7

461 91 11
                                    


Sepulang dari KFC setelah kenyang makan bersama Frank, Andy dan Matty pun ayah segera menuju ke kamar, melempar seragam ke sembarang arah, berganti pakaian dan mulai mengumpulkan semua barang yang sudah tidak ayah gunakan untuk disumbangkan besok.

Ayah menggeledah seluruh isi rumah tanpa kenal lelah hingga membuat kakek dan nenekmu heran. "Kau ini kenapa?" tanya nenekmu saat itu.

"Aku sedang membantu Bryana untuk mengumpulkan bakti sosial, mom!" sahut ayah antusias dan tetap meneruskan pencarian ayah tanpa sempat beristirahat walaupun sejenak.

Nenekmu dan kakekmu membantu juga, tapi mereka hanya membantu dengan menunjukkan letak barang-barangnya ada dimana, tidak untuk mengangkat dan mengumpulkan, dengan alasan agar ayah mandiri dan belajar melakukan semuanya sendiri.

Alasan yang bagus kan?

Itulah sebabnya ayah sering menyuruhmu melakukan semuanya sendiri, tidak seperti paman-paman genit mu, Calum dan Michael yang selalu membantumu bahkan membantumu mengerjakan PR dengan curang.

Huh, dasar.

Setelah ayah rasa semuanya sudah cukup, ayah pun bisa beristirahat dan menemani nenekmu yang sedang mengandung tante Lauren kala itu, untuk duduk menonton televisi berdua, karena kakekmu harus berangkat bekerja kembali.

"Katakan pada ibu, apa yang akhir-akhir ini membuatmu selalu bahagia?" tanya nenekmu pada ayah.

Ayah meletakkan kepala ayah di dalam rengkuhannya, ia mengelus rambut ayah yang lepek karena keringat.

Pada seusia itu, ayah tentu saja tidak bisa berbohong apalagi mengarang cerita. Ayah menceritakan apa yang ayah rasakan pada nenekmu, "Aku membantu seorang gadis, namanya Bryana. Dia mengusulkan program bakti sosial kepada guru BP dan karena tidak ada partner, jadi akulah yang menjadi partner nya."

"Lalu kenapa kau se-semangat ini membantunya? Padahal hanya bakti sosial saja kan?" tanya nenekmu dengan kecurigaan. Ketahuilah nak, seorang ibu punya naluri yang sangat kuat terhadap anaknya.

"Aku—aku hanya senang membantunya mom, itu saja." Jawab ayah yang berubah menjadi gugup saat itu.

Nenekmu hanya tersenyum, atau bisa disebut menyeringai, ia menggoda ayah kala itu, dan satu pertanyaan yang membuat ayah terdiam adalah, "Apa dia istimewa untukmu?"

Ayah berfikir lama untuk menjawab yang satu itu.

Ayah bahkan tidak tau kenapa ayah suka memperhatikannya, mengintainya dan bahkan tersenyum saat melihatnya tertawa bersama teman-temannya.

Semua itu ayah ceritakan pada nenekmu.

"Anakku sudah besar rupanya, sudah jatuh cinta sekarang." Nenekmu pun memencet hidung ayah hingga memerah.

Saat nenekmu berkata seperti itu, ayah sama sekali tidak tau apa itu 'jatuh cinta'.

"Jatuh cinta itu apa mom?"

"Jatuh cinta bisa membuatmu merasakan banyak hal. Bahagia, sedih, gelisah, marah, kecewa bahkan menangis." ujar nenekmu semakin membuat ayah kebingungan.

"Apa maksudmu mom?"

"Suatu saat, gadis kecil yang bernama Bryana itu akan mengajarkannya padamu, Ashton."

Terrible ThingsTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang