Hari ini merupakan hari terakhir EXO high school menghadapi ujian. Semua terlihat tegang karena hari ini adalah jadwalnya dimana pelajaran matematika lah yang di ujikan.
Kyungsoo duduk manis di tempatnya sambil berlatih rumus-rumus matematika. Mulutnya tidak berhenti mengunyah roti. Kai yang duduk di sebelahnya bertugas menyuapi kyungsoo.
Kyungsoo sempat menyuruh kai untuk belajar juga, tapi ia lebih memilih menyuapi kyungsoo saja. Kai tidak mau berkutat dengan rumus-rumus yang dianggapnya menyebalkan.
"Kyung, lama sekali belajarnya", protes kai yang sudah mulai bosan karena kyungsoo mengabaikannya. Tangan kai tidak berhenti menyuapi kyungsoo, sesekali ia juga melahap roti yang dimakan kyungsoo.
"Ssstttsss! Kau berisik", ucap kyungsoo tanpa mengalihkan matanya.
"Tapi aku bosan kyung. Lagi pula sebentar lagi juga bel masuk", rengek kai.
"Lalu kenapa kalau bel?"
"Tentu saja kita akan mulai ujian! Jadi tutup bukumu dan temani aku mengobrol!", teriak kai. Kyungsoo berhenti dari kegiatannya dan menatap kai dengan tatapan yang polos.
"Ah! Sudahlah lupakan! Lanjutkan saja", kai mulai kesal.
Kyungsoo kembali mempertemukan pensilnya dengan buku tulisnya. Lagi, kai kembali menyuapkan roti ke mulut kyungsoo.
"Kau tidak belajar? Nilaimu kan sangat mengkhawatirkan di pelajaran ini", kyungsoo berbicara sambil sesekali menghapus tulisannya.
"Tidak. Kau tenang saja kyung, kali ini nilaiku akan bagus", kai menjawab dengan sombongnya dan di balas dengusan oleh kyungsoo.
"Terserah"
Tidak berapa lama kemudian, kyungsoo selesai dengan buku-bukunya. Ia kemudian memasukan bukunya ke dalam tas.
TRINGGG
TRINGGG
TRINGGG
bel masuk sudah berbunyi menandakan bahwa ujian akan dimulai. Semua murid sudah masuk ke kelas dan duduk di tempatnya masing-masing. Kai dan kyungsoo yang memang sedari tadi sudah duduk di tempatnya hanya membenarkan posisi duduk mereka.
Tiba-tiba kyungsoo mengulurkan tangannya ke arah kai. Pergerakannya seperti meminta sesuatu.
"Mwo?", tanya kai bingung.
"Cepat berikan padaku", kyungsoo berbicara dengan santai.
Kai tidak mengerti dengan apa yang diminta kyungsoo. Kemudian ia berpikiran bahwa kyungsoo meminta semangat dari kai sebelum mereka ujian. Akhirnya kai memajukan wajahnya untuk mendekat ke arah kyungsoo, ia bermaksud memberikan kyungsoo ciuman semangat.
Tapi sebelum bibirnya berhasil menyentuh bibir kyungsoo, tangan kyungsoo berhasil mendorong wajah kai menjauh.
"Ya! Apa yang kau lakukan bodoh!", omel kyungsoo.
"Tentu saja memberi yang kau inginkan. Tadi kau menginginkan ciuman semangat bukan?", ucap kai sambil sedikit tersenyum menggoda.
"Dasar yadong! Bukan itu maksudku! Sekarang cepat berikan contekan yang ada di saku jas mu", kyungsoo kembali menggerakan tangannya dengan kode meminta.
"C-contekan apa maksudmu? Aku t-tidak memilikinya", kai menyanggah pernyataan kyungsoo.
"Cepat kemarikan atau aku akan memberikan fotomu dan seojin ke orang tuaku. Lalu aku akan cerita kalau kau sudah selingkuh, lalu orang tuaku akan marah, lalu kita tidak jadi menikah, dan lalu kita akan disuruh put-",
"Ya! Jangan sembarangan bicara do kyungsoo!", ucap kai mulai panik. Lalu kyungsoo tersenyum sambil kembali meminta contekan kai.
"Iya iya baiklah", kemudian kai mulai mengambil contekan yang ada di saku jasnya. Dengan sebal ia memberikan kertas berukuran kecil itu ke tangan kyungsoo.
KAMU SEDANG MEMBACA
Danger Boy [KAISOO] [EXO]
Fanfictionkyungsoo tidak kenal dengan kai. bukan, bukan tidak kenal. kyungsoo hanya tidak mengingat kim jongin. apa ia bisa menerima kai sebagai jonginie-nya? Apakah semua kehidupan keduanya akan berjalan sesuai dengan keinginan dari keduanya juga?
![Danger Boy [KAISOO] [EXO]](https://img.wattpad.com/cover/45739495-64-k369337.jpg)