"perkenalkan. aku Hyacintho Fairy. Pertahanan."
"umm.............. a, air?"
"tepat sekali! dan kau tahu temanku ini?"
"Indicum Mediocris."
"ah! aku senang dapat di kenal manusia dengan kekuatan yang hebat. fufufu...................."
aku mundur selangkah demi selangkah........... apa salahku?
"Yugo!"
aku menoleh ke belakang.
"aww............. lihatlah! siapa yang datang.................."
Gray mundur selangkah seraya menarikku.
"kau ngapain di sini?"
"jalan jalan."
"kabur kabur.............."
"eh! malah ngusir!!!"
"ya iya,lah! kau itu belum melakukan contractus dengan siapapun. masih bebas. di culik besok juga bisa."
"tapi, tapi...................."
mataku berkaca kaca. masa aku diusir? Gray gitu................
"hah.......... anak manja. kalau kau mau membantu, panggil siapapun."
"penghancur atau pelindung?"
"dua duanya."
"Brunneis!!!!!!!!!!!!!!!!!! Flavis!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!"
kedua peri itu muncul di depanku seketika.
"ada apa?"
"eh? kenapa kau terlihat mengantuk, Brunneis?"
"saya baru saja bangun tidur, tuan. ada apa?"
"ya. jangan katakan kalau kau bercanda."
aku menunjuk Hyacintho dan Indicum. kedua peri itu saling bertatapan. mereka segera maju ke depan. aku berjalan pergi seraya bersiul.
"HEY!!!!!!!!!!!!!!! KAU PIKIR KAU MAU KE MANA?????????!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!"
"ta, tadi kau suruh kabur........................"
"ITU MALAH TAMBAH BAHAYA!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! BUKAN KABUR, BODOH!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! SEMBUNYI!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!"
aku terdiam dengan syok. bo, bodoh?! Flavis menyikut Gray seketika.
"kau ini jangan asal mengejek. kau sendiri idiot!"
Gray cemberut.
"sudah, sudah. kita harus melawan mereka, bukan?"
"ah, ya, benar."
dan aku mundur selangkah demi selangkah. tiba tiba ada seseorang yang menepuk bahuku. aku menoleh dan........... rambut jingga................ mata jingga.................. jangan jangan....................
"AURANTIACO MEDIOCRIS?!!!!!!!!!!!!!!!!!"
"vultus amo vos notum mihi iam."
aku hanya mengangguk. aku bahkan tidak tahu dia ngomong apa. maksudku, bisa aja dia bilang "nggak sopan sama orang baru kenal", kan? tapi yah. bae weh! aing mah nteu paduli!!!
"tenang. aku bisa bahasa indonesia."
"syukur, syukur. ja, jadi benar kalau kau Aura?"
"ya."
"kau pertahanan atau penghancur?"
"hmm? sihir waktu bukan keduanya. sihir waktu adalah waktu."
"eh?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Mechanical Fairies
FantasíaAku orang Bandung biasa. tapi............. entah keajaiban tuhan dari mana, aku bertemu orang orang yang benar benar keren dan membawa cerita sihir dalam hidup datarku. lumayanlah. ttapi, rupanya itu sekaligus membuatku tahu bahwa aku dalam bahaya b...
