10

396 88 29
                                    


Di dalam rumah pun ayah masih berfikir kenapa Bryana menanyakan tentang jatuh cinta pada ayah.

Berjam-jam ayah searching di internet apa itu jatuh cinta namun ayah tidak menemukan penjelasan yang jelas. Karena semuanya abstrak.

Yang paling banyak ayah temukan adalah 'seolah kupu-kupu beterbangan di dalam perutmu'.

Dan ayah tidak mengerti sama sekali.

Di sekolah, ayah menanyakan hal ini pada ketiga sahabat ayah, Matty, Andy dan Frank.

"Hey Matty,"

"Hm?"

"Jatuh cinta itu apa? Apa kau pernah merasakan jatuh cinta?"

"Ya pernah lah!"

"Siapa gadis itu?"

"Gadis apa? Jatuh cinta tidak selalu dengan seorang gadis! Jatuh cinta bisa pada benda mati juga! Aku jatuh cinta pada gitarku. Dan tidak akan membiarkan siapapun merebutnya dariku. Kau fikir aku sudah pernah punya pacar? Nonton video bokep saja baru satu kali, itu saja dihasut Frank!"

Dan itu adalah jawaban yang ayah dapat dari Matty Mullins, si kepala merah dengan sifat galaknya.

Yang tidak menolong sama sekali.

"Hey Andy,"

"What Ash?"

"Jatuh cinta itu apa sih?"

"Oh jatuh cinta ya. Jatuh cinta itu kau akan merasa kesal jika orang yang kau cintai didekati orang lain. Dan kau akan selalu tersenyum ketika bersama dengan orang yang kau cintai."

Dan jawaban Andy Biersack si mata biru, sahabat ayah yang paling bisa diandalkan diantara ketiganya sukses membuat ayah mendapatkan sebuah pencerahan.

Apa mungkin ayah jatuh cinta pada ibumu?

Mencoba memastikan sekali lagi, ayah bertanya pada Frank Iero, sahabat ayah yang paling hiperaktif dan tidak bisa tenang.

"Frank,"

"Sup?"

"Kau pernah jatuh cinta tidak?"

Dia tertawa terbahak-bahak sebelum menjawab ayah, "Kenapa kau bertanya seperti itu? Sudah jelas kalau kau jatuh cinta pada Bryana dasar idiot."

"Ke—kenapa kau menyimpulkan seenaknya?!"

"Sekarang aku tanya padamu, apa kau selalu memikirkannya sebelum tidur?"

"I—iya, dan akhir-akhir ini makin sering."

"Good, dan apa kau pernah tersenyum saat melihatnya tersenyum?"

"Sering."

"Dan apa kau bahagia jika bisa melakukan hal yang membuatnya senang?"

"Tentu saja."

"Dan terakhir, apa kau pernah merasa bahwa dunia berhenti berputar ketika pandangan kalian bertemu untuk beberapa saat?"

"YA FRANK! YA!" ayah dengan histeris menjawab semua pertanyaan Frank yang memang sering ayah rasakan ketika bersama ataupun tidak dengan ibumu.

"Come on Ash, aku sudah pernah berpacaran saat sekolah dasar, jadi aku tau bagaimana rasanya." Frank pun merangkul ayah sambil membanggakan dirinya sendiri. Kami berdua berjalan menuju ke kantin untuk membeli minuman sebelum melaksanakan ekskul basket.

Dan di kantin, lagi-lagi ayah berpapasan dengan ibumu.

Kali ini ayah hanya diam saja karena malu untuk menyapa ibumu saat dia bersama teman-temannya. Sampai tiba-tiba Frank membuat ulah dan membuat ayah malu sekali, "Hey Bryana! Ini loh dicari Ashton! katanya kangen!"

Dan setelahnya Frank pun berlari tanpa sempat jitakan ayah mendarat di kepalanya.

"FRANK!" geram ayah yang bersiap mengejarnya.

Tapi langkah ayah tertahan saat ibumu juga berseru pada ayah,

"Aku juga merindukanmu Ash!"


Terrible ThingsTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang