Berhenti Menghindari III

12K 678 16
                                        

Tak tau berapa jam sejak Naruto meninggalkan Kiba untuk mencari Hinata. Tapi hingga matahari terbenam dia belum juga bisa bertemu dengannya.

Dia sudah mengelilingi desa bahkan bertanya di depan mension Hyuga. Tapi tak ada yang tau keberadaan Hinata sekarang.

Akhirnya ia memutuskan untuk pulang ke apartemennya yang sederhana. Ia yakin jam 9 nanti Hinata pasti akan datang.

Setelah mandi, Naruto menyedu cup ramen. Sembari menunggu ramennya siap dimakan ia berbaring di atas ranjangnya untuk melepas lelah, melihat sekeliling apartemennya.

"Hehehe..." ia terkekeh. Teringat perkataan Iruka-sensei.

"Memang tidak ada yang pantas dicuri dan sepertinya tidak ada yang mau.. " gumamnya memejamkan mata.

Kenapa kau melamun Naruto-nii

Naruto baka

Memang otak mu bisa untuk berpikir

Cari jawabannya

Berdetak kencang

Aku menolaknya

Apa kau masih ingin jadi Hokage

Seharusnya bukan kau yang mati

Aku lemah

Kau akan jadi Hokage

Kau cemburu tapi tidak sadar

Tidak tegas dengan perasaan sendiri

Dia berubah akhir-akhir ini

Sudah dibuang oleh keluarga sejak kecil

Dia tidak punya malu

Fokus Naruto

Menggunakan tanda kutukan

Semua teman seangkatan dan warga desa juga tahu

Depresi  Frustasi

Jantung mau copot. Ku pikir akan mati

Cepat selesaikan urusan mu

Aku egois

Aku tak punya masalah apa-apa

Perhatikan dengan jelas.

Lima elemen pertanyaan.

Dia membunuh lawan tanpa ampun

Bisakah kau mengembalikannya

Ada yang hilang

Aku akan membuang hati ku

Seharusnya aku yang mati bukan kau

"Hah hah hah" Napas Naruto tidak beraturan.

Dia terduduk terbangun dari tidurnya. Rupanya dia terlelap ketika memejamkan matanya sesaat.

Naruto mencengkram kaus bagian kirinya. Sakit sekali. Rasanya sakit sekali. Ingin rasanya dikeluarkan saja jantung penyebab sakitnya itu.

Tes.

Air matanya menetes. Dari tadi ia menangis dalam lelap tidur sekejap.
Bayangan-banyangan ucapan yang selalu menghantui tanpa dia sadari.

Setelah bisa mengendalikan diri. Naruto bangkit dari tempat tidurnya. Membasuh mukanya dengan air. Dia melihat ramennya yang mengembang sudah tak pantas di makan. Melirik ke jam dinding. Ia hanya terlelap setengah jam rupanya.

End Of War, Start For EverythingCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang