Chapter 3 : NAY'S SAD

50.4K 2.1K 27
                                        

NAY pov

Hari kemarin kini telah berlalu, itu tandanya ini adalah hari baru.

Pagi ini dikoridor kelas XI, kulihat ka Arka dan ka Ando tengah berdiri tepat didepan kelasku. Kini wajah ka Arka seolah menyiratkan kekhawatiran kepadaku. Semua siswi – siswi kelas XI tentu saja senang diberi sarapan 2 pria most wanted yang super duper tampan yang memang jarang berada dikoridor kelas XI.

" Misi ka Arka " ucapku sopan, namun bukannya bergeser ka Arka masih saja berdiri didepan pintu kelasku, badannya yang tinggi itu masih saja tetap berdiri dan menutupi sepenuhnya jalanku

" Loe baik – baik aja Nay? " tanya ka Arka seraya berusaha mengelus rambutku, namun segera tangan ka Arka kutepis

Kuingat pertanyaan ka Arka yang menanyakan keadaanku. Bibirku kini tertarik keatas berusaha untuk membuat sebuah senyuman. Pasalnya semua orang yang memiliki matapun pasti tahu kalau aku dalam keadaan yang tidak baik.

" Minggir Ka! " ucapku tanpa berusaha menjawab pertanyaan ka Arka sebelumnya

Tapi ka Arka tetap saja berdiri tegak didepanku, bahkan malah melebarkan tangannya agar aku tidak bisa masuk.

" MINGGIR KA ARKA!! JANGAN HALANGIN JALAN GUE " teriakku yang entah kenapa mulai histeris seperti ini

Akupun bisa melihat ka Arka sangat terkejut dengan kehisterisanku. Dan entah kapan Franda sudah datang dan langsung mendorong tubuh ka Arka.

" Pergi Ka, jangan loe buat masalah sepagi ini " ucap Franda kepada ka Arka seraya memohon agar ia pergi

" Iya Ka, kita harus pergi " ucap ka Ando yang baru saja mengeluarkan kata – katanya setelah diam saja sedari tadi

Ka Arka pun membuang napas panjangnya. Nampaknya diapun mulai mengalah. Ka Arka kini mulai berjalan mundur sebanyak tiga langkah, kemudian diapun berbalik dan meninggalkanku.

Kini akupun kembali menangis didalam pelukan Franda. Entah kenapa aku merasa sangat lelah, lelah segala galanya. Lelah hati, lelah fisik dan entah kenapa itu membuatku ingin menyerah. Franda disampingku pun terus saja mengelus punggungku tanpa dia tahu alasan apa yang membuat aku seperti ini.

Tak lama bel tanda masuk pelajaran pun berbunyi.

Sedari jam pelajaran ke-1 hingga pelajaran ke-4 hari ini, aku terus menerus ditegur oleh guru karena terus menerus tidak fokus dalam proses pembelajaran. Hingga akhirnya pak Agus, wali kelasku tiba – tiba masuk dan meminta agar aku pergi saja ke UKS, karena tadi kata pak Agus, ia mendapat informasi dari beberapa guru tentang kondisiku. Akhirnya akupun mulai mengalah dan berjalan keluar menuju UKS.

Diruang UKS tampak ada seorang dokter jaga disana. Dokter jaga itu juga membantuku untuk berbaring diatas ranjang yang kosong. Tanpa bertanya aku aku kenapa dan sakit apa.

Dokter jaga yang tak lain adalah kakak kelasku yang merupakan anggota PMR " Sorry yah gue harus keluar sebentar. Teken tombol itu aja kalau loe kenapa kenapa " akupun mengangguk dan kakak PMR itu keluar sembari menutup pintu. Dan ternyata dibalik pintu itu sudah ada ka Arka disana sembari menatapku.

ARKA pov

Dikelas, aku baru saja mendapat teguran dari pak Agus, pak Agus marah padaku karena aku telah menganggu Nay murid kesayangan semua guru disini, tentu saja yang melapor adalah sibawel Franda. Karena kesal mendengar ocehan pak Agus, akupun segera keluar dari dalam kelasku tanpa peduli lagi bahwa pak Agus yang masih saja terus menerus berteriak memanggil namaku.

My Playboy HusbandCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang