin gue langsung menoleh. 'Taesan'
"iya, aku sama Kak Taesan udah jadian" ucap Olivia lagi.
Deg
"njir" gumam gue.
Gue yakin tadi gue salah dengar.
Baru kemarin dia ngajak gue makan.
Baru kemarin dia nanya hadiah ulang tahun yang gue suka.
Baru kemarin dia bilang bakal ngingat kesukaan gue.
Jadi semua itu apa?!
Sekarang gue malah ngedengar dia udah jadian sama adik kelas kesayangan dia ini?
Ini gue ngga salah dengar kan?
Saat itu juga mood gue langsung ngga ada, yang ada hanya overthinking karena hubungan Taesan sama Olivia itu. Tapi kalau semua itu ngga benar, buat apa juga Olivia ngelakuin hal itu?
Rasanya otak gue penuh dengan banyak pertanyaan. Gue pengen nanya langsung ke Taesan, tapi ponsel gue udah dikumpulin ke kakak pembina. Gue harus apa sekarang?
"semuanya silakan rapikan barisannya, luruskan dengan barisan paling depan" ucap salah satu pembina.
Sebelum kami berangkat ke tempat perkemahan, acara dimulai dengan upacara kemudian pembekalan dari para guru yang akan ikut nanti.
Gue mencoba untuk mengesampingkan hal-hal yang bersangkutan dengan Taesan. Gue ngga mau orang-orang tau perasaan gue ini. Rasa suka gue ke dia, cukup hanya orang-orang terdekat yang tau.
"pssttt...Seira" bisik seseorang dari belakang.
"Lyra?" batin gue.
Ketika gue menoleh ke arahnya, dia melambaikan tangan ke gue kayak orang yang baru ketemu setelah bertahun-tahun. Gue ngga tau kenapa dia kegirangan begitu.
Karena merasa ngga enak, gue pun balas sapaan nya dengan melambaikan tangan kembali.
Tapi kalau di ingat-ingat lagi, memang sih kita berdua jarang ketemu. Padahal masih satu lingkup sekolah.
Setelah pembekalan, gue dan teman-teman yang lain naik ke mobil truk tentara. Didalam terdapat 2-3 regu, ternyata kelompok gue sama kelompok Lyra termasuk mobil yang sama.
Gue duduk didekat Lyra, sepanjang perjalanan kami ngobrol panjang. Karena gue lagi ngga mood, gue hanya mendengar kan omongan dia bahkan itu pun gue ngga nyimak sama sekali.
"lo gapapa?" tanya Lyra tiba-tiba.
"G-gue gapapa kok, kenapa emang?"
"nggaaa, hari ini muka lo keliatan sedih" Lyra menatap kedua mata gue. "mata lo juga kayak merah"
"M-masa sih? lo salah liat kali"
Gue pun mengalihkan pembicaraan untuk menutupi perasaan yang gue rasain ini. "oh yaaa, lo bawa barang apa aja?"
Sebenarnya gue mau curhat ke Lyra, tapi gue ngerasa bingung. Apa ini harus di omongin? sedangkan gue hanya sebatas adik kelas temannya. Gue bukan siapa-siapa nya dia.
Sampainya gue di tempat perkemahan, pikiran gue merasa terahlihkan. Pemandangan hutan yang hijau ini membuat gue ngerasa damai. Udara sejuk yang gue hirup membuat rasa sesak gue lepas.
Gue nggak tahu ini cuma capek... atau emang hati gue yang mulai menyerah duluan. Tapi satu hal yang selalu gue ingat dan gue pegang.
Jika kita menyukai seseorang, Maka kita juga harus bisa belajar mengikhlaskan.
KAMU SEDANG MEMBACA
ChAsE x TaEsAn
RomansaTaesan sang pemilik nama yang menarik perhatian *⁀➷ Seira
