24.Darinya

5.8K 248 1
                                        

Prilly Pov

Mungkin Mulai sejak saat itu saat dimana Sisi pergi,tanpa kembali.Pergi tanpa bisa kulihat lagi dan itu untuk selamanya.

Aku seperti kehilangan dari separuh jiwaku.Aku seperti Separuh telah mati.

Tak ada Lagi keinginan yang terlukis di otak ku untuk kembali sekolah.Atau sekalipun karena sekolah itu penting aku tak perduli.

Saat ini aku hanya ingin,diam.juga menyendiri dikamar Sisi.menghirup Aroma sisi Yang masih sangat melekat dikamarnya.memeluk boneka kesayangan,nya yg msih terasa hangat peluk tubuhnya.

Aku tak pernah lagi ceria,Selalu saja Tangis.yang ada.
Melamun setiap saat,Jutek pada semua orang,yang bermaksud baik padaku.

Termasuk Ali.
Ali,Aku minta maaf.aku tau aku bukan pacar,Yang baik.Aku seperti menyalahkan mu karena mendiamkan mu secara,terus menerus.padahal kamu,tak salah apapun.sekali lagi aku minta maaf sayang.

*

Ali selalu datang tiap pulang sekolah untuk menengok ku.dia selalu mencatatkan pelajaran disekolah dibuku ku agar aku tak ketinggalan pelajaran.tapi aku hanya diam seperti tak perduli walaupun aku tau itu.

Dia juga selalu menjelaskan tentang materi yg dimaksud setelah ia mencatat dibuku ku.
Ia,menjelaskan dengan faseh meskipun aku hanya diam penuh tatapan kosong.

Tapi aku mengerti materi yg ia maksud dan ia jelaskan.

Jujur,aku tak mau begini.Tapi bisa apa,badanku kaku tanpa mau digerakan sesuai Kemauan ku

Aku Hanya seperti kehilangan akal jernih untuk berfikir.

*

"Prill,makan ya?"

Ali duduk disampingku.Aku yg matanya menghitam,dekil dan rambut tak terurus.

Aku menggeleng.

"Prill,kamu harus makan nanti kamu sakit.makan ya..." katanya dengan suara berat menahan tangis.diiringi tangan yang mengaduk makanan dipiring dengan sendok.

Aku menengok kearahnya,menangkup pipinya.menghapus air matanya.

"Kamu,jangan nangis." Kataku.

"Gak ko,aku ga nangis.siapa coba yang nangis.Kamu makan ya?Aaa" katanya seiring menyuapi ku.

Aku pun mau dan makan.

Selesai makan,ali mengambilkan minum untukku.dan aku minum.
Lalu ia bicara lagi.

"Ini buat kamu..."

"Apa?"

"Baca."

Aku Yang keheranan membuka,binder yang aku kenak tulisan nya.Kenal sekali.

Itu binder Sisi.

Diawal halamannya,ada Fotoku bersama dirinya saat tertawa.

Jakarta,28 September 2015

Aku mengenalnya,karena dia jiwaku.

Tertulis dibawah fotonya.
Lalu selanjutnya kata demi kata yang ia susun.

Kamu malam,malam sepi dan dingin.

*

Maaf,aku mencintainya.padahal aku tau dia milikmu.

*

Hidup itu pilihan semuanya beresiko.

*

Yang hadir akan kemudian pergi.

*

Belajar dari kamu,sama seperti belajar soal arti pengertian.

*

Aku suka rindu walaupun tak dibalas.

Itulah beberapa diantaranya.
Lalu yang,terakhir ada lagi.

Untuk Prilly M Latuconsina

Hei siapa namamu?oh iya Prilly.Mau aku kasih tau tidak kalau wajah,kita sama?

Eh iya aku pelupa,Yang terlupakan karena selalu lupa bahwa aku pelupa haha.

Apa,saat kamu baca suratku kamu sedang murung dikamarku?Meratapi kepergian ku tanpa Hidup tegak lagi?Aku pergi,tapi aku taakan benar benar lenyap dari,hatimu.

Kamu,Digo,Ali,Bang kevin,Jesica,Liora,Ken,Shiren,Luwis,Fedro,Tea dan ah semuanya.Aku sayang kalian dan aku senang.

Aku baik disini,jangan takut.sudah ada Ali.Tidak usah merasa,kauu salah karena kauu tak salah,Oke?

Aku mohon,jangan begitu.ayolah!Hidupmu masih panjang bukan?Aku sedih lihatmu begitu.

Untukku,ceria lagilah.Terus berkarya lah.Aku bersamamu.Ingat?Aku pernah bilang.

-YANG MATI,ITU WUJUD.BUKAN JIWA-

AKU harap kamu mengerti.
Aku mencintaimu.
-SISI.
ps;km kumel haha.

Itulah kata katanya yang membuat aku tertawa.Ali senyum.rinduku sedikit terobati.aku sadar,sisi benar.aku memeluk ali.

Sebagai Yang hidup,aku harus jadi yang baik untuknya.

"Lii,maafin aku ya.aku sayang banget sama kamu aku sadar Aku salah." Kataku sambil memeluknya erat bagai hanya akulah yang boleh memilikinya.

"Iyaa prill,aku tau dan ngerti.jangan kaya gitu lagi ya.aku gamau kamu murung.jadi prilly yang ceria lagi ya." Dia mengelus halus rambutku.Dan itu menenangkan.

"Ikut aku pergi yuk?"

"Kemana?"

"Ntar,juga tau."

"Aku kn blm mandi." Kataku.

"Yaudah mandi,apa mau aku mandiin?Eh jgn deng blm muhrim haha!" Dia ketawa.

"Ihh apaan sih lu!" Aku mengusap mukanya kasar sambil tertawa.

Cinta KembarCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang