Apa jadinya kalau Langkir harus berurusan dengan Geng Bonjol (pengedar narkoba) yang di mana diketuai oleh Abangnya sendiri.
Langkir Dewa Sahaja, hidupnya sempurna bak tokoh fiksi di dalam sebuah novel. Seorang atlet voli, pintar dalam osn, ketua ge...
Hai! Apa kabar... Alya usahain satu Minggu dua part Tapi Alya butuh semangat dari vote dan komen kalian 🫶🏻 Happy Reading
888
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
33. Sayap Pelindung
*** "Kita ada dinasib yang sama terkadang." ***
"Hai," Kai datang membawa mangkok baksonya dimeja makan Bintang dan teman-temannya duduk. "Boleh makan di sini?"
"Ih, gantengnya gue!" heboh Merlina. "Boleh banget, dong! Siapa yang bilang nggak boleh?"
"Gue." tentang Bintang merasa tidak nyaman.
"Kenapa, Bintang?" Kai maju mempertanyakan. "Izinin gue membuktikan diri."
"Buktiin diri apa? Nggak ada yang perlu lo buktiin. Gue udah bilang nggak, Kai."
Suasana menjadi canggung. Bintang tidak mempedulikannya lebih jauh, ia memilih diam melanjutkan makan dengan diam. Sedangkan Kai terus berdiri di sana dengan menatap sendu.
"Bintang," Soya menyenggol siku Bintang. "Kasian itu, melas banget jadi orang."
"Gue setuju," angguk Rani. "Dia masih matung di situ, mana nggak pergi-pergi."
Bintang melirik sekilas. "Kenapa matung melas? Gue nggak ngelakuin sesuatu yang salah. Lagian gue jujur apa adanya."
"Lo ngusir dia pergi," perjelas Marina. "Makanya dia murung gitu."
"Ada kata yang keluar dari mulut gue buat nyuruh dia pergi?"
"Ada!" bela Mariana. "Dengan kata-kata yang menyakitkan. Jahat lo."
Mendengar suara bising teman-teman yang tidak bisa diam membuat Bintang muak. Ia pun berdiri menghadap ke arah Kai. "Mau lo apa? Kenapa matung melas di sini?"
Kai mengadah.
"Emang perkataan gue nyakitin lo? Tapi bukannya gue udah pertegas berulang kali, yah!"
"Emang sakit sedikit." ujar Kai mengeratkan mangkok baksonya.
"Kalau gitu maaf," Bintang berbalik kembali duduk.
Kai jengah masih diam di tempat dengan seribu pikiran yang tidak bisa diterjemahkan, ia merasa sedih. Rasanya ditolak berkali-kali. Emang iya!
"Udah kan gue minta maaf?" tanya Bintang.
"Iya,"
"Terus kenapa masih ada di sini? Gue nggak bisa makan dengan tenang kalau lo masih melas gitu." Bintang ingin blak-blakan. "Lo SelataN Kai, nggak malu sama penggemar lo? Mereka daritadi udah merhatiin kita begitu intens. Gue nggak mau terlibat gosip apapun itu."