pertama-tama author mau minta maaf ya karena udah beberapa bulan ini ngilang gitu aja . sebenernya ada beberapa masalah dan juga tentang mood author yang gak nentu buat nulis jadi maaf ya. CML nyusul ya :)
Happy Reading. ^^
Zahra Pov
akhirnya sekian lama aku menunggu di halte aku bisa menginjakan kakiku di rumah juga , aku langsung melangkahkan kakiku ke rumah dan dari arah ruang tamu aku dapat mecium bau masakan yang sangat mengundang selera dari arah dapur dan pastianya aku tau siapa yang ada di sana .
aku berjalan pelan ke arah dapur dan aku melihat di dapur terdapat seorang wanita parubaya yang cantik walaupun di usia yang tidak lagi muda . iyap dia adalah ibuku, satu-satunya wanita yang membuat ayahku bertekuk lutut di depannya . dia terlihat sedang asik memasak sehingga tidak mendengar panggilanku .
" mama masak apa ? " kataku sambil memeluknya dari belakang . ibuku kaget karena gerakanku yang tiba-tiba sampai menumpahkan beberapa sayuran yang sedang ia masak .
" ya ampun zahra kamu bikin mama kaget aja , liat tuh sampe masakan mama tumpah " kata mama ku sambil mengerutu . aku hanya membalasnya dengan cengiran khasku .
" maaf ma..habis dari tadi zahra panggil mama gak denger "ucapku sambil memberi senyuman terbaiku.
" yasudah lebih baik kamu kekamar sana istirahat, kamukan masih gak boleh banyak gerak zah " mamaku ini memang masih khawatir dengan kesehatanku yang suka menurun sejak kecelakaan, jadi dia akan bawel kalau melihatku yang mulai pecicilan lagi kalau sudah merasa baikan .
" iyaaa ma... oh iya ma besok zahra ada kuliah pagi ma" mamaku menghentikan aktifitasnya dan langsung melihat ke arahku dengan tatapan yang tidak aku mengerti .
" kamu tidak mau pindah kuliah aja ?" pertanyaan mamaku yang langsung mebuat keningku berkerut
" loh kenapa mah lagian zahrakan tinggal beberapa semester lagi masa harus pindah sih " kataku heran dengan pertanyaan ibuku yang tiba-tiba itu . aneh.
" ya sudah lebih baik kamu kekamar " kata ibuku sambil membalikan badannya dan melanajutkan aktifitasnya lagi .
walaupun berbagai pertanyaan masih hinggap di kepalaku aku memutuskan untuk melangkah ke kamarku. kamarku terletak di lantai atas rumah. aku tidak suka dengan warna-waran seperti pink jadi warna kamarku sengaja dibuat berwarna putih dan tidak lupa berbagai macam aksen perempuan di sana .
aku membuka kamar dan langsung merbahkan diri dikasur kesayanganku ini . tapi bayangan di rumah sakit tadi tidak bisa hilang di ingatanku begitu saja dokter muda itu entah siapa namanya yang pasti aku tidak akan mau bertemu dengan dia lagi , memang aku akui dia cukup tampan , tapi mengingat sifatnya membuatku malas ketika di dekatnya . heran ada ya laki-laki seperti dia ,mana judes lagi orangnya ih males .
aku memutuskan untuk mebersihkan diriku tidak lama setelah itu aku mendengar mamaku memanggilku untuk makan malam bersama dengan ayahku .kami makan dengan seru tapi yang membuatku kesal adalah ayah yang selalu membicarakan dokter gila itu. ih bikin males aja ,setelah makan aku membantu ibuku untuk membereskan piring sisa kami makan dan langsung menuju ke kamar kembai untuk istirahat .
ke esokan harinya aku berangkat dengan ayahku pergi kekampusku ,aku memang belum di bolehkan untuk menyetir mobil dan kebetulan juga ayahku hari ini tidak ada jadwal praktek pagi jadi dia dengan senang hati mau mengantarku , lumayankan irit ongkos hehehe.
" kamu kuliah sampe jam berapa " kata ayahku saat aku hendak turun . aku langsung berhenti ketika tanagan ku ingin membua pintu mobil berfikir sejenak.
" mungin siang tapi zahra ingin pergi sebentar dengan teman-teman bolehkan yah "aku memberikan tatapan memohon pada ayahku yang biasanya ini selalu berhasil padanya dia paling tidak bisa menolak keinginanku . dia menghela nafas sebentar lalu menatapku lagi .
KAMU SEDANG MEMBACA
My Perfect Doctor
RomanceAzahra Putri Wijaya, seorang mahasiswa di salah satu kampus swasta di Indonesia, baru saja mengalami kecelakaan yang mengubah hidupnya secara tiba-tiba. Saat dirawat di rumah sakit, dia dipertemukan dengan Yuda Permana Hardiansyah, seorang dokter ta...
