Chapter 15 : DISASTER DAY

37.5K 1.5K 14
                                        

ARKA pov

3 bulan kemudian

Huwaaaaaaaa

Rasanya ingin sekali aku berteriak hari ini. Selain tadi pagi baru saja aku ikut UN disekolah dan pulangnya dari sekolah aku malah harus segera kembali ke kantor dan menghadiri beberapa meeting penting dengan investor.

" Kangen juga sama Nay. lagi apa yah dia? " ucapku sembari menyenderkan punggungku pada kursi kerjaku

Tok...tok...tok

Pintu kerjaku terbuka, ternyata yang masuk bukanlah pegawai kantorku ataupun Nay. yang masuk adalah Ariana.

" Boleh aku masuk Ka? "

" Masuk aja Arian " ucapku dan kembali menegakkan badanku

Setelah Arian duduk di sebuah kursi didepanku. Arian hanya diam tanpa membuka suaranya dan menyeruakan apa maksud tujuannya datang kesini.

" Kenapa Arian? Ada apa? " tanyaku

Arian kini menatapku " Apa gak ada cara lagi yah biar kamu balikan lagi sama aku? " akupun sontak terkejut " Apa kepulangan aku ke Indonesia itu sia – sia? Padahal aku pulang untuk kamu Ka. Mana janji kamu dulu bakal setia sama aku? Mana janji kamu dulu bakal punya keluarga bareng sama aku? Coba sekarang, kamu malah udah berkeluarga sama cewek lain. Bahkan kamu jauhin aku semenjak kamu sama cewek itu " ucap Arian sembari bulir – bulir air matanya menetes pada pipinya

Akupun menghela napasku " Kamu sadar gak kenapa aku bisa ngekhianatin kamu? " Arian pun hanya menggelengkan kepalanya " Itu karena kamu ngingkarin duluan janji yang kita buat Arin. Kamu dulu janji untuk selalu ada disamping aku. Dan apa buktinya? Kamu malah ninggalin aku ke Kanada. Terus kenapa aku harus berkeluarga sama cewek lain? Nay itu udah ngandung anak aku. Aku cowok Rin, jadi gak salah kalau aku tanggung jawa... "

" Aku mau kok Ka kalau harus jadi istri kedua kamu. Asalkan aku sama kamu terus. Aku juga gak masalah kok, kalau harus tinggal dengan Nay dan jadi istri muda kamu " ucapnya yang memotong ucaapanku dan berhasil membuatku kaget

" Kamu gila!! Arin dulu kamu emang berharga buat aku. Aku nilai kamu tuh seorang perempuan yang baik. Tapi kalau kamu ngelakuin hal itu sama aja kaya kamu ngehapus sosok baik kamu didepan aku. Dan kamu bakal buat diri kamu jadi wanita murahan dimata aku! " tegasku pada Arian

" Tapi Ka, aku udah ngelakuin semua untuk kamu. Pulang ke Indonesia, balik lagi ke kamu. Tapi kamu malah berlaga seperti aku udah gak ada Ka " isak Arian

" Arian, maap mungkin dulu kamu memang orang yang sangat berarti buat aku. Tapi itu dulu sebelum kamu pergi ninggalin aku. Tapi sekarang Nay lebih penting dan jadi prioritas ak.. "

Belum selesai aku bicara, Arian pun langsung berdiri dan keluar dari ruanganku. Tapi saat Arian membuka pintu ruangku ternyata didepan pintu ruanganku sudah ada Nay yang terkejut dengan keadaan Arian yang baru saja menangis.

Setelah Arian benar – benar pergi dari ruanganku. Naypun masuk dan segera duduk dipangkuanku. Semenjak kehamilan Nay menginjak 6 bulan, Nay memang hobi sekali duduk dipangkuanku, seperti sekarang ini.

" Ka Arian kenapa? " tanyanya

" Gak apa – apa kok. Cumaan dia ngungkapin perasaanya lagi aja " jawabku sembari mengelus perutnya " Kok tumben ke kantor, ada apa nih ay? " tanyaku pada Nay

Nay pun langsung berdiri " Ayo, jalan ke mall. Kamukan udah selesai kerjanya. Temenin aku belanja baju baby " ucapnya bahagia

" Sama yang lain aja Ay, aku cape banget " ledekku yang berpura – pura menyenderkan kembali posisi dudukku dan mencoba tertidur

My Playboy HusbandCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang