very sick🪨

55 10 0
                                        

#enjoy the story #

Langkah kaki tergesa itu menggema di sebuah lorong rumah sakit yang terletak di pusat kota,nafasnya tercekat dan berantakan raut mukanya tidak terbaca,yang jelas orang ini sedang ketakutan.

"Bang Dan...."
Dia hanya bersuara lirih untuk mendapatkan atensi saat ia melihat seseorang yang ia kenal tengah duduk memeluk dirinya sendiri di depan sebuah ruangan yang kini sedang tertutup.
Tidak ada reaksi apapun,hanya tatapan sendu dan kosong yang menyapanya,hatinya mencolos, sebenarnya takdir apa yang tengah ia jalani saat ini?Tara lelah, sungguh.Ketika dia akan merasakan sedikit saja kebahagiaan,sesuatu bagian dari hidupnya akan jauh berbanding terbalik menyerang dirinya sampai titik terendah,seakan nggak menyisakan ruang baginya untuk bernafas,sangat menyesakkan.

"Ayah....ketemu om Jeri...."
Tara paham tanpa harus dijelaskan,masalalu ayahnya pasti penyebab utama mereka ada di rumah sakit saat ini,miris seseorang yang dulu selalu dia anggap super heronya ternyata menyimpan banyak kesakitan,kalau boleh jujur sebenarnya Tara nggak pernah membenci ayahnya itu,dia cuma benci takdir yang di dapatkan ayahnya,Gangguan Kepribadian Ambang (Borderline Personality Disorder atau BPD)Penderita mengalami ketidakstabilan emosi yang sangat ekstrem, takut akan penolakan, dan memiliki dorongan impulsif yang tinggi. Mereka sangat rentan melakukan perilaku melukai diri sendiri (self-harm) atau memiliki dorongan bunuh diri sebagai pelampiasan rasa sakit batin.
Selama bertahun-tahun Ayah Arjun adalah penderita BPD,,yang Tara tau ini semua terjadi saat ayah kehilangan bunda,tapi sebenarnya ayah Arjun sudah sakit cukup lama,saat itu di waktu beliau masih remaja,saat kembaran istrinya mergang nyawa di depan matanya,saat itulah penyakit jahat itu mulai menguasai dan mengambil alih kewarasan ayah Arjun,namun berkat kesabaran bunda,ayah Arjun sembuh,,tapi karena ia harus melewati kejadian mengerikan untuk kedua kalinya,ayah Arjun menyerah,dia gatau lagi caranya untuk sadar dan waras.

"Bang gue capek..."

"Gue tau"
Daniel hanya menghela nafas lelah,air matanya sudah kering,dia terlalu lelah untuk menangis.

"Tadi gue lihat pake mata kepala gue sendiri...Ayah hampir motong pergelangan tangannya.. di depan om Jerry Tar,,gue takut..bajingan itu sekarang udah mulai gerak terang terangan."

"Elo mau gue gimana bang..."

"Kita nggak boleh biarin Ayah sama Bian di satu tempat."
Tara mengernyit tidak mengerti dengan ucapan abangnya itu.

"Harusnya elo paham maksud gue setelah elo lihat seberapa akrabnya Bian sama dia."
Ahh Tara langsung teringat kejadian saat om Jeri datang kerumah dan kembarannya itu bergelendotan manja omnya itu .

"Kita gapunya bukti apapun kecuali Bian."

Seakan tidak bosan,mata bulat itu hanya menatap nyalang ke plafon putih kamar sepetak miliknya tersebut sambil sesekali menghela nafas berat,bingung harus melakukan apa,cuma rebahan dan ga melakukan apapun, membosankan tapi juga agak bikin candu

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Seakan tidak bosan,mata bulat itu hanya menatap nyalang ke plafon putih kamar sepetak miliknya tersebut sambil sesekali menghela nafas berat,bingung harus melakukan apa,cuma rebahan dan ga melakukan apapun, membosankan tapi juga agak bikin candu.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jun 06 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

BIANTARACerita yang bikin terobses. Temukan sekarang