Azahra Pov
WARNING TYPO BERTERBARAN !!!
Aku mengaduk-aduk makanan di depanku dengan malas, seraya memandang kembali arloji yang ada di tanganku membuat aku merengut kesal, kemana lagi laki-laki itu. Katanya 15 menit, tapi sampai sekarang belum juga sampai padalah aku sudah menunggunya hampir satu jaman, grutuku dalam hati. Saat ini aku ada di salah satu mall menunggu Calon tunagannku yang sangat amat on time itu. Aku menghembuskan nafas untuk mengisi paru-paruku guna mengumpulkan sisa kesabaranku yang sekrang sudah mulai menitipis.
Sumpah ya, kalau tau akan jadi seperti ini, lebih baik aku pulang saja tadi sehabis pulang kuliah, tenggelam di dalam kasur empukku, kerena semenjak kejadian kemarin aku belum bisa tidur karena memikirkan nasibku yang hanya dalam waktu beberapa minggu lagi akan menjadi tunangan makhluk astral itu.
"hai..." panggilan seseorang membuatku langsung saja menoleh dan tepat di hadapanku sedang berdiri sosok cantik dosen baruku dengan senyum menghiasi wajahnya.
"kau... temannnya Bella bukan ? kau juga salah satu murid yang ada di mata kuliahku ?" tanyanya yang aku anggukan.
"benar mba" kataku agak sedikit canggung dan melihat dia dengan gugup karena aku sendiri tidak pernah akrap dengan dosen kampusku.
"santai saja tidak usah tegang, oh iya bolehkah saya duduk di sini. Karena kau lihat sendiri semua tempat yang ada di sini sudah penuh, itu juga kalau kau mengijinkan kalau tidak saya bisa mencari tempat lain"
"disini saja mba, lagi pula saya juga sediri di sini" kataku mempersilahkan dia duduk.
Dia tersenyum dan juga mengucapkan terima kasih kepadaku, dia duduk dengan anggun membuat aku berdecak kagum. Ya allah kapan aku bisa seperti dia, kataku dalam hati yang mungkin tidak akan pernah bisa terwujud melihat sifat aku yang lebih bisa di bilang sembrawut ini.
"kau mau memesan sesuatu" Mba Vale kembali bertanya ketika pelayan sedang menunggu pesananya.
"tidak terima kasih" kataku seraya tersenyum yang di anguguki olehnya.
Aku mengalihkan perhatianku ketika mendengar bunyi notofikasih yang ada di poselku menandakan ada pesan masuk 'maaf, tunggu sebentar lagi aku sedang dalam perjalanan' aku mengerutu dalam hati ketika membaca pesan dari makhluk astral itu, jadi selama ini dia belum jalan ? menyebalkan sekali.
"dari kekasih mu ?" suara lembut yang berasal dari wanita cantik yang ada di hadapanku membutku mengalihkan tatapanku dari ponsel lalu menatapnya yang sedang memandangku dengan tersenyum membutku ikut tersenyum canggung.
"santai saja,hm... Zahra bukan namammu kalau saya tidak salah ingat. Saya tidak gigit kok" katanya dengan nada geli dalam suararanya.
"iya mba nama saya zahra, ngomong-ngomong mba kesini sedang menunggu temannya atau pacarnya" tanyaku yang di sambut tawa dari wanita cantik di hadapanku ini.
"saya hanya dengan jalan-jalan untuk mengusir penat saja, lagi pula saya belum mempunyai teman di sini. Saya baru saja kebali dari Amerika beberapa waktu yang lalu" jelasnya membuatku berbinar.
"mba dari amerika ?" tanyaku dengan sedikit norak yang di jawab kekehan kecilnya.
"iya memangnya kenapa ?" tanyanya.
"bule-bule di sana ganteng-ganteng gak mba ?" tanyaku dengan antusias yang di jawab dengan suara tawa dari wanita cantik yang berada di hadapanku ini.
"kamu ini ada ada saja" katanya dan masih tertawa.
"dih mba beneran, kalau Mba ada kenalan bule, terus cakep, juga tajir, kenalin dong ke aku dong" kataku dengan mata yang menujukan antusias.
"kamu ini, yang tadi mengirim pesan itu pacarkamu kan ? terus dia mau kamu bawa kemana" tanyanya dengan mengeleng kepalanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Perfect Doctor
RomanceAzahra Putri Wijaya, seorang mahasiswa di salah satu kampus swasta di Indonesia, baru saja mengalami kecelakaan yang mengubah hidupnya secara tiba-tiba. Saat dirawat di rumah sakit, dia dipertemukan dengan Yuda Permana Hardiansyah, seorang dokter ta...
