Keesokan paginya kami diisi dengan senam bersama yang dipimpin oleh para kakak pembina, sebagai instruktur senam.
Kami yang masih setengah sadar pun mengikuti gerakan senam tersebut meski tidak tau apakah benar atau tidak gerakannya. Karena rasa mengantuk masih ada, begitu juga teman-teman yang lain yang hanya menggerakkan badan saja tanpa terlalu mengikuti gerakan kakak pembina.
"pssttt... Seira"
Gue menoleh ke arah samping. "apa?" tanya gue.
"liat tuh, itu kak Suho kan?" tanya Lyra sehabis memanggil gue.
"mana?"
"ituuu, dekat pos pembina"
Disaat itu gue melihat Suho bersama teman-teman yang lain, seperti Jaehyun dan Riwoo. Tapi satu orang lagi tidak ada terlihat. Benar, yaitu Taesan tidak ada disana.
Ntah gue harus merasa bersyukur atau ngga, cuman anehnya gue ngerasa kesal. Gue bukan berharap dia datang, tapi kan...
"Ra?"
"ya?"
"senam Ra, nanti lo dapat hukuman"
"emang ada hukumannya kalau ngga senam?"
"ada, suruh mungutin sampah disekitar kita"
"serius?"
"iyaaa, lo ngga dengar?" ucapnya yang langsung gue balas gelengan kepala.
Gue pun mulai fokus ke gerakan senam, meski pikiran ntah dimana.
Sehabis senam, kami bersiap untuk kegiatan selanjut nya. Mengikuti permainan yang telah disiapkan kakak pembina. Setau gue total permainan ada 7 macam.
Misalkan kelompok kita banyak mendapat juara dari permainan itu maka kita dapat hadiah. Masalahnya tidak semudah itu permainannya.
Terlebih ada outbound ini, dimana kita juga manjat yang mirip jaring laba-laba. Gue paling ngga suka sama permainan kayak gitu terlebih tingginya lumayan. Apalagi gue takut banget sama ketinggian 😭
help meeee!!!!
"semangat Seira!" teriak teman-teman sekelompok.
Gue disitu hanya tersenyum pahit, sambil menunggu giliran sebentar lagi.
Sebelum itu gue berdoa dulu, dengan hati yang sudah berkali lipat berdegup kencang dari biasanya. Tangan gue juga mana udah dingin banget ini.
Dengan keberanian yang gue kumpul, gue akhirnya menaiki jaring laba-laba itu. Meski agak lama gue naik nya, karena ini butuh effort yang tinggi:)
Setelah gue berhasil turun dari outbound itu, gue duduk di rerumputan sambil bernapas lega. Ngga pernah gue ngerasa se bersyukur ini duduk diatas rumput gini.
Disaat gue lagi mengatur napas, seseorang lewat sambil berbisik. "jadi dia orang yang disukai Leehan?"
Gue pun melihat sekeliling, memastikan siapa orang yang lagi mereka bicarain. Bukan bermaksud kegeeran, tapi orang yang ngomong itu sambil menatap kearah gue. "maksudnya gue?" ucap gue dalam hati.
"Woi bocil!" teriak seseorang dari jauh.
Karena merasa familiar dengan suaranya, gue langsung menoleh ke arah sumber suara.
Terlihat Taesan sedang berjalan ke tempat gue berada. Ntah ini halusinasi atau ngga, gue ngga bohong kalau yang gue lihat sekarang ini beneran Taesan.
"Seira" sapanya lembut.
Benar-benar orang aneh, tadi dia manggil gue bocil. Dan sekarang malah manggil nama gue. Bikin orang lain bingung aja.
Gue pun berdiri dari duduk. "kak Taesan? kok bisa ada disini?" tanya gue heran.
"gue kira lo udah tau"
Maksud nya 'gue tau' itu apa?
Darimana coba gue bisa tau kalau dia ada disini. Ketika itu gue baru teringat kata-kata Woonhak kemarin.
"emang ada hal apa kak Taesan kesini?"
"lo ngga senang gue disini?"
Gue diam sejenak, dengan pikiran yang teringat kembali tentang Olivia itu. "kak Taesan ada hubungan apa sama Olivia?" tanya gue tiba-tiba.
"Oliv?" ucap nya seperti memikirkan sesuatu. "seingat gue, ngga ada hubungan apa-apa sama dia" sambungnya lagi.
Sebenarnya gue malas ngomongin tentang ini, karena memang ngga penting sebenarnya. Cuman karena rasa penasaran gue terlalu tinggi, gue ngga bisa diam dengerin rumor yang ngga jelas itu.
"kak Taesan tau kalau sekarang banyak banget rumor tentang kakak sama Olivia?"
"rumor? soal apa?" ucap Taesan dengan mengernyitkan dahinya.
"kak Taesan pacaran sama dia"
"Olivia?" tanya Taesan yang masih mencoba memahami perkataan gue.
Melihat ekspresi nya dia, gue yakin kalau itu semua ngga benar. Tapi alasan Olivia itu buat rumor kayak gitu apa alasannya?
Kalau karena dia suka kak Taesan, itu bukan solusi nya biar ngga ada yang deketin Taesan kan?
Benar-benar gue ngga bisa nemu alasan yang cocok dengan ulah yang dibuat Olivia itu.
Karena gue udah nanya ini, rasanya malu juga gue tiba-tiba kesal dan nanya soal hubungan dia sama Olivia.
"lo belum jawab pertanyaan gue" sahut Taesan.
"pertanyaan? emang tadi kak Taesan nanya apa?"
"senang ngga gue disini?"
Balas apa nih gueeee?????
Ngga mungkin gue jawab 'iya' terus langsung meluk dia kan? bukan siapa-siapa nya dia juga.
"emang harus aku jawab ya?"
"harusnya iya, karena jawaban lo bisa gue senang"
Tanda apalagi ini sih yang lo buat Taesan?
Udah cukup ya lo beri tanda-tanda ke gue selama ini. Gue bakal balas perbuatan lo yang udah buat gue overthinking mulu.
"Kak Taesan..."
"Hm?"
"Kakak..."
Gue menarik napas dalam-dalam.
"Sebenarnya..."
Belum sempat gue melanjutkan, suara peluit dari kakak pembina menggema.
"SEMUA PESERTA KUMPUL!"
KAMU SEDANG MEMBACA
ChAsE x TaEsAn
RomanceTaesan sang pemilik nama yang menarik perhatian *⁀➷ Seira
