Rumah sakit jiwa.
Apa gambaran pertama yang muncul dikepala mu saat mendengar kata 'rumah sakit jiwa' ?
Tempat orang gila?
Tempat rehabilitasi penderita gangguan mental?
Mungkin sebagian dari kalian hanya mengetahui gambaran rumah sakit jiwa dari film-film yang pernah di tonton.
Pernahkah kalian merasa tertarik untuk mengetahui suasana yang ada sesungguhnya disana?
Rumah sakit jiwa.
Tempat itu dipenuhi oleh orang-orang yang selalu termenung melamun, tertawa, marah, dan menangis tanpa sebab. Banyak dari mereka yang sering berbicara sendiri. Katanya ada bisikan-bisikan di kuping mereka yang tidak bisa didengar orang lain sehingga mereka tampak seperti berbicara sendiri.
Banyak dari mereka yang melakukan gerakan-gerakan aneh dan tak wajar. Contoh yang kulihat adalah pasien yang jongkok bangun berkali-kali, bermain boneka, minum berulang-ulang dari cangkir yang kosong, merasa memiliki bayi, membuka tutup kulkas, dan lainnya.
Berada diantara orang-orang seperti itu membuatku merasa sebentar lagi aku juga akan gila.
Namun pernahkah terbayang alasan mengapa mereka bisa menjadi seperti itu?
Aku mengenal seorang gadis yang tinggal disana. Namanya Fenny.
Fenny adalah gadis yang cantik dan pintar. Semua orang menyukai dirinya. Hidupnya sempurna sebelum masalah-masalah kunjung datang.
Orangtuanya meninggal pada sebuah kecelakaan mobil, tunangannya pergi meninggalkannya, dan belakangan ia baru tahu bahwa dirinya hamil.
Masalah yang datang bertubi-tubi membuatnya begitu lelah. Seringkali ia menangis dalam diam. Ia menanggung beban berat di pundak kecilnya. Tak ada yang bisa membantunya.
Ia tenggelam dalam kesedihan yang berlarut-larut. Semua masalah bagaikan jalan tanpa ujung. Batinnya begitu lelah. Ia tidak bisa menerima kenyataan pahit yang ada.
Hingga pada akhirnya, ia terjebak di dalam dunia buatannya sendiri. Dunia dimana hidup terasa begitu tenang tanpa beban.
Tak ada yang bisa membebaskannya, termasuk dirinya sendiri. Mungkin lebih tepatnya ia tidak mau. Ia tidak mau kembali ke dunia nyata. Ia lebih suka tinggal di dunia khayalannya sendiri.
Dunia itu..
Begitu tenang, damai, dan tentram.
Tak ada lagi masalah.
Tak ada lagi kesedihan.
Tak ada lagi air mata.
Semuanya hanya tentang kebahagiaan yang tak terhingga.
Ya, benar.
Orang-orang di rumah sakit jiwa tinggal di dalam dunia mereka sendiri. Bukan di dunia keras yang selama ini kita tempati. Dunia itu begitu indah, sehingga mereka tidak mau kembali ke dunia nyata.
Pertanyaannya....
Apakah kau tertarik memasuki dunia itu?
KAMU SEDANG MEMBACA
3S- Sad Short Story
Historia CortaKumpulan cerita pendek one shoot dengan bertemakan sedih. Bad ending area. Rank 6 #Sad - 6 Maret 2016 #Indonesiamembaca
