WARNING TYPO BERTEBARAN !!
Azahra Pov
Aku memandang tajam laki-laki yang ada di depanku yang masih saja terlihat santai dengan apa yang dia lakukan selama beberapa hari ini."langsung saja, apa yang mau kamu katakan" kataku dengan tegas seraya memandang laki-laki yang duduk di depanku ini dengan tatapan tajam.
"tidakkah kau ingin memakan sesuatu terlebih dahulu Zahra, aku tahu kau pasti lapar, kalau kau tidak mau paling tidak meminum sesuatu mungkin" laki-laki itu berkata dengan sangat santai seakan-akan tidak ada yang terjadi kepada kami sebelumnya dan itu membuatku langsung saja mendengus kesal karena melihat sifatnya itu.
"aku tidak ada waktu untuk itu, lebih baik kau berbicara apa yang kau inginkan, atau aku pergi dari sini" kataku dengan sebal karena dari yang aku lihat Dio memang sengaja mengulur waktu untuk tetap berada di sini.
"kau tidak pernah berubah zahra, selalu saja tidak sabaran" katanya seranya menapakan senyuman miringnya yang tidak pernah aku pungkiri masih membari sedikit getaran di dalam hati ku ini. Tapi tidak, aku yakin tidak akan lama lagi aku akan kehilangan rasa aneh yang masih saja tertingal untuk laki-laki menyabalkan ini, iya aku yakin itu.
"berhenti berbasa-basi Dio. langsung saja, aku sudah muak dengan semua perkataan mu" kataku dengan kesal dan memandang dia dengan tatapan tajam.
Laki-laki itu mendengar perkataan ku itu hanya tersenyum tipis seraya memandang ku dengan tatapan lembut yang dulu selalu dia perlihatkan ketika kita masih bersama, dulu mungkin aku masih akan terpengaruh dengan tatapan itu tapi untuk sekarang, tidak akan. walaupun aku tidak menutupi masih ada getaran ketika bersamanya, tapi tidak. Itu tidak akan berpengaruh sama sekali kepadaku.
"aku ingin kamu kembali kepadaku" aku mendengus ketika mendengar perkataannya itu. Sungguh aku muak dengan semua yang laki-laki itu lakukan, kembali ? setelah apa yang dia lakukan kepadaku ? tidak akan pernah, bahkan memikirkannyapun tidakakan yang pernahku lakukan.
"kembali, setelah apa yang kau lakukan kepadaku dan aku masih mau menerima mu kembali ?" kataku dengan nada mengejek
"tidak akan pernah" kataku dengan tegas.
"kalau kau hanya ingin membicarakan hal tidak penting seperti itu lebih baik aku pergi"langsung saja berdiri dari tempat aku duduk dan bersiap untuk pergi dari tempat itu.
Seseorang mencekal tanganku ketika aku baru saja ingin beranjak dari tempat dudukku, aku menghebuskan nafas lelah seraya menatap laki-laki itu dengan tatapan tajam menutupi perasaan yang tidak pernah aku mengerti masih tertinggal, Dio laki-laki itu masih saja mencoba untuk menahanku dengan cara mencekal pergelangan tanganku dan sepertinya dia juga tidak berniat untuk melepaskannya.
"apa karena laki-laki itu ? laki-laki yang bersamamu di Restorant" dia berkata dengan sangat tajam.
"jangan pernah melibatkan seseorang dalam masalah ini Dio, ini masalah kita, sejak awal aku sudah memperingatkanmu bukan Dio, sekali kau mengkhianati kepercayaanku maka tidak ada lagi kesempatan kedua untukmu. Lalu kau melekukannya, kau yang membuat hubungan ini rusak, bukan aku. Dalam hubungan ini tidak ada kata kembali" kataku dengan tegas, aku tidak ingin terlihat lemah di mata laki-laki brengsek ini, sudah cukup waktu itu aku menangisi semua kebodohanku karena mencintai laki-laki seperti dia.
"baiklah, jika itu keputusanmu. Tapi asal kau tahu saja zahra, aku tidak akan melepaskanmu sampai kapanpun, kau milikku" katanya seraya melepaskan gengaman tangannya dan pergi meninggalkanku setelah membayar pesanan yang tadi dia pesan.
Aku menghala nafas dan menjatuhkan kembali tubuhku ke kursi yang aku duduki tadi, memejamkan mata ketika tanpa aku minta airmata yang sedari tadi aku tahan akhirnya keluar juga, selalu seperti ini. Kenapa aku harus memiliki perasaan dengan laki-laki seperti itu dulu.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Perfect Doctor
RomanceAzahra Putri Wijaya, seorang mahasiswa di salah satu kampus swasta di Indonesia, baru saja mengalami kecelakaan yang mengubah hidupnya secara tiba-tiba. Saat dirawat di rumah sakit, dia dipertemukan dengan Yuda Permana Hardiansyah, seorang dokter ta...
