NAY pov
" AAAAAAAAAAAA " teriakku
Pria yang tidur disampingku pun segera terduduk dari tidurnya setelah mendengar teriakkanku " Kenapa? Ada apa? "
" Ka Arka???? " teriakku kaget setelah melihat pria yang sedari tadi tidur disampingku sembari memeluk tubuhku juga tidak mengenakan sehelai benangpun yang ditutupi oleh selimut yang kini menutupi tubuh polos kami berdua
" Hmmm " jawabnya sembari mengecek – ngucek matanya
" Apa yang kak Arka lakukin disini? "
" Apa yang gue lakukan? Loe salah Nay, harusnya loe nanya apa yang kita lakukan " ucapnya sembari membaringkan kembali tubuhnya dikasur " Kita cumaan saling berciuman doang kok dan diakhiri dengan one night stan... " belum selesai menyelesaikan perkataannya tiba – tiba ponselku kembali berbunyi
Drrttt...drrrttt
Ponselku diatas nakas kembali bergetar. Aku dan ka Arka pun saling pandang. Ternyata yang menelephoneku adalah Franda.
" Hallo? "
" Ahhh akhirnya, Nay dimana? Kok kamu gak ada dikamar kamu sih? " suara Franda yang sepertinya kesal dicampur dengan khawatir
" Aku salah masuk kamar Nda... " kulihat ka Arka masih saja menatapku
" Apa?? " teriak Franda " Kamar pria atau wanita? Dan loe lantai berapa biar gue jemput " ucapnya kini dengan nada super paniknya
" Kamar... wanita " ucapku berbohong dan ka Arka pun segera membalikan badannya membelakangiku
" Oh syukurlah. Ngomong – ngomong hampir semua tamu sudah check out, dan kamu segeralah turun ke cafeteria ini sudah pukul 11 siang "
" Iya aku akan segera turun. Bye Nda " jawabku sembari menyimpan kembali ponselku diatas nakas
Kini akupun hanya duduk dikasur sembari melihat pakaianku dan ka Arka berserakan dilantai.
" Siall!! " ucapku mengumpat saat melihat sebuah noda marah yang ada diseprai yang kini sudah tergeletak dilantai, dan akupun bisa menyimpulkan bahwa itu adalah darah keperawananku
Entah kenapa kedua mataku rasanya memanas, sebulir air mata kini jatuh mengenai pipiku. Awalnya hanya sedikit tapi entah kenapa aku malah jadi terisak dan sontak membuat ka Arka yang memang sedang berbaring membelakangiku kini menatap kearahku yang sedang menangis.
" Nay, are you ok?" akupun hanya diam tidak menjawab pertanyaan ka Arka "Please Nay, its not only my fault. Bukannya kemarin loe sendiri yang duluan ngebuka baju gue dan meminta gue untuk ngelakuinin itu. Gue sebagai cowok yah terrang... "
" Udah ka. Jangan dilanjutin. Lagian juga aku gak nyalahin kakak. You right ka, ini salah aku kok " ucapku sembari menarik selimut karena aku hendak pergi ke kamar mandi
Tapi baru saja menurunkan kakiku dari atas kasur dan mencoba berdiri, rasanya daerah kewanitaanku terasa sangat sakit " Damn it!! " umpatku untuk kedua kalinya di hari ini.
Ka Arka pun segera turun dari kasur dan langsung memakai celana pendek yang berada dilantai. Lalu ka Arka pun berjalan kearahku dan langsung mengendongku ala bridal style.
" Kalau loe coba jalan pasti sakit. Biar gue gendong sampe kamar mandi. Ntar loe langsung berendem air anget aja biar sakitnya ilang " dan akupun hanya mengangguk sembari tanganku memegang erat selimut yang kini menutupi tubuhku supaya tidak terjatuh
" Kamar loe dimana? Biar gue ambilin pakaian ganti loe? " sambung ka Arka saat menurunkanku didepan bath up
" Kamar 312 ka " ka Arka pun mengangguk, lalu diapun langsung keluar dan tidak lupa menutup pintu kamar mandi
KAMU SEDANG MEMBACA
My Playboy Husband
RomanceNaysylla Delissa Putri, atau yang biasa dipanggil dengan panggilan Nay merupakan gadis yang baru saja berusia 17 tahun, tapi diusianya yang baru menginjak 17 tahun ini, Nay malah harus terikat dengan seorang pria bernama Arka Nadav Mahardika atau ya...
