Tak tau berapa jam sejak Naruto meninggalkan Kiba untuk mencari Hinata. Tapi hingga matahari terbenam dia belum juga bisa bertemu dengannya.
Dia sudah mengelilingi desa bahkan bertanya di depan mension Hyuga. Tapi tak ada yang tau keberadaan Hinata sekarang.
Akhirnya ia memutuskan untuk pulang ke apartemennya yang sederhana. Ia yakin jam 9 nanti Hinata pasti akan datang.
Setelah mandi, Naruto menyedu cup ramen. Sembari menunggu ramennya siap dimakan ia berbaring di atas ranjangnya untuk melepas lelah, melihat sekeliling apartemennya.
"Hehehe..." ia terkekeh. Teringat perkataan Iruka-sensei.
"Memang tidak ada yang pantas dicuri dan sepertinya tidak ada yang mau.. " gumamnya memejamkan mata.
Kenapa kau melamun Naruto-nii
Naruto baka
Memang otak mu bisa untuk berpikir
Cari jawabannya
Berdetak kencang
Aku menolaknya
Apa kau masih ingin jadi Hokage
Seharusnya bukan kau yang mati
Aku lemah
Kau akan jadi Hokage
Kau cemburu tapi tidak sadar
Tidak tegas dengan perasaan sendiri
Dia berubah akhir-akhir ini
Sudah dibuang oleh keluarga sejak kecil
Dia tidak punya malu
Fokus Naruto
Menggunakan tanda kutukan
Semua teman seangkatan dan warga desa juga tahu
Depresi Frustasi
Jantung mau copot. Ku pikir akan mati
Cepat selesaikan urusan mu
Aku egois
Aku tak punya masalah apa-apa
Perhatikan dengan jelas.
Lima elemen pertanyaan.
Dia membunuh lawan tanpa ampun
Bisakah kau mengembalikannya
Ada yang hilang
Aku akan membuang hati ku
Seharusnya aku yang mati bukan kau
"Hah hah hah" Napas Naruto tidak beraturan.
Dia terduduk terbangun dari tidurnya. Rupanya dia terlelap ketika memejamkan matanya sesaat.
Naruto mencengkram kaus bagian kirinya. Sakit sekali. Rasanya sakit sekali. Ingin rasanya dikeluarkan saja jantung penyebab sakitnya itu.
Tes.
Air matanya menetes. Dari tadi ia menangis dalam lelap tidur sekejap.
Bayangan-banyangan ucapan yang selalu menghantui tanpa dia sadari.
Setelah bisa mengendalikan diri. Naruto bangkit dari tempat tidurnya. Membasuh mukanya dengan air. Dia melihat ramennya yang mengembang sudah tak pantas di makan. Melirik ke jam dinding. Ia hanya terlelap setengah jam rupanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
End Of War, Start For Everything
FanfictionPerang dunia ke empat telah usai. Semua kembali ke desa masing-masing. Kegaulaun Naruto tentang perasaan yang tak ia mengerti. Di balik sikap Hinata yang menjauhi Naruto. PILIH ENDING VERSI MU SENDIRI temukan tiga panel ending dengan versi yang ber...
