SEMAKIN KUAT

685 34 7
                                        

Azahra Pov

"BANGUNNN"

"AZAHRA BANGUNN UDAH PAGI"

aku mengrutu kesal ketika merasa tidurku terganggu dengan suara bising yang ada di luar kamarku, gedoran demi gedoran pintu yg tidak berhenti membuatku tidak tahan dan memutuskan untuk bangkit kesal, lalu dengan kesadaran yang masih belum kumpul aku membuka pintu untuk melihat siapa penggangu ku di pagi hari ini

"Apaan sih" kataku kesal setelah mengetahui siapa dalang dibalik keributan di pagi ini,

Aldi, sepupu yang amat sangat menyebalkan ku itu melihat aku bangun dengan muka berantakan hanya tertawa kecil."maen yu, gabut gue dirumah" katanya dengan cengiran khasnya.

"Enggak, gue ngantuk, mau tidur" kataku dan cepat-cepat berusaha menutup pintu kamar tetapi di tahan olehnya

"Gue bilangin Tante ya, kalo Lo bangun siang lagi, TANTE, ZAHRA....HM...." aku membekap mulut laki-laki ember ini dan mencoba untuk menahan amarahku dengan menarik nafas dalam dan menghembuskan ya

"Ok, Lo mau kemana?" Kataku dengan menyerah, dan melepaskan bekapan tanganku di mulutnya.

"Kemah, gimana menurut Lo?"katanyaa dengan mata berbinar.

"Dadakan? Lo gila?, Lagian gak seru ah kali berdua, gue gak mau" kataku seraya berlalu mencoba menutup kembali pintu kamar tetapi lagi" di halangi olehnya.

"Gak berdua kok, gue udah ajak Bella sama Vinna" katanya

Aku berfikir sebentar sebelum mentap Aldi dengan selidik "Kakaknya Bella gak ikut kan?" Kataku dengan tatapan menyelidik

Sementara Aldi melihatku dengan tatapan tidak yakin "enggak" katanya dengan ketidak yakinan yg ada di nada suaranya.

"Bener gak? Pastiin dulu!"

"Udah gw pastiin, enggak, Lo bakalan nyesel kalo gak ikut Ra, tempatnya enak kita kemah di daerah puncak, disitu enak banget ada outbont nya juga, seru deh" katanya dengan semangat dan bola mata berbinar

Aku menghembuskan nafas kesal "ya udah, itung-itung gw turutin ngidam Lo deh, kasian ponakan gue nanti ileran" kataku dan menutup pintu dengan keras tepat di depannya

Dari dalam aku mendengar grutuan yang di lontarkan oleh Aldi, laki-laki itu pasti kesal karena aku meledeknya, "udah gak usah marah-marah, Lo tunggu dibawah gue  siap-siap dulu" kataku setengah berteriak dan aku mendengar langka kaki Aldi yg meninggalkan kamarku

Aku menggelengkan kepalaku lalu melihat ponsel yang tergeletak di kasur lalu mengambil ponselku untuk melihat apakah ada notifikasi atau tidak tetapi aku tidak melihat notifikasi apapun membuat ku kesal sendiri, karena kesal aku kembali melempar menjatuhkan ponselku ke kasur dan bersiap-siap.

****
Aku turun dengan tas ranselku dan melihat Aldi yang sedang berbincang dengan ibuku, ibuku yang melihatku turun memanggilku dan memintaku bergabung untuk sarapan bersama.

"Sebelum pergi, makan dulu ya"aku menganggukkan kepala tanda mengerti dan duduk di tempatku

"Kamu hati-hati ya Ra, kamu nanti. Aldi kamu jagain adiknya, inget dia sebentar lagi ingin tunangan, jangan sampai kenapa-kenapa anak yante ya Al" kata ibuku dengan menatap Aldi

"Siap Tante, nanti Zahra Aldi jagain deh, lagi pula hanya hari ini sama besok aja kok Tan, insya Allah aman" katanya dengan tenang sementara aku hanya mendengar dan memakan sarapanku.

Setelah kami selesai sarapan, kami pamit dengan ibuku dan Pergi untuk menjemput Vinna dan juga Bella yang sudah menunggu di Kampus, tadi sewaktu sarapan Aldi sempat mengabari mereka kalau titik kumpulnya di kampus, dan meminta mereka agar mereka ke kampus.

My Perfect Doctor Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang