Apa dia sudah sangat terlambat sekarang?
Lio segera membuka pintu rumah yang terlihat sepi. Mendapati seluruh lampu yang sudah dimatikan. Cowok ini menghidupkannya kembali dan melirik pada jam dinding di rumah. Jam 1 lewat. Dia benar-benar pulang larut malam.
Pandangannya berputar, berjalan santai dengan tubuhnya yang sedikit terasa berat. Kantuk mengerayanginya seperti virus, tapi sebuah pintu kamar memanggilnya untuk menghampiri sang empu yang mungkin sudah sangat terlelap dalam mimpi indahnya.
Tak masalahkan melihat putri tidurnya dulu malam ini?
Langkahnya semakin mendekat dan segera membuka pintu yang tak di kunci. Lio mendorongnya perlahan. Menoleh ke arah ranjang. Bibirnya mengembangkan sebuah senyuman saat mendapati seorang gadis sudah tertidur pulas di sana.
Membuka pintu semakin lebar, Lio semakin mendekat pada Anna. Mengambil posisi di samping adiknya itu, dan dia sadar, pergerakan kecilnya mengganggu tidur Anna. Lio bisa melihat manik itu mengerjap pada pelan menormalkan pandangannya yang sedikit buram karena kegelapan total.
"Kak Lio?" Suara serak Anna menggema di telinganya. Lio hanya tersenyum melihat bagaimana sang adik nampak bingung dengan keberadaannya sekarang.
"Sstt," Lio berbisik, "kamu tidur aja. Udah malem." Dan hanya diangguki oleh Anna.
Cewek ini bisa merasakan bagaiman sebuah kecupan ringan mendarat di keningnya. Lalu setelah itu, sebuah tangan mengusap kepalanya. Memberikan sensasi nyaman yang paling dia sukai. Anna juga bisa merasakan bagaimana kasurnya kembali bergerak. Sebuah pelukan ringan menariknya pada sebuah dekapan hangat. Dia hanya diam dan semakin menenggelamkan diri dalam lindungan sang kakak. Ini bukan pertama kalinya, jadi Anna sudah merasa sangat biasa jika tiba-tiba Lio memilih untuk tidur di sampingnya.
Untuk beberapa saat, suasana nampak hening. Bahkan keduanya sama-sama bisa mendengar bagaimana jantung mereka berdetak dan jarum jam membunyikan detikan kecil. Angin berhembus ringan di luar. Memberikan kesan bisikan di telinga mereka.
Saat itu Anna mulai bergerak. Ada sesuatu dalam pikirannya yang terus menganggunya selama beberapa bulan terakhir. Sejak dia memilih untuk menyimpan sebuah rahasia yang mungkin dapat mengejutkan semua orang di rumah kecuali Lio. Tentu saja, rahasia itu memang tentang dirinya dan Lio yang kini mulai nampak tenang di sampingnya.
Dia menatap cowok itu. Dalam diam, tiba-tiba tubuhnya bergetar dan dia ingin menangis. Rasanya aneh menyadari hubungan seperti apa yang terjadi di antara mereka. Seorang kakak yang kini berstatus sebagai kekasihnya. Salahkah dirinya sekarang dengan keputusannya kali ini?
"Kak ...," panggil Anna.
Cowok ini memberi respon. Anna bisa melihat bagaimana alis tebal itu bertaut dan secara perlahan, bulu mata lentik itu menampilkan pupil kecoklatan milik Lio. Pandangan mereka bertemu dan senyum manis Lio menghampirinya lebih dulu.
"Apa?" tanya Lio balik.
Anna terdiam. Memikirkan kalimatnya lagi. Dia ingin bertanya apakah pilihan mereka sudah benar, tetapi rasanya dia juga takut. Karena dia sadar, Lio tak pernah ingin mendengar pertanyaan seperti itu.
"Nggak--nggak jadi, Kak." Anna menggeleng. Menghindari tatapan sang kakak.
Tapi yang di dapat, Lio semakin memeluknya. Memberikan usapan lembut pada rambutnya. Membawa Anna untuk kembali pada perasaan aman dan nyaman yang biasa dia teriman.
"Aku tahu kamu lagi mikirin apa. Tapi ..., Anna dengerin aku! Terkadang, dengan cara melanggar aturan bisa membawa kamu ke tempat yang lebih baik," Lio berucap. Ditatapnya wajah Anna yang masih nampak ragu. "Kita jalanin ini lebih dulu. Kalau kamu udah merasa kalau ini semakin nggak bener, kita bisa akhiri ini," tambahnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Sister Complex
Teen FictionSister complex? Mungkinkah hal seperti itu benar-benar nyata? Namanya Anna Gerenia Pramutja. Cewek 16 tahun yang sukses membuat teman-teman di sekolah merasa iri dengannya. Bagaimana tidak? Hidup satu atap dengan cowok-cowok keren yang menjadi id...
