Author's POV
Pengumuman kelulusan di bagikan,
"Yeaayy!!! Gue lulus, Em!! Gue lulus!!" seru Farrel sambil memeluk Emil.
"Mmm.. Rell, ada ortu lo lepas kek, banyak yang liat nih," ujar Emil.
Farrel melepas pelukannya.
"Farrel, Papa tunggu di mobil ya," ucap Papa Farrel.
Setelah orang tua Farrel memberi waktu untuk mereka berdua, Farrel berkata,
"Ada yang harus aku kasih tahu," ucap Farrel.
"Apa?" tanya Emil.
"Gini, gue.. gue.. gue bakal kuliah di Adelaide," jawab Farrel.
"Ad.. ad.. Adelaide? Itu di Australi kan? Kita.. kita gimana!?" seru Emil.
"Emil, aku kesana buat ambil jurusan bussines, aku janji aku bakal balik ke Indo buat kamu," jelas Farrel.
"T..tt... tapi, tapi aku gak bisa kalau untuk LDR. LDR itu susah Farrel, kenapa.. kenapa harus di Australi?" tanya Emil dengan suara parau.
"Nemenin Josse, dia juga bakal ambil S2 di Australia, Aku minta maaf ya sayang," ucap Farrel.
Emil terdiam menatap Farrel, tak terasa air matanya menetes.
Farrel menatap Emil, meraih rahangnya, membelai lembut rambut dan pipinya,
"Gue bakal kangen sama ciuman lo," ucap Farrel.
Farrel mencium kening Emil, dan memeluknya.
"Lo jahat Farrel, lo jahat! Kalo lo mau pergi, sana pergi!! Dan lo ga perlu kembali buat gue," Emil marah dalam dekapan Farrel.
"Oke, pukul gue sepuas yang lo mau, gue memang jahat, Em," ucapnya.
Emil berhenti memukuli dada Farrel.
"Kenapa lo berhenti, Em?" tanya Farrel.
Emil melepaskan pelukan Farrel, "Gue gak bisa LDR, gue rasa kita cukup sampai disini," ucap Emil lalu pergi meninggalkan Farrel.
EMIL'S POV
Sudah tiga hari gue putus dari Farrel.
Apa kami memang tidak ditakdirkan bersama?
Drrtt... drttt...
From: Farrel Sonnie
To: Emilia Sekar
14.02, Australia.
gw harap lo disini :) xx
Argh! Gue harus gimana nih, gue gak pengen menyia-nyiakan kesempatan gue bertemu Farrel untuk terakhir kalinya.
"Emil, kamu kenapa sih?! Pusing Papa liat kamu mondar-mandir,"
Aku pun melihatkan bbm Farrel ke Papa.
"Tunggu apa lagi? Setengah jan lagi dia berangkat, cepet ganti baju, Papa tunggu di mobil,"
"Taapi..."
"Yaudah nanti kalau nyesel sukurin," Papa berkata sambil menuju garasi mobil.
FARREL'S POV
Kemana Emil? Apa dia beneran gak mau ketemu gue?
20 menit lagi gue berangkat.
"Farrel, gimana Emil?" tanya Papa.
"Ga tau nih, bbm di read doang," jawabku.
"Mungkin, dia masih kecewa sama kamu," ucap Mama.
"Yaudahlah, Josse sama Farrel masuk aja sana," ucap Papa.
KAMU SEDANG MEMBACA
Thanks TOD!
Jugendliteratur[On Editing] siapa sangka, gara-gara game sederhana yang biasa gue mainin, gue bisa jadiin dia sebagai perempuan gue? - Farrel Sonnie gara-gara permainan bodoh, cowok populer, sok, dan nyebelin itu bisa jadi cowok gue. aneh? - Emilia Sekar #451 in T...
