Gray kalo ada yang nanya
''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''
ahh!!!!!!!!! apa salahku??????????!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! APA SALAHKU SAMPAI AKU LUPA HARI INI ULANGAN BIOLOGI????????????????!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
"tuan Koshko! kerjakan dengan benar! apa anda mencoba menyontek nona Mediocris????????????????????????????!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!"
"AHH!!!!!!!!!!!!!!!!! TIDAK!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!"
APA SALAHKU????????????????????!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! aku segera mengerjakan tugasku dengan terburu buru. Brunneis benar. aku selalu terburu buru. sifat ibuku. kuharap nilaiku tidak terlalu jelek........................................
*
aku mati............. 40. hanya betul 40............ DARI 100 SOAL!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! I'M DEAD END!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
"hey. sudahlah. kau juga tidak belajar. kami semua juga tidak belajar selain.................."
"selain?"
aku mengikuti arah tatapan sinis Viri. Brunneis? aku mendekatinya dengan sedikit grogi. dia bukan kepala sekolah! aku harus berani!!!
"Bru, Brunneis.................."
"ya?"
"nil, nilai.............mu berap, pa?"
"B. saya sempat belajar tadi malam. lumayan........................ anda sendiri?"sambutnya dengan seringai tajam
pipiku merona seraya menyodorkan kertasku. ia menutup mulutnya dengan telapak yang berbalut sarung tangan coklat.
"KAU KAGET APA KETAWA, SIH??????????!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!"
"tertawa. asal anda tahu saja, tidak ada yang boleh melihat tawa saya."
"kenapa?"tanyaku seraya cemberut
Brunneis terdiam. baru kali ini ia tidak bisa menjawab.
"Brunneis? kau tak apa? apa pertanyaanku menyinggungmu?"
"ti, tidak. hanya saja............ memang belum pernah ada yang melihat saya tertawa. bahkan kakak sekalipun."
"APA???????!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!"
"sejak kecil, saya selalu menutupnya. membiarkannya mereda dalam beberapa detik."
"tapi kenapa?"
"entahlah. rasanya, tawa saya terlalu aneh untuk telinga kalian semua. sehingga, tidak patut untuk dilihat dan didengar."
"ahh...................."
"maaf membuat anda merasa kembali terjebak dalam segala perbedaan saya. tidak mudah untuk melewatinya."
"ya. aku mengerti! dan boleh kembalikan kertas ulanganku?"
Brunneis menyodorkannya. wajahnya kembali datar, sedatar layar kaca satelit. aku mengambilnya dan kembali ke bangkuku.
"dia aneh............."
"kan kemarin malam aku telah mengatakannya. dia adalah patung es yang berjalan."
"bisa jadi. peluang itu benar cukup besar. dan lagipula dia menggemaskan dalam waktu tertentu."
"ya. aku mengerti maksudmu. benar, kawan."
"kalian ngapain?"
sontak kami berdua menjerit kaget dengan kemunculan tiba tiba dari seorang Rosea.
"nggak ngapa ngapain!!!!!!!!!!!!!"
"ara................ jangan berbohong.................................... kenapa kalian berdua menatap Neissy begitu."
"euh..............."
"ah..........................."
"kalian naksir, yah?!"
"AKU LAKI LAKI!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!"
"MANA MUNGKIN!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!"
"ara.................... ok. Yugo memang laki laki dan aku yakin dia bukan gay. tapi Viri............... fufufu................ aku curiga padamu.............."
"MEMANG AKU TERSANGKA PEMBUNUHAN, APA????????????!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!"
"ara............ kau memang mirip........................."sindirku
Viri menyikut perutku kuat lalu melipat tangannya di dada.
"candaan kalian tidak lucu!!!"
"masa???"
Rosea terus menggoda goda Viri. dan aku tersadar. Flavis menatapku dengan polos dari kejauhan jarak kelas. Flavis kecil. matanya berbinar cerah, secerah mentari siang ini. bibirnya menyunggingkan seutas senyum indah, seindah mawar kuning yang bahagia di musim semi. gerakannya anggun, seanggun seorang ratu dari seluruh dunia. lidahku tiba tiba menjilat bibirku sendiri tanpa kusadari dan aku sedang bertopang dagu menatapnya.
"kau tidak sabaran yah, jadi anak?"
"HAH???????????!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! APA SALAHKU?????????????!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! MAAFKAN AKU!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! MAAFKAN ATAS SEGALA DOSA DOSAKU!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!"
eh? aku menatap polos mata hijau gadis itu.
"kau kenapa, sih?"
"ak, aku hanya kaget..........................."
"fufufu................."
Viri mencubit pipiku gemas.
"kau benar benar lucu........................"
*
aku keluar dari perpustakaan dan berjalan dalam hening. aku hanya melihat lihat sekitar. selalu sama. dengan inti menyebalkan. aku duduk di dipan dan menyenderkan kepalaku pada dinding.
"apa kau menungguku?"
"ya."
KAMU SEDANG MEMBACA
Mechanical Fairies
FantasiaAku orang Bandung biasa. tapi............. entah keajaiban tuhan dari mana, aku bertemu orang orang yang benar benar keren dan membawa cerita sihir dalam hidup datarku. lumayanlah. ttapi, rupanya itu sekaligus membuatku tahu bahwa aku dalam bahaya b...
